
Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻
jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️
•••
Taca menatap matahari didepannya, saat ini dia sudah menjejakkan kakinya di Bandara Udara Internasional Changi Singapura, Taca menarik kopernya dengan bahagia.
Adipati sudah memberitahukan pada dirinya kalau dia rapat hingga sore hari, hingga Taca punya waktu untuk berjalan-jalan dulu di Singapura.
Taca berjalan sambil menunjukkan senyumnya sesekali dia berlari-lari kecil, Taca melihat beberapa toko di Bandara. Saking asiknya Taca melihat-lihat keadaan disana tanpa sadar dia menabrak seseorang.
BRAKKK...
"Maaf, maaf eh Sorry...." Taca langsung meminta maaf sambil menepuk-nepuk pahanya.
"RADI..."
"TACA.."
Taca kaget bisa bertemu Radi disana, "Kok kamu bisa disini ?".
"Hahahaaa aku warga negara sini, kamu lupa ? Aku yang mau nanya kenapa kamu bisa disini ?" tanya Radi sambil menarik koper Taca.
"Mau apa ?" tanya Taca bingung saat melihat Radi mengambil koper Taca.
"Mau bantuin kamu bawa koper. Kenapa ngak boleh ?"
"Masih mampu, ngak usah. Permisi..." ujar taca menjauh dari Radi.
"Ta..Ta... tunggu..."
"Apa ? Mau ngehasut apa lagi, hah ?" tanya Taca kesal sambil terus berjalan mencari pintu keluar, dia ingin cepat-cepat bertemu dengan supir yang sudah dijanjikan oleh Adipati.
"Ngak, aku ngak mau hasut apa-apa lagi. Aku...aku bahagia buat kamu," dusta Radi sambil menarik tas selempang Taca.
"Ya udah, makasih. Aku duluan..." ujar Taca dengan cepat berjalan kearah pintu keluar meninggalkan Radi yang menatap Taca.
•••
"Mrs. Berutti ?"
Senyum Taca mengembang lebar saat supir yang dikirim Adipati memanggilnya Mrs. Berutti. "Iya..."
"Mari, Bu. Sini saya bantu," ujar lelaki tersebut sambil membantu Taca memasukkan kopernya kedalam mobil.
Taca dengan cepat masuk kedalam mobil kemudian duduk dengan manis dijok belakang.
"Mau kemana, Bu ?"
"Ke..."
Tok tok tok...
Taca melirik ke jendela mobilnya kemudian melihat Radi yang mengetuk-ngetuk pintu mobilnya. Taca langsung membuka kaca jendela mobilnya.
"Apa sih ?"
"Galak amat, aku ikut dong, supir keluarga aku ngak ada. Please anterin aku kerumah," pinta Radi.
"Ogah... aku mau ke Singapore Flyer, udah sana naik taxi...!" ujar Taca kesal.
"Ta... please, kita ke Singapore Flyer dulu baru dari sana kita ke tempat aku di Marina Bay Sand, Please."
"Wah, kebetulan Mrs. Berutti anda menginap di hotel Marina Bay Sand." Potong supir.
__ADS_1
"Nah, kan searah, Please Taca. Nanti aku di culik..." Radi memberikan tatapan mata puppy eyesnya.
Taca terdiam melihat Radi, menimbang-nimbang apa yang harus dia lakukan. Dia juga ngak mau jalan-jalan di Singapura sendirian, Adipati baru mau menemaninya besok untuk menjelajah kota Singapura.
"Ya udah, buru (cepat)...!" ujar Taca sambil menggeser duduknya ke samping kanan.
"Terima kasih, Ta," ujar Radi sambil masuk kedalam mobil dengan cepat.
"Kamu ngak bawa koper ?"
"Ngapain, baju aku banyak disini." ujar Radi cepat.
"Sombong bener..."
"Lah, emang aku sombong, Ta. Baru tau kamu tuh ? Nih, minum pasti lupa kamu bawa minum," ujar Radi sambil memberikan air mineral pada Taca.
"Makasih, nih..." Taca mengambil botol air mineral dari Radi sambil memberikan sebungkus tissue.
Radi terkaget-kaget melihat tissue yang diberikan Taca, "Kamu masih inget ?"
"Masih lah, cowo tissue hahahahaaa..." Taca tertawa lepas sambil mendorong bahu Radi pelan.
Deg...
Jantung Radi berdetak cepat melihat senyuman Taca. "Iya..Ta.."
Sepanjang perjalanan Taca bercoleteh riang menanyakan semua hal yang mereka lewati, dari mulai gedung, bangunan-bangunan hingga taman-taman. Radi dengan sabar menjawab semua pertanyaan Taca sambil sesekali menunjukkan hal-hal unik di Singapura.
Radi menatap Taca yang terus tertawa dan tersenyum sepanjang perjalanan, rasanya Radi ingin menghentikan waktu yang ada. Menghentikan segalanya, membuat Taca menjadi miliknya.
•••
"Radi, cepet... lama ih..." ujar Taca sambil berjalan masuk kedalam pintu masuk Singapura Flyer, Taca berlari mendekati taman yanga ada disana.
"Hayu cepet, lama ih kebiasaan jalannya kaya keong....!!!" ujar Taca kesal sambil menarik tas Radi, Radi hanya tersenyum melihat Taca yang menarik-narik tas milik Radi.
"Ih Radi..."
"Iyah sebentar Taca, aku beli tiket dulu, sabar."
Taca langsung menunggu di dekat eskalator, sambil terus melakukan selfie dengan berbagai gaya.
"Narsis," ujar Radi sambil menjawil hidung Taca, dengan cepat Taca menepis tangan Radi.
"Jangan pegang-pegang Radian Hasta..!"
"Hahahhaaa maaf-maaf kamu ngak robah centil sama narsis." ujar Radi sambil berdiri disamping Taca.
Taca hanya tersenyum mendengarkan perkataan Radi, dia sibuk mengirimkan photo-photonya pada Adipati.
"Taca... Taca..."
Taca dengan cepat melihat ke arah Radi sambil tersenyum dan.
Klik..
Radi memotret dirinya dengan Taca, photonya nampak seperti Taca dan Radi yang sedang berpacaran.
"Photo apa sih ? Hapus..." hardik Taca kesal, sambil berusaha mengambil handphone Radi. Radi dengan cepat mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
Taca yang pendek langsung meloncat-loncat untuk mengambil handphone Radi.
"Iya..iya ini gue hapus," dusta Radi, dia ngak mau menghapus photonya sama sekali.
"Beneran udah dihapus ?"
__ADS_1
"Udah.."
Taca langsung memasukkan handphonenya kedalam tasnya, lalu masuk kedalam salah satu gondola yang sudah diisi dengan satu pasang muda dan satu keluarga kecil.
Gondola pun bergerak naik keatas, Taca langsung tersenyum senang sambil menarik tas Radi untuk mendekat pada dirinya.
Saat sudah di puncak Taca langsung meminta Radi untuk memphotonya disana, Radi pasrah memphoto Taca dengan berbagai gaya.
"Makasih, Rad..." ujar Taca sambil melihat hasil photonya.
"Mbak, dari Indonesia juga ?" ujar gadis yang sedang berpelukkan dengan lelaki.
"Iya.." jawab Taca sambil tersenyum senang.
"Wah lagi honeymoon yah, Mbak. Suaminya ganteng banget." ujar Mamah Muda.
"Bukan.."
"Iya.."
Bug...
Taca langsung memukul bahu Radi kesal, karena Radi berbohong. "Bukan Mbak, dia pemandu wisata saya. Suami saya lagi ada rapat."
"Hahahaa... tapi cocok kan saya jadi suami dia ?" tanya Radi sambil merangkul Taca.
"Cocok" jawab Mamah Muda dan gadis yang tadi berbicara dengan Taca.
"Ngaco.." ujar Taca sambil mendorong Radi dan menjulurkan lidahnya.
"Hahahaa.." tawa Radi dan semua orang disana pecah karena melihat tingkah Taca yang mirip seperti anak SMA.
"Mbak, nginep dimana ? Saya Siska dan ini pacar saya Tian," ujar Siska mengenalkan dirinya.
"Marina bay sand.." jawab Taca dan Radi berbarengan.
"Beneran Mbak sama Masnya bukan suami istri ? Kompak amat Mbak." ujar Siska sambil tersenyum.
"Bukan, suami aku bukan dia. Dia mah jomblo akut, jomblo expired, Mbak," ujar Taca sambil menunjuk Radi.
"Yang bikin aku jomblo kan kamu, kamu nolak aku terus tiba-tiba nikah sama bule mesum..."
Bruk...
Taca langsung menginjak kaki Radi dengan kesal, "Jangan didenger Siska, dia mah halusinasi tinggi,"
Siska dan Tian hanya bisa tertawa melihat tingkah Taca dan Radi yang tampak seperti Tom and Jerry.
"Bareng aja Yuk, nanti mau makan di bawah. Di bawah ada resto lumayan enak kok. Kita bareng aja. Aku sama Tian juga ngingep di Marina Bay Sand," ujar Tian pada Taca dan Radi.
Taca langsung mengiyakan usulan Tian, makin rame makin asik menurutnya.
•••
Wuahhh pasti banyak yang ngamuk ini baca bab ini, sabarrr sabarrr... ini belum seberapa masih banyak yang bakal bikin kalian murka wahai pembaca hohohohohoooo...
*ditimpuk batu bata sama pembaca
Hahahaaa...
Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...
Add ig author yah storyby_gallon
Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️
__ADS_1
Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...
Salam sayang Gallon