CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption10


__ADS_3

Anita secepat kilat berlari ke kamar dan menguncinya.Setelah memakai bajunya Anita menemui Jim yang sedang duduk di sofa depan TV.


"Aku beli martabak dulu ya, di ujung jalan. Tidak ada makanan," kata Anita,Jim menggelengkan kepalanya.


"No,tidak perlu.Di meja itu ada makanan yang aku beli di restoran jepang.Pake baju seperti ini,pasti banyak laki laki yang ingin menegapmu."Jim menarik narik blous ketat Anita.


Anita beranjak untuk mengambil kotak makanan yang ditaruh pria itu di meja,lalu mengambil minuman di kulkas.Lho ko penuh,ada buah,susu,es cream dan cemilan cemilan lain.Anita menoleh ke arah Jim, pria itu segera faham maksud Anita.


"Tadi aku ke supermarket sebelum ke sini," katanya.Jim menjentikkan jari supaya Anita mendekat.Gadis itu segera duduk di samping Jim yang sedang menonton TV.


"Harusnya telfon dulu,kita bisa berkencan di luar.Rumahku jelek dan sempit,"kata Anita. Jim menyentilkan jarinya ke dahi Anita.


"Makanlah,habis ini pijat tanganku.Kau harus bertanggung jawab karena menyuruhku tanda tangan berkardus kardus."Jim menyuapkan Shushi ke mulut Anita lalu melorot ke bawah duduk di karpet tebal di bawah sofa.

__ADS_1


"Peluk aku Anita," Jim menarik tangan Anita dan merangkulkannya di pundaknya.Ia menyandarkan kepalanya di paha Anita yang masih duduk di atas sofa.Anita menyuapkan Onigiri ke mulutnya.


"Apa kau belum makan juga Jim,aku buatkan teh hangat ya," Anita mengecup kepala laki laki tampan di pangkuannya itu.


"Tidak usah,di sini saja," Jim meraih wajah Anita.Pria itu membenamkan bibir Anita ke mulutnya,entah bagaimana dirinya sudah ada dalam pelukannya.Anita melenguh saat tangan Jim berusaha masuk ke dalam blous ketatnya.


"Jim,please.," gumam Anita,Jim tidak menghentikan tangannya.Anita mencengkeram tengkuknya saat tangan nakal itu menyentuh area sensitif di bagian dadanya.Anita mengeluh nikmat membuat Jim semakin menjadi jadi.Keduanya pun kembali saling mencium dan beradu lidah hingga keduanya hampir kehabisan nafas.Entah sejak kapan blous ketat dan branya lepas dari tubuh pemiliknya.


"Aah,Jim sstop it," teriak Anita,gadis itu pun mulai menangis.


Anita menutupi bagian atas tubuhnya dengan blousnya.


"Aku sangat menginginkanmu Jim," Anita semakin terisak.

__ADS_1


"Tapi tidak dengan cara seperti ini.Setelah kita menikah, kau boleh melakukan semua dan sebanyak yang kamu mau," Jim terdiam,tangis Anita terdengar semakin keras. Jim mendekatinya dan memeluknya.


"Baiklah, ayo kita menikah secepatnya. Carilah waktu,ayo kita temui orang tuamu," Jim membantu Anita mengenakan kembali pakaiannya.Jim bangkit dari duduknya.


"Aku pulang Anita,"Anita ikut bangkit dan memeluk Jim yang yang berdiri membelakanginya.


"I love you Jim,aku selalu menginginkanmu, aku selalu menantikan waktuku bersamamu."


Jim memeluk Anita dan mencium kepalanya.


"Tidurlah, jangan lupa mengunci pintu." Jim membalikkan badannya,Ia kembali memeluk Anita ketika isakan Anita belum berhenti.


"Comeon babe,tidur yang nyenyak,aku pasti selalu merindukanmu.Kita tunggu waktu sampai saatnya tiba.Aku akan menghajarmu di ranjangku,karena kau berani menolakku saat ini," Jim mencium pipi Anita yang masih basah oleh air mata.

__ADS_1


Anita masih terpaku saat Jim berbalik pergi dan menghilang dari pandangannya.


__ADS_2