
Entah dapat kekuatan dari mana Taca mengangkat koper Cabin sizenya kemudian melemparkan koper tersebut kearah Adipati. Dengan mulus koper tersebut menghantam kepala Adipati dan mendarat mulus dibadan Becca.
"Auwww...." teriak Adipati dan Becca bersamaan.
Adipati langsung menjatuhkan badannya kesamping, sedang Becca mendorong koper yang menimpa tubuhnya. Belum sempat Becca Sadar dari keterkejutannya Taca sudah menarik rambut Becca dengan keras.
"Ngapain kamu disini, Sialan...!!!" maki Taca sambil menarik rambut Becca keras.
Becca yang kaget langsung memegang tangan Taca, "DAMN TACA...!!!! It's hurt...!!!!"
Taca melepaskan rambut Becca kemudian mengangkat tangannya.
PLAKKKK PLAKKKKK BUGGG...
Taca menampar Becca berkali-kali sambil mengumpat semua kata-kata kasar yang Taca tau.
Becca kepayahan mendapatkan tamparan, cakaran dan pukulan dari Taca. Adipati yang kaget dengan reaksi Taca langsung menarik badan Taca untuk menjauhi Becca yang babak belur di pukuli Taca. Badan Taca memang kecil tapi tenaga Taca jangan ditanya.
"Lepassssss...." teriak Taca sambil menghentakkan badannya dengan liar, Adipati kewalahan menahan badan Taca, pelukkannya longgar membuat Taca bisa berbalik menatap Adipati dengan cepat Taca...
BUGGGG PLAKKK PLAKKK...
Taca memukul dada Adipati kencang, dan menampar pipi Adipati kanan dan kirinya dengan keras. Adipati kaget mendapatkan tamparan dan pukulan dari Taca.
"Kamu kenapa ???" teriak Adipati sambil mengguncang badan Taca keras.
"Kenapa ?? Kenapa kata kamu, istri mana yang ngak marah liat suaminya tidur dengan wanita lain ???" teriak Taca keras.
Adipati mengeretakkan giginya, pikiran Adipati dan Taca benar-benar kalut dan diselimuti rasa cemburu. Adipati yang cemburu melihat photo-photo Taca dengan Radi dan Taca yang cemburu melihat Adipati bersama Becca.
"Sinting yah kamu, pantes aku teleponin, aku chat ngak dibales. Lagi enak-enak sama unggas ? Masih cinta kamu sama dia hah...! Jawabbbb...!!!!!" teriak Taca sambil menahan air matanya, Taca lelah kenapa kisah cintanya hanya berputar-putar dimasalah yang sama. Cape, lelah, muak....
"Sinting... kamu yang sinting TACA...!!!" bentak Adipati.
Taca terkesiap saat mendengar Adipati memanggil namanya bukan, nama kesayangannya. "Aku ?, kamu yang sinting...!!!!"
"Kamu ngapain pergi sama Radi, enak dicium Radi hah ??? Enak ???" tanya Adipati ngamuk. "Yah maaf kalau aku selingkuh, kamu yang selingkuh duluan masalahnya, seneng dicium Radi, TACAAAAA ?" bentak Adipati kesal, Adipati sudah hilang akal, rasa cemburunya membutakan akal sehatnya.
"Kok... aku dari tadi siang udah chat kamu, aku udah bilang aku pergi sama Radi, siapa yang ciuman. Jangankan ciuman dipegang Radi aja aku ngak pernah, Di..."
Taca menghentakkan tangannya membuat tangan Adipati terlepas dari bahunya, dengan cepat Taca bangkit dari duduknya kemudian melihat Becca yang sedang membenarkan rambutnya dan memegangi wajahnya yang habis Taca tampar, pukuli dan cakar.
__ADS_1
"Aku nelponin kamu, chat kamu dari siang ngak kamu angkat sama sekali, ternyata kamu lagi asik sama unggas sialan ini, trus kamu sekarang bilang aku selingkuh," Taca menahan tangisnya. Rasanya Taca ingin menjerit keras-keras.
"Kamu jahat, Di. Maaf mengganggu silahkan dilanjutkan," ujar Taca sambil berlari keluar kamar dengan hanya berbekal tas, melupakan kopernya.
Adipati terdiam melihat Taca keluar dari kamar entah kenapa egonya melarang Adipati untuk mengejarnya. Ego Adipati menang saat ini, ego bodoh yang akan memperumit masalah yang ada.
•••
"Wow... kasar banget istri kamu," ujar Becca sambil mengambil handuk kemudian membalut tubuhnya.
Adipati hanya bisa menutup matanya, kemudian mengambil bathrope dan membungkus badannya dengan bathrope. Diambilnya handphone dinakas.
"Istri kamu bikin muka aku babak belur, rambut aku sampai rontok," ujar Becca sambil keluar kamar lalu mengambil long coatnya kemudian menggunakannya, dan kembali ke kamar saat kembali kekamar dia menemukan Adipati sedang menatapnya tajam.
"Honey, what's wrong ?" tanya Becca bingung melihat perubahan muka Adipati.
"Bec... kamu ngak capek terus-terusan kaya gini ke aku ?" tanya Adipati sehalus mungkin, dia sudah terlalu capek terus dipusingkan dengan kelakuan Becca. Demi apapun dia ingin bahagia bersama Taca.
"Maksudnya ?"
"Bec.. aku ini cuman manusia biasa, aku ngak pantes kamu kejar sampai sebegininya. Bec.. ini bukan cinta, ini obsesi. Please stop..." ujar Adipati entah kenapa saking lelahnya gaya bicara Adipati benar-benar berubah 180 derajat.
"Obsesi ? Aku cinta sama kamu..."
Becca terdiam melihat apa yang akan di lakukan Adipati, kepalanya berpikir cepat siapa yang ditelepon oleh Adipati.
"Hai, Mr. Nata. Ini Adipati, iyah terima kasih untuk ucapan selamat pernikahannya. Mr. Nata saya hanya ingin menyampaikan bisa anda jaga perilaku anak anda, Becca. Karena saya sudah terlalu jengah dengan kelakuan anak Bapak,"
"Maksudnya bagaimana ?" tanya Mr. Nata bingung dari seberang telepon.
"Maksud saya, tolong urus anak Bapak, bawa dia dari kamar saya saat ini juga di Singapura, suruh dia jangan buat onar lagi dengan kehidupan saya. Kalau bapak tidak bisa mendisiplinkan anak Bapak, akan saya angkat kembali kasus Becca yang membuat istri saya hampir diperkosa, kasus Bapak tentang jual beli batu bara, dan akan saya minta Juan Wijaya untuk menarik semua investasinya di perusahaan Bapak. Oh dan satu lagi investasi atas nama keluarga Berruti pun akan saya cabut. Semuanya...!!!" ujar Adipati sambil menatap Becca yang hanya bisa menahan napasnya.
"Tapi.." ucap Mr. Nata terpotong.
"Anak bapak ada disini, hanya menggunakan pakaian dalam dan...."
Adipati mengulik handphonenya kemudian mendekati Becca dengan sekali hentak di lepaskannya long coat milik Becca.
KLIK KLIK KLIK...
"Saya punya photo anak Bapak hanya menggunakan pakaian dalam saja, Pak. Saya sudah lelah menghadapi anak Bapak, sekarang saya minta disiplinkan anak Bapak dengan benar. Terima kasih,"
__ADS_1
Adipati menutup teleponnya kemudian menatap Becca dengan tatapan 'mau apa lagi kamu ?'.
"Adipati, keparat kamu. Maksud kamu apa ?? Hapus photo aku, telepon balik Papa, bilang itu semua ngak bener. Cepet...!!!!" ujar Becca ketakutan, demi apapun Becca sangat takut dengan Papanya. Papanya tidak pernah memberikan kata ampun pada dirinya.
"Bec... biarin aku bahagia, sekarang keluar... aku udah kirim photo kamu tadi ke Papa dan ke Abang kamu, ingat kalau sampai bikin perkara lagi. Aku sebar photo kamu ngak ada ampun Becca. Aku bisa minta Juan buat ngelakuinnya." Adiapati memperingatkan Becca sambil mencengkram lengan Becca kemudian menyeret Becca keluar dari kamarnya.
"Kamu tega, Hon..."
"Adipati nama aku Adipati, mulai sekarang belajar panggil aku pake nama Aku. Adipati," Adipati langsung menutup pintu dengan cepat.
Becca hanya diam menatap pintu kamar Adipati yang ditutup didepannya.
Zretttttt zrettttt
Becca melihat nama Abangnya di layar handphonenya. Napasnya terhenti, Adipati benar-benar menekannya. Adipati benar-benar menggunakan keluarga Becca untuk mengusirnya dari kehidupan Adipati.
"Ya..."
"Kamu gila atau ngak punya otak...!!! Pulang kamu ke Kalimantan sekarang, Papa mau nikahin kamu sama jodoh pilihannya, pulang...!!!!" bentak Abang Becca keras.
"Iya, Bang..." jawab Becca pasrah. Mungkin sudah waktunya dia pulang, sudah waktunya dia pasrah pada keadaan. Tangisnya pecah rasa sakit yang Becca dapat dari pukulan, tamparan dan cakaran Taca tidak seberapa dengan rasa sakit hatinya untuk mengakui kekalahannya.
Becca menyerah...
•••
Nih kaka gallon kasih bonus update biar ngak darah tinggi yeh... harusnya ini episode besok keluarnya. Tapi daripada emosi tingkat kecamatan semuanya kaka Gallon kasih yah...
One down...
Kapan Radi nyerah ? Gimana cara Radi nyerah ? Ya udah baca aja terus banyakin obat penurun darah tinggi yah heheheee...
Luv gallon...
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
__ADS_1
Salam sayang Gallon