Water Teapot

Water Teapot
S2 : Plan..


__ADS_3

Sebelum baca please, pencet tanda 👍🏻


jangan lupa komen juga yah, please... Tinggalkan jejak kalian, nanti aku mampir balik kok ❤️


•••


Saat mengetahui Taca sudah pulang ke apartemen, sore itu Iis langsung membeli hadiah untuk si kembar, Juan sudah mewanti-wanti Iis agar menggunakan Kartu Kredit darinya untuk membeli kado untuk si kembar.


“Bi, Taca ada ?” tanya Iis pada Bi Yuli.


“Ada, Non...” ujar Bi Yuli riang.


Iis langsung masuk sambil membawa bungkusan kado yang sangat besar untuk Taca. Iis membelikan banyak sekali baju dan pernak-pernik untuk Kama dan Kalila.


“Ini buat Kama dan Kalila, Taca dimana ?”


“Oke, Non Taca di ruang tamu lagi nyusuin.”


“Adipati ?”


“Den Adipati belum pulang kantor,” jawab Bi Yuli lagi.


Iis langsung berlari kearah ruang tamu dan menemukan Taca yang sedang menyusui Kama. “Iis...” bisik Taca pelan.


Iis langsung berjalan pelan-pelan karena tau kalau Kalila sedang tidur di bouncer. “Hai, Ibu menyusui.”


“Sini, aku kurang tidur ini. Kama semalaman ngerengek mulu, untung Kalila ngak rewel.” curhat Taca tiba-tiba.


Iis mengambil hand sanitizer dari tasnya lalu menggunakannya sebelum menyentuk Kama. Iis mencolek pipi Kama dengan gemas.


“Gimana enak jadi Mommy ?”


Taca hanya bisa tersenyum lemah, “Enak, tapi capeknya luar biasa...”


“Sabar nikmatin aja, Ta. Kamu ngak ada keinginan buat cari pengasuh buat bantu-bantu kamu ?” tanya Iis.


“Nanti deh, aku belum ada waktu buat ke biro-biro. Aku harus milih bener-bener, kalau pake yang muda-muda yang ada malah kecentilan ke Adipati lagi, bisa tandukkan yang ada aku,” ujar Taca waspada.


“Hahahaa... iya bener juga, aku juga..”


“Apa ? Kamu juga suka sama Adipati ?” tanya Taca galak.


“Hah ? Ngaklah. Tipe aku mah, tipe Om-Om hahahaa...”


“Idih pantesan mau sama Juan yang bangkotan,” ujar Taca sambil menahan tawanya.


“Biarin ganteng tau,” ujar Iis sambil menjulurkan lidahnya.


Oeee..oee..

__ADS_1


“Eh.. shutt shutt... cep cep, iya yang ganteng cuman Daddy, Uncle Juan mah ah biasa aja,” ujar Taca sambil mengayun Kama pelan.


“Ih... ganteng tau Uncle Juan, daripada Daddy...”


“Apa ?”


Iis langsung memelototkan matanya sambil tersenyum, “Kaya ikan pesut, hahahaa...”


“Ish... kamu tuh.”


Mereka pun tertawa bersama dengan suara serendah mungkin karena takut membangunkan Kalila dan Kama.


Taca yang tau bahwa Kama sudah tertidur pulas langsung menidurkan Kama di bouncer, dengan cepat Taca menyalakan pengaturan bouncernya agar bisa mengayun naik dan turun.


“Astaga rontok pinggang aku,” ujar Taca sambil merenggangkan badannya.


“Jompo bener sih kamu, semenjak nikah kamu makin jompo, Ta..” ujar Iis sambil tersenyum.


“Iya semenjak nikah, aku jompo,” ujar Taca sambil meminum air putih banyak-banyak.


Iis melihat Taca yang terus tersenyum sepanjang hari, sepertinya Taca benar-benar menikmati hidupnya menjadi seorang Ibu.


“Ta, kalau kamu baby blues langsung telepon aku, yah..” Iis mengingatkan Taca.


“Iya, kalau ada apa-apa aku bakal langsung ngedatangin kamu,” ujar Taca.


“Ta.. besok aku mau ketemu orang tua Juan. Doain yah,” ujar Iis sambil menatap Taca dengan tatapan memohon.


“Eh... belum..”


“Astaga, ayoo sini, pake baju aku aja, sepatu sama tasnya juga. Ayooo...” Taca dengan semangat 45 menarik tangan Iis kearah walking closet (lemari tapi bentuknya ruangan) miliknya.


Iis mengikuti Taca masuk kedalam walking closet miliknya, Taca dengan cepat mengambil beberapa baju, tas dan sepatu. Kemudian menyuruh Iis mencoba semuanya, akhirnya Taca dan Iis malah melakukan peragaan busana pribadi disana.


•••


Sementara itu jauh di salah satu perusahaan terbesar di Indonesia bahkan di Asia, ada seorang pria sepuh yang sedang menunggu sesuatu yang sangat penting.


“Pak..”


“Iya...”


“Pak ini semua tentang Ibu Lizbet Sandia. Semua data-data dan riwayat hidupnya sudah ditulis disini,” ujar Tian sambil menyerahkan map berwarna biru pada Pak Kevin Wijaya.


Kevin melihat map tersebut, membuka selembar demi selembar kertas dihadapannya, membacanya dengan sangat teliti. Saat menemukan sesuatu Kevin langsung tersenyum simpul.


“Tian..”


“Iya pak ?” tanya Tian sigap, menjadi seorang sekertaris sekaligus assisten pribadi Seorang Kevin Wijaya benar-benar membutuhkan kesigappan yang extra.

__ADS_1


“Urus semuanya, ingat apa yang saya suruh kemarin ‘kan. Pokoknya besok sebelum makan malam semuanya harus kamu urus, ngerti kamu. Jangan ada kesalahan sama sekali,” ujar Kevin memperingatkan Tian.


Tian menganggukkan kepalanya, kemudian dengan segera dia undur diri dari sana, Tian harus bergerak cepat berpacu dengan waktu bila ingin keinginan Bossnya ini terkabul.


Kevin kembali membaca berkas-berkas tentang Iis didepannya. Dia terus tersenyum membaca semuanya. Kevin benar-benar harus waspada pada wanita bernama Lizbet Sandia ini, anaknya mungkin terperdaya tapi dia tidak.


Zzzzzrrrttt Zzzrrrttt...


“Ya halo...” Kevin mengangkat teleponnya tanpa melihat siapa yang meneleponnya.


“Papih, besok jadi ‘kan,” ujar Juan, ternyata yang menelepon adalah Juan anak semata wayangnya.


“Jadi, Juan. Mamih udah nyiapin semuanya.”


‘Begitu pula dengan Papih,’ batin Papih sambil menggaruk hidungnya.


“Oke, Juan kesana jam makan malam yah.”


“Iya..” jawab Papih singkat.


“Papih,” panggil Juan singkat.


“Kenapa ?”


“Tolong, tolong jangan bikin Iis ngak enak sama latar belakangnya, tolong Papih jangan ungkit-ungkit tentang harta kekayaan. Iis bukan wanita seperti itu,” ujar Juan mengingatkan Kevin.


Kevin hanya bisa mendengus kesal, benar-benar bodoh Juan ini, bisa-bisanya terperdaya oleh gadis kampung bernama Lizbet Sandia.


“Iya, Papih ngak bakal ngomong apa-apa. Biar Mamih aja yang ngomong, Papih bakal bungkam,” ujar Kevin.


“Awas, yah Pih, Juan bakal ngambek kalau Papih bikin aneh-aneh sama Iis,” Juan benar-benar memperingatkan Kevin.


“Iya, Nak..”


“Oke, see you Pih,” ujar Juan sambil menutup sambungan teleponnya.


Kevin hanya tersenyum sinis sambil menatap selembar kertas yang menuliskan informasi yang sangat-sangat berharga untuk Kevin.


•••


Pendek yah ?


Maaf kaka gallon tiba-tiba abis ide hohohohoo...


Terima kasih sudah membaca maaf klo masih banyak typo...


Add ig author yah storyby_gallon


Jangan lupa comment,like, kasih bintang, kasih tau juga orang-orang satu kampung buat baca karya author and vote yah ❤️❤️

__ADS_1


Comment yang banyak, author suka keributan hehehe...


Salam sayang Gallon


__ADS_2