
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Tuh semua pembaca Water Teapot, diundang ke acara pernikahan Juan dan Iis yah. Jangan sedih... ayo cus berangkat sekarang juga, jangan lupa pake kebaya motif macan 🤣🤣
•••
Iis saat ini diliputi perasaan gembira, bagaimana tidak tempat akad nikah yang memanjakan mata, mahar nikah yang hampir membuat dirinya menangis saking kagetnya dan yang terpenting betapa bersyukurnya dia mendapatkan suami sebaik dan setampan Juan.
"Iis, jangan senyum-senyum aja, pesta kamu belum usai,"ujar Taca sembari duduk didalam mobil bersama Iis.
"Hah...apalagi?"
"Lupa, pesta masih ada di Padma hotel?"ujar Taca sambil memperbaikki rambut Iis.
"Lah iyah, aku sangka selesai tingal kelonan sama Mas,"ujar Iis nakal sambil menutup mulutnya karena malu dengan perkataannya sendiri.
Taca terbahak mendengar perkataan Iis, sahabatnya ini polos-polos tapi demen yah, "Astaga pikirannya udah ketahapan tranfusi darah putih mulu...!!!"
"Biarin, aku udah siap di 'unboxing' tau,"ujar Iis sambil tersenyum malu, sialnya otaknya terbang kemana-mana.
"Ish...ish..mulai ngehalu yah sahabat aku ini,"goda Taca sambil mencolek-colek Iis.
Iis hanya tersenyum malu-malu.
•••
Juan dan Iis mengusung tema garden party di Padma Hotel Ubud Bali. Acara berlangsung dengan meriah. Semua orang berbahagia.
Iis berkali-kali mendapatkan ucapan selamat dari orang-orang, dari orang yang Iis kenal hanya di TV sampai orang-orang terdekatnya.
"Iis....selamat yah, maaf loh Kang Entis ngak bisa dateng, maklum sibuk jadi LURAH CITEKO,"ujar Rina, entah karena apa Rina menekankan kata-kata Lurah Citeko pada Iis. Sumpah demi apapun Iis dan Juan tidak peduli dengan status Entis sebagai Lurah Citeko.
"Oh, iya.. ngak papa, Rin. Moga nanti bisa ketemu, cukup kamu aja udah bersyukur aku mah,"jawab Iis ramah walau dalam hati kesel juga.
"Iya, Iis keren yah kamu bisa nikah kaya gini, ngak kaya Taca nikah cuman sekali doang,"nyinyir Rina pada Taca yang memang sedang berdiri disamping Iis.
__ADS_1
Taca yang tadinya sedang asik memakan tiramisu ditangan kanannya langsung menatap Rina dengan kesal.
"Gimana Rin?"tanya Iis.
"Iya, kan kalau Taca keburu hamil duluan kan sebelum nikah?"ujar Rina makin nyinyir.
Mendengar kata-kata Rina Adipati yang tadinya berjuang untuk mengabaikan kehadiran mahluk astral tersebut akhirnya buka suara juga. "Ya maaf, istri saya bikin saya nafsu, makanya tiap saat saya 'makan', makanya cepet hamil. Lah kamu, ngak pernah di 'makan' sama Entis yah? Sampe ngak hamil-hamil sampe detik ini,"cerocos Adipati kesal.
Rina langsung mengerucutkan bibirnya, saat ini memang sangat sulit menjulidti Taca, suaminya benar-benar melindungi Taca dengan sangat-sangat ketat.
"Ih.. biarin, udah ah saya mau makan kesana,"ujar Rina sambil pergi menjauhi Juan, Iis, Adipati dan Taca.
"Itu mahluk astral emang gitu kelakuannya?"tanya Juan akhirnya, gatal sebenarnya bibirnya ingin membalas perkataan Rina.
"Biarin aja, yang waras ngalah,"kata Iis dan Taca berbarengan.
"Jangan sampai...."
"Kepada Mr dan Mrs Wijaya diharap untuk melakukan dansa pertamanya,"suara MC acara menghentikan cerocosan Juan pada Rina.
"Mas, kita dipanggil,"ujar Iis sambil menarik tangan Juan.
Juan pun menurut mereka berjalan sampai kedepan pangging home band musik. Alunan musik pun mengalun tenang.
I knew I loved you then
'Cause I played it cool when I was scared of letting go
I know I needed you
But I never showed
But I wanna stay with you until we're grey and old
Just say you won't let go
Just say you won't let go
(Say you won't let go-James Arthur)
Lagi itu mengalun mengirinya Iis dan Juan berdansa disana, mata Juan tidak lepas dari manik mata Iis yang hitam. Astaga, akhirnya dia menikah dengan gadis impiannya.
"Istri.."
Iis tersenyum saat mendengar perkataan Juan, rasanya malu mendengar Juan mengatakan kata itu.
"Su...suami.."cicit Iis malu-malu sambil tersenyum, "Mas, malu ih..."
__ADS_1
Juan terkekeh melihat betapa manis dan imutnya Iis. Juan kemudian memutar Iis dan kembali memeluknya.
"Mulai sekarang, kamu tanggung jawab aku, kamu segalanya buat aku. Tolong, percaya sama aku, Yah Iis,"pinta Juan sambil mencium pipi Iis.
Iis tersipu mendengar perkataan Juan, badannya terus mengayun,"Iyah, aku janji."
Juan kemudian memeluk Iis erat, ah andai tidak banyak orang sudah habis Iis diciumi Juan.
•••
Acara pun berlanjut pada acara makan, makan siang dengan cara duduk ini, benar-benar membuat Iis lega. Lebih lega lagi dia benar-benar dibuat jauh dari tempat duduk Bunda. Iis memberikan dua acungan jempol untuk kehebatan Saka mengurusi acara itu.
"Mas, aku lapar tapi kok ngak ada nasi?"tanya Iis kebingungan mencari nasi ke kanan dan kekiri.
Tawa Juan hampir meledak saat mendengar perkataan Iis. Istrinya ini memang ratu nasi, "Ngak ada Yang, ya udah nanti dikamar hotel kita pesan nasi yah,"ujar Juan yang langsung dianggukkan oleh Iis.
Saat Juan dan Iis sedang ngobrol, Adipati memasukkan sesuatu ke gelas minuman Juan dengan cepat. Tidak ada yang sadar kecuali Taca.
"Di, kamu masukin apaan itu?"Taca khawatir Adipati memasukkan sianida ke gelas Juan, kan ngak lucu baru nikah Iis langsung jadi janda.
Adipati tersenyum nakal, "Bukan apa-apa, cuman pembalasan dendam karena si semprul itu bilang aku ejakulasi dini dan 'barang' aku karatan," ujar Adipati sambil mengambil gelas Juan.
"Hah...kok bisa Juan bilang gitu, kalau selama itu dia bilang ejakulasi dini, lamanya kamu seberapa? Aku ngak bakal sanggup, resign aku jadi istri kamu, Di,"ujar Taca menyerah, Taca yang paling tau berapa lama durasi suaminya itu.
"Enak aja, resign, kamu tuh udah kontrak mati sama aku, Amore..!"ujar Adipati sambil menjawil hidung mungil istrinya.
"Juan...minum dulu,"pinta Adipati sambil memberikan gelas minuman pada Juan. Juan yang tidak tau rencana jahil Adipati langsung mengambil minuman yang diberikan oleh Adipati dan meminumnya sampai tandas. Adipati hanya tersenyum kemudian membayangkan apa yang akan terjadi dimalam pertama Juan nanti malam. Ah...rasanya Adipati ingin tertawa keras.
"Di, malam ini kayanya bakal jadi malam yang paling bahagia buat gue, akhirnya gue bisa buka segel,"bisik Juan dikuping Adipati agat Iis dan Taca tidak mendengar pembicaraan mereka.
"Iya, semangat yah, gue yakin lo bisa bikin Iis teriak-teriak. Saking kerasnya kayanya lo mending buka segel dihutan,"ujar Adipati sambil tersenyum penuh misteri.
"Ngaco lo, pokoknya terima kasih buat semuanya, Di."
"Hmmm..."jawab Adipati pendek.
•••
Hmmm jahil deh ini Bapak Adipati Berutti, obat apaan yah tuh ?
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️ Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon