
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
"Arghh.. makasih loh Cil, makasih banyak kamu udah bebasin aku. Luv banget..." Becca memeluk sahabatnya itu dengan erat.
"Kenapa kamu lakuin hal gila, gitu sih. Orang bodoh mana yang bikin rencana seabsurd gitu ?" tanya Cicil sambil menyisir rambut panjangnya kebelakang.
Becca hanya mengerucutkan bibirnya, saat ini Becca sedang tinggal di apartemen Cicil. Keluarganya menolak untuk menerima Becca. Becca hanya diberikan 1 credit card.
"Gue kesel, Adipati tuh ngak pernah percaya cinta, dia ngak pernah jatuh cinta. Tiba-tiba dia berubah jadi bucin. Demi apapun Adipati sampai ngelamar cewe itu di Skye. Gila ngak ???" cerocos Becca sambil menusuk-nusuk pancake strawberry di depannya.
"Damn, Bec. Lo 'kan bisa deketin Adipatinya, lo bikin dia kelepek-kelepek, lo kan liar di kasur. Jangan lo usik cewenya. Gitu doang kok ngak bisa," maki Cicil sambil mengecek notifikasi handphonenya berharap ada sesuatu dari Juan.
"Udah gue coba, gue lakuin semuanya tapi, nihil. Gue ampe kesel sendiri. Gue datengin cewenya eh malah dianya yang lebih galak dari gue. Gue diceburin ke kolam dung, Cil..." rengek Becca pada Cicil yang langsung disambut tawa Cicil.
"Kocak, lo ah. Oke tell me about Iis."
"Iis ? Ihh sama aja bar barnya sama Taca...."
"Hah.. siapa Taca ?"
"Taca cewe yang ngerebut Adipati dari gue. Cil. Jadi Taca sama Iis itu sahabatan. Sama kaya gue ma elo," perjelas Becca sambil melemparkan sendoknya, nafsu makannya menghilang.
"Oh, Yah."
"..."
"Sooooo"
"Jadi, si Iis ini pacaran sama Juan, menurut kabar yang aku denger sih, Juan yang kejar-kejar Iis. Awalnya Iis nolak tapi Juan gigih. Pokoknya mereka jadi pacaran aja sekarang," cerocos Becca sambil memberikan photo Iis pada Cicil.
Cicil menyerngit melihat photo dihadapannya. Astaga cantikan dia kemana-mana. Kenapa juga Juan bisa suka wanita kampung kaya gini. Stupid...
"Ini cewe nya ? Ini yang bakal nyandang nama Mrs. Wijaya ? Gue harus kalah dari cewe kaya gini ?" Bentak Cicil sambil melempar handphone Becca kelantai marmer.
"Damn, Cil... ngak handphone gue juga lo lempar."
PRANGGG
"Arghhh..!!" Cicil melempar piring dan gelas.
"DAMN, Cil calm down...! You said you don't love Juan anymore, tapi kenapa sekarang kamu ngamuk gini ?" maki Becca, Becca mengerti sekarang kenapa Cicil tidak punya sahabat selain dirinya, sifat tempramental Cicil benar-benar sulit dikontrol.
"Arghh... who said that ?" Cicil membanting piring dihadapannya.
"You, idiot..!!!"
"Hahahahahhaaaa... gue lupa. Astaga... gue cuman takut kehilangan servant, Bec."
"Pelayan ? Maksudnya."
__ADS_1
"Juan itu "pelayan" gue diranjang, Bec..."
"WHATTTTT ????"
"Ngak jangan berpikiran sampai ke arah BDSM, no.. gue ngak segila itu. Entah kenapa gue punya kepuasan sendiri, melakukan itu dengan Juan yang patuh, penurut dan tanpa ikatan. aku suka..."
"Loe gila, Cil... jadi sekarang lo mau bikin Juan sama Iis putus, tapi elo tetep ngak mau nikah sama Dia, terus fungsinya apaan?"
"Yah.. gue ngak mau kehilangan servant gue, angap aja Juan hewan peliharan. Dan lagi gue 'kan anak satu-satunya dikeluarga gue Bec, jadi ngak mungkin gue nikah sama cowo ...."
TING TONG....
Becca dan Cicil saling berhadapan, merasa tidak memesan apapun kebingungan dengan suara bel.
"Iya..." jawab Cicil sambil mendekati pintu. Saat membuka pintunya matanya membulat.
"Adipati, long time no see..." ujar Cicil sambil memeluk Adipati.
Adipati hanya mendorong badan Cicil, menahan napasnya, dia benar-benar tidak kuat menahan wangi parfume Cicil.
"Mana Becca ?"
"Honey ???" jerit Becca sambil berlari kearah Adipati, Becca tidak menyangka kalau Adipati akan datang kesana.
"Tau dari mana aku bebas, Hon..." saat Becca mau mengalungkan tangannya keleher Adipati, Adipati sudah menahan tangan Becca kemudian meremasnya dengan kasar.
"Auhhh sakit, Di...!!! Kamu kenapa sih ?"
