
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Dari kemarin Cicil tidak mendapat kabar dari Aa Riki, rasanya hidupnya hampa. Seharian Cicil hanya bisa menangis menyesali nasibnya. Sinting memang, tuhan benar-benar membulak balikkan hidupnya. Cicil yang tidak pernah merasa kehilangan, saat ini hanya bisa menangis meratapi nasib percintaannya dengan seorang lelaki yang bahkan tidak pernah menyentuh tubuhnya sama sekali.
Cicil diam menatap pemandangan kota Jakarta, angin menerpa wajahnya dan mempermainkan rambutnya. Semenjak Aa Riki mengatakan bahwa dia membutuhkan waktu untuk berpikir Cicil langsung memotong rambutnya.
Tanpa sadar air matanya jatuh begitu saja di pipinya, hatinya sesak. Kenapa dulu dia dengan bodohnya hidup dengan kehidupan yang sangat bebas.
Meong...
Geulis mendatangi Cicil kemudian tidur dipangkuannya dengan manja, meminta perhatian pada Cicil.
“Geulis, kamu kangen sama kucing gede yah ?” tanya Cicil pada Geulis.
Meong
“Sama, aku juga kangen sama kucing gede,” ujar Cicil yang memanggil Aa Riki kucing gede.
Meong...
“Iya, aku kangen juga. Aku kangen wangi papermintnya, aku kangen segalanya. Celotehan bahasa sundanya, senyumnya, tangannya saat memeluk badan aku, kecupannya dipucuk rambut aku, aku aku....”
Tangis Cicil pecah, hatinya sakit dia benar-benar membutuhkan Aa Riki, dia sudah jatuh cinta pada kesederhanaan Aa Riki, cara Aa Riki menatapnya yang tidak pernah menunjukkan nafsu, yang ada ditatapan hanya rasa cinta dan sayang bukan nafsu.
Cicil terus menangis air matanya seperti tidak dapat dibendung sama sekali, tumpah begitu saja. Seumur hidup baru sekarang Iis menangis sebanyak ini.
“Geulis, aku harus gimana, aku harus gimana ?” tanya Cicil bingung.
Zrrrtttt Zreetttttt
Telepon Cicil berbunyi dengan cepat Cicil mengangkat teleponnya.
“Iya..”
“Cicil kita harus ketemu,”
Senyum Cicil berkembang saat mendengar suara yang sangat Cicil rindukan, padahal baru tadi siang dia bertemu Aa Riki, tapi rasanya sudah berabad-abad lamanya.
“Iya, Aa..”
•••
Cicil sudah duduk manis dimeja yang ada, Cicil mengunakan baju terbaiknya, sebuah summer dress berwarna merah yang membuat kulitnya tampak lebih bercahaya, make up yang digunakannya sangat sempurna. Berkali-kali lelaki menatap Cicil dari yang malu-malu sampai yang terang-terangan.
Cicil melihat jam tangannya, saking semangatnya Cicil datang lebih cepat 30 menit dari waktu yang disepakati dengan Aa Riki.
__ADS_1
“Neng...”
“Aa..” ujar Cicil sambil menatap Aa Riki dengan senyuman terbaiknya.
“Neng potong rambut ?” tanya Aa Riki
“Iya, aneh yah ?” tanya Cicil sambil mengusap rambutnya yang Cicil potong menjadi sebahu.
Sialnya dengan potonganan rambut barunya, Cicil benar-benar terlihat cantik, Aa Riki hanya bisa terpesona melihat wajahnya, Aa Riki benar-benar dibuat bertekuk lutut oleh kecantikkan Cicil.
Aa langsung duduk dihadapan Cicil dan terus menatap Cicil.
“Aa mau makan apa ? Aa mau makan chiken teriyaki kesukaan Aa ?” tanya Cicil sambil tersenyum pada Aa Riki.
Aa Riki terdiam menatap Cicil, “Cil...”
“Iya..”
“Aa nyerah, Aa ngak bisa jalanin hubungan ini, Maaf.”
Brak...
Buku menu yang tadi masih Cicil pegang dengan mantap tiba-tiba jatuh kelantai.
“Gimana ?” Cicil ingin memperjelas perkataan Aa Riki, apa dia tidak salah dengar.
Aa Riki menghela napasnya, rasa sakit dan sesak Aa Riki rasakan di dadanya. Dia ingin memeluk Cicil kemudian menciumi setiap jengkal wajahnya, tapi semuanya harus Aa Riki tahan. Dia terlalu pengecut dan terlalu sayang pada Cicil, dia tidak mau menyeret Cicil untuk beradaptasi dengan kehidupan sosialnya. Cicil tidak akan mampu hidup sederhana, hidupnya sudah bergelimang harta dari kecil.
“Aku mau kita pisah, kita putus kita akhirin semuanya,” ujar Aa Riki sambil berusaha untuk tersenyum padahan didalam hatinya terasa sangat sakit.
Air muka Cicil yang tadinya ceria berubah pias, air matanya tiba-tiba tergenang di matanya, rasa sakit langsung menjalar di hatinya.
“Kenapa ? Karena aku ngak perawan ? Karena aku bekasan orang ?” Isak Cicil sambil mengusap air matanya dengan kedua punggung tangannya.
“Bukan...”
“Terus kenapa !?” jerit Cicil keras membuat beberapa orang disana menatap ke arah Cicil.
Aa Riki langsung berpindah posisi duduknya, dia langsung duduk disebelah Cicil kemudian memeluk Cicil. Cicil pasrah dipeluk Aa Riki, dengan cepat ditelusupkan kepalanya ke dada Aa Riki.
“Kenapa, Aa” isak Cicil lagi bingung, kalau alasannya bukan kegadisannya terus apa ?!
“Aa..Aa terlalu takut, Aa Takut ngak bisa bahagiain kamu, Aa cuman orang biasa, Cil. Aa bukan orang kaya, Aa bukan anak sultan,” bisik Aa Riki sambil mengeratkan pelukannya.
“Bohong, pasti ini gara-gara aku bekas orang..!” pekik Cicil histeris sambil memukul dada Aa Riki keras.
“Bukan Neng, Bukan sumpah bukan karena itu, Aa ngak peduli sama itu semua. Karena Aa sayangnya sama Neng, bukan sama perawan Neng,” perjelas Aa Riki sambil menciumi pucuk rambut Cicil.
“Terus kenapa, aku salah apa, Aa Tega.”
__ADS_1
“Kamu ngak salah Cil, yang salah aku. Aku yang terlalu pengecut untuk menghadapi semuanya, aku ngak sanggup buat masuk kepergaulan kamu, aku ngak sanggup,” ujar Aa Riki jujur.
“...”
“Aku ngak mau kamu menderita pas sama Aku, aku ngak sekaya Juan yang sangup memberikan fasilitas kelas atas untuk kamu, aku ngak sanggup. Mungkin gaji aku satu tahun cuman cukup buat beliin body lotion kamu doang Cil, aku ngak mau bikin kamu sengsara, aku ngak mau,” ujar Aa Riki sambil memeluk Cicil dengan erat seperti itu pelukkan terakhir mereka.
“Aku...aku bisa cari semuanya sendiri, Aa. Please perjuangin aku, please...” paksa Cicil sambil menatap Aa Riki dengan tatapan memohon, kalau perlu Cicil bakal bersimpuh dikaki Aa Riki.
“Aku... aku ngak mau kamu menderita, Cil. Aku ngak sangup narik kamu kekehidupan aku yang sederhana, kamu anak sultan Cil, kamu udah bergelimang harta dari kecil. Aku ? Aku orang biasa aja, aku bukan anak sultan, aku cuman anak petani biasa..!” ujar Aa Riki lagi sambil menahan air matanya, dia harus menahan air matanya.
“Aa, Cicil mohon Cicil ngak bisa hidup sendirian, Cicil mohon,” mohon Cicil sambil mengatupkan kedua tangannya memohon pada Aa Riki, tangisnya pecah dia ngak mau hidup sendiri dia ngak mau, dia butuh Aa Riki.
“Maaf Cil, maaf...”
Cicil mendorong Aa Riki, air matanya tak berhenti mengalir, Cicil bersusah payah untuk mengelap air matanya, tapi hasilnya nihil yang ada air matanga terus menerus mengalir dan napasnya makin sesak karena menangis histeris.
“Kamu pengecut, Aa.”
Aa Riki terdiam, iya dia terlalu pengecut, dia kalah sebelum berperang.
“Maaf..”
“Jahat kamu, Aa, jahat..”
Aa Riki memeluk Cicil lagi kemudian mencium pucuk rambut Cicil dan menghirup wangi rambut Cicil dalam-dalam seperti ingin membuat kenangan dari wangi rambut Cicil yang lembut, tangannya mengusap pipi Cicil lembut, diciumnya kening, kedua mata Cicil, kedua pipi Cicil dan terakhir dikecupnya bibir merah Cicil, candunya..
“Maaf, hidup yang baik, Cil...”
Aa Riki langsung pergi dari sana meninggalkan Cicil yang menangis histeris, kedua tangan Cicil menutup mulutnya untuk meredam suaranya yang keras karena menangis, hati Cicil sakit, tuhan ini terlalu sakit.
Cicil seorang Alpha Female (Istilah ini digunakan untuk mendefinisikan para perempuan yang kuat kemauannya, percaya diri, dominan, tegas, serta seringkali menunjukkan kualitas kepemimpinan yang baik), cantik, kaya, sexy, dan sempurna harus menangis histeris hanya karena ditinggal oleh Riki Trina, lelaki kampung biasa yang berstatus sosial jauh dibawah Cicil.
Kenapa cinta sebrengsek ini untuk Cicil, apakah ini karma buruk milik Cicil ? Cicil tidak mau tau dan tidak ingin tau. Cinta itu indah tapi sakit untuk Cicil.
•••
Done...
Apakah ini akhir kisah cinta Cicil dan Aa Riki ?
ntahlah.. biarkan pasangan manis ini memiliki ceritanya sendiri, biarkan pasangan beda status sosial ini memiliki ceritanya sendiri, di tempat lain, di tempat yang lebih baik...
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon