Water Teapot

Water Teapot
Ready set sunat..!!!


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


"Amore, gimana kalau dokternya salah potong ?" tanya Adipati saat bersiap untuk melakukan prosedur sunat.


"Gimana maksudnya, Di ?"


"Iya salah potong, bukan ujungnya malah semuanya, gimana coba ?" muka Adipati saat ini benar-benar pias, dari tadi Adipati meracau kata-kata tidak jelas dari mulutnya.


"Ya, ngak mungkin dong, Di. Kamu jangan pikiran aneh-aneh." Taca mencoba menenangkan Adipati yang sudah tidak karu-karuan.


"Kalau "ade" aku ilang gara-gara kesalahan dokter, kamu masih mau sama aku kan ?" tanya Adipati sambil menciumi tangan Taca.


Taca yang mendengarkan pertanyaan Adipati tidak kuat menahan tawanya, tawanya meledak ditempat.


"Amore.. kok kamu malah ketawa sih, aku serius ini. Kalau "ade" aku hilang semua gimana ?" tanya Adipati sambil menatap Taca serius.


"Astaga, Di. Iya, aku bakal sama kamu, mau ilang atau ada itu "ade" kamu. Aku bakal sama kamu, disebelah kamu," jawab Taca sambil mencium pipi Adipati lembut.


"Pak Adipati..." panggil suster, meminta Adipati masuk keruangan.


Adipati langsung berdiri kemudian berjalan mengikuti Taca, sedangkan tangannya terus menggengam tangan Taca.


Zreeezzt zrezzzttt


Handphone Taca bergetar, Taca melihat siapa yang meneleponnya, ternyata video call dari Kang Rozak.


"Bentar, Di. Kang Rozak video call."


Taca meminta ijin mengangkat video call pada Adipati, Adipati langsung mengangukkan kepalanya.


"Hai Kang..."


"Neng... mana si mesum? Abah mau liat dia disunat," ujar Abah sambil melambaikan tangannya pada Taca.


Taca langsung menghela napasnya, bisa ribet urusannya kalau Abah liat Adipati disunat.

__ADS_1


"Abah, udah ah masa Abah mau liat Adipati disunat. Ngak bisa ah Bah..." jawab Taca sambil masuk keruangan tindakan.


Disana Taca melihat Adipati yang sudah berbaring dengan wajah extra pias, dan sesekali melihat kebagian bawah.


Dokter satria sudah bersiap dengan berbagai macam peralatannya.


"Heiii, bule mesummm... gimana, siap ?" teriak Abah pada Adipati.


Adipati yang tadinya sedang berjuang untuk melupakan rasa takutnya, terkejut mendengat panggilan Abah.


"Abah..."


"Abah video call katanya mau liat kamu disunat, Di." jawab Taca sambil mendekat pada Adipati yang sudah berwajah pias.


"Hahahaaa...eh Bule tenang aja, cuman sunat, padahal sama Abah biar Abah potong semuanya..!!" canda Abah sambil menunjukkan gunting rumput yang entah Abah dapat darimana.


"ABAH..." jerit Taca dan Adipati berbarengan.


Dokter Satria yang melihat itu berusaha menahan tawanya, "Bu, handphonenya simpan di meja ini aja, yah. Biar Abah bisa liat muka Pak Adipati." Saran Dokter Satria sambil mengulum senyumnya.


Taca menuruti permintaan Dokter Satria, Abah pun dapat melihat wajah Adipati dengan bebas, Abah juga dapat melihat Taca yang berdiri disebelah Adipati sambil menggenggam tangan Adipati.


"Astaga, Amore... kenapa jarumnya gede banget. DAMN, Mother F.."


"Adipati languange..!!" Taca memperingatkan Adipati, terkadang Taca suka kesal mendengar umpatan Adipati.


"Sorry, Amore. Tapi astaga, Dok itu gede banget jarumnya. Biji saya biji saya Dok...!" jerit Adipati sambil mengerakkan seluruh tubuhnya membuat suster dan Dokter Satria memeganggi kaki Adipati.


"Bukan bijinya yang disuntik kok, Pak. Tenang yah. Harus cepat di suntik, karena biar tidak ereksi, Pak," ujar Dokter Satria sambil memegang suntikan anastesi.


"Amore, gimana kalau salah suntik, terus aku jadi impoten ? Gimana ?" jerit Adipati sambil meremas-remas tangan Taca dengan keras, butir-butir keringat sudah jatuh dari kening Adipati. Wajahnya pias.


Taca berjuangan memegangi tangan Adipati, Adipati meremas tangan Taca dengan keras, membuat Taca meringis.


Abah tertawa melihat calon mantunya teriak-teriak. "Hahahahaaa.... bagus Dok, suntik we suntik pake suntikkan kuda...!!!" Abah bersorak seperti sedang menonton sepak bola.


Taca yang kebingungan langsung memeluk Adipati, mendekap kepala Adipati didadanya, Adipati yang diberikan akses penuh didada Taca, tiba berhenti mengerakkan badannya, wangi tubuh taca benar-benar menenangkan Adipati.


Dokter Satria langsung tersenyum melihat Adipati yang tenang, tapi langsung mengerutkan dahinya begitu melihat "ade" Adipati, " ASTAGA PAK ADIPATI KENAPA JADI EREKSI ???"

__ADS_1


"HAH ??" Taca dan Abah berteriak berbarengan mendengar ucapan Dokter Satria.


"Dasar bule mesum...! Taca jangan peluk-peluk itu bule, bule mesum...!!" jerit Abah frustasi sambil mengacung-ngacungkan gunting rumput ditangannya.


Adipati yang tidak peduli dengan teriakkan Abah, malah makin menekan kepalanya ke dada Taca, menikmati kelembutan bukit kembar milik Taca.


"Bener ini, Abah harus ke Jakarta, Rozaaakkkk...!!!" Abah yang melihat Itu langsung ngamuk, berteriak memanggil Kang Rozak.


Tut...tut...


Suster mematikan telepon Abah, "saya matiin sambungannya yah,Bu. Bu Taca ikut saya keluar, Pak Adipati ngak bisa fokus kalau ada Ibu disini, masalahnya Pak Adipati bakal ereksi terus kalau Bu Taca disini." pinta Suster sambil menarik lengan Taca lembut.


"Amore, masa aku sendirian...Amore..!!" teriak Adipati ketakutan.


Taca hanya bisa mengedipkan matanya melihat Adipati yang terus berteriak-teriak, ada rasa kasihan tapi Taca benar-benar menahan tawanya melihat betapa ketakutan tunangannya tersebut.


"Bu Taca diluar saja yah, demi kebaikkan bersama," pinta Suster sambil tersenyum ramah.


"DOKTERRR BIJIII SAYA... ASTAGA DOKTER...!!! DAMNNNN..!!" Teriak Adipati dari dalam ruangan


"Dokter, itu masa depan saya, astaga DOKTERRRR...!!!!!!" lagi Adipati berteriak dengan keras membuat Suster dan Taca saling bertatapan, kemudian tawa mereka pecah.


"Maaf, Bu. Ibu diluar aja, mungkin Pak Adipati saking cintanya jadi tiap deket Ibu "itu"nya langsung siaga," ucap suster sambil mengulum senyumnya.


"Bukan cinta, Sus. Tapi emang setelan otak tunangan saya aja mesum, hahahahaaa..."


•••


Mari mengheningkan cipta untuk biji bapak Adipati, mengheningkan cipta mulai.....hahahahaa...


Iya tau yang di potong bukan bijinya tapi kalau author tulis bagian itu authot bisa dimurkai satu desa 🙈🤣🤣


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...

__ADS_1


Salam sayang Gallon


__ADS_2