"Ini peringatan dari gue, jangan pernah bikin perkara sama gue. Jangan pernah berpikir buat deketin Taca, NGERTI KAMU...!!!" bentak Adipati pada Becca sambil mendorong Becca sampai jatuh.
"GET OUT...!! I SAY GET OUT...!" pekik Cicil yang kaget melihat Adipati mendorong Becca dengan kasar.
"Aku bilang keluar Adipati, kamu tau kan saya siapa ? Saya ini wanita kesayangan Juan Wijaya...! Keluar..!"
"HAHAHAHAH... Are you sure about that, Cil ?" tanya Adipati sambil mendorong tubuh Cicil ke dinding, kemudian mengusap pipi mulus Cicil.
"Yes.."
"Kamu tau, mau aku bunuh pun kamu saat ini, Juan tidak akan peduli, sayang." tambah Adipati.
"Bullshit...!!"
Adipati mengambil handphonenya kemudian menghubungi Juan dangn mode speaker.
"Iyah Di.. lo udah dijakarta ?" tanya Juan.
"Udah, Ju.."
"JUANNN HELP ME... Adipati gila..!" potong Cicil, dia berharap Juan menolongnya dan membungkam mulut Adipati.
"Oh, hai Cil. Kamu lagi sama Adipati ? Oh.. have fun, yah. Ketemu di kantor besok yah, Di.."
Klik...
Mata Cicil membulat, pikirannya kalut, dia kaget setengah mati. Kenapa Juan jadi sedingin itu. Tidak pernah sekalipun Juan menperlakukannua seperti tadi.
__ADS_1
"See... jadi Cil, kembali ke Belgia. Biarkan Juan bahagia dengan calon istrinya. Mengerti, manis..." ujar Adipati sambil melepaskan cengkramannya dan meningalkan Becca dan Cicil yang masih syok.
"Ini ngak mungkin, ini ngak mungkin..." racau Cicil sambil menarik-narik rambutnya.
•••
"Ngak mungkin...!!!" teriak Cicil sambil melempar semua benda yang ada disekitarnya. Apartemennya hancur, kaca bertebaran dimana-mana. Bantal-bantal sudah robek. Semua benda di apartemennya sudah hancur berantakan.
Becca hanya bisa tersenyum melihat Cicil yang merusak semua barang diapartemennya. "Udah ngamuknya ?"
"ARGHHHH this is impossible (ini ngak mungkin)....!!"
PRANGGGG...
Cicil melempar vas bunga kedinding, kemudian berteriak kencang, Becca langsung mengambil earpods-nya kemudian mendengarkan popcast Deddy Corbuzier, lebih baik membiarkan Cicil menghancurkan apartemennya dari pada Becca kena semprot.
"Kenapa, kenapa ?? BECCA WHY JUAN IGNORED ME ???" jerit Cicil kesetanan sambil mendekati Becca yang masih mengenakan earpods.
"BECCA, ANSWER MEEE...!!!!" bentak Cicil sambil mengambil earpods di salah satu telinga Becca.
Becca langsung menatap Cicil sambil tersenyum penuh arti, " Karena Juan jatuh cinta sama Iis. Lo tau kan, lo pernah ngerasain kan jadi pacar Juan. Sebanyak apa privilage yang dikasih Juan ke lo. Sebaik apa dia memperlakukan lo. Yah... walau kadang dia masih suka celup sana sini, tapi dia tetep sama lo, kan."
Senyuman licik tiba-tiba muncul dari mulut Cicil. "Kamu bener, dulu walau gue sama Juan pacaran. Juan masih suka celap celup. Kenapa sekarang ngak ? ".
"Maksud lo ?"
"Come on, kalau pas sama gue aja, dia masih suka celap celup. Kenapa sekarang pas sama Iis dia ngak ngelakuin itu ?"
Becca kebingungan dengan perkataan Cicil. "Hah.. gimana ?"
"Maksud gue, dulu pas dia sama gue, Juan masih suka celap celup kan. Sekarang pas sama si Iis ini, pasti Juan masih suka celap celup juga. Jadi bisakan dia pacaran sama si Iis ini tapi jadiin gue yang kedua."
"Maksudnya lo yang jadi gundiknya ???" pekik Becca kebingungan. 'Sinting ini orang...!!' batin Becca.
"Iya, kenapa ngak. Lo tau kan gue ngak mungkin nikah sama Juan. Gue cuman butuh Juan di ranjang, lo pinter, Becca..!" ucap Cicil sambil mencium pipi Becca kemudian berlari ke kamar nya.
Becca hanya bisa diam melihat kelakuan sahabatnya, banyak yang bilang Becca gila, tapi mereka belum tau betapa gilanya seorang Cicil Bouw, anak satu-satunya keluarga Bouw pemilik Abelig Aviatin perusahan yang bergerak dibidang penerbangan.
•••
Holaaaaaaa
Gimana apa Juan masih suka celap celup ? Gmn gmn ???
Reader tersayang sekarang kisah mas Juan dan Iis dulu yah...
Kita selingan dulu hehehee...
yang kangen kebahlulan keluarga Taca sabar dulu yah (author mau cari dulu apa bahan lawakan yang pas hihihihiii 🙈)
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon