
Jimmy menelpon seseorang dan mengemasi buku buku novel milik Anita.
“Jim,ada apa?” tanya Anita.
“Aku akan mengirimnya ke rumah besar.Sudah lama aku ingin membawanya pulang.Tapi waktu itu aku tidak sempat.Aku kabur ke Indonesia waktu memastikan kau benar benar ada di sana, setelah akuisisi Impack International selesai. Aku takut kau pergi sebelum aku sampai,” jawab Jimmy.
Anita tersenyum dan memeluk bahu suaminya.
“Kenapa kau memperlakukan buku buku jelek ini seperti emas batangan sampai harus menggunakan pintu seperti itu?” Anita tertawa kecil.
“Aku tidak mau ada yang menyentuhnya,Anita.Kehilangan semua ini rasanya seperti kehilangan dirimu.” Jimmy mencium dahi istrinya.
“Tapi sekarang aku sudah memiliki dirimu di sisiku.Semua ini akan kusimpan di perpustakaan kita.”
Terdengar bel pintu, Jimmy membukanya dan dua orang masuk.
“John,tolong ganti pintu ini dengan pintu biasa.Ini tolong mbak Ina kirim ke rumah besar.Tolong dipack ya, jumlah bukunya ada tujuh puluh dua. Telpon Corvin untuk menyimpannya, nanti aku cek setelah aku kembali ke Indonesia,” kata Jimmy.
John adalah asisten pribadi Julian Anggoro yang sekaligus menangani sistem keamanan di rumahnya. Kedua orang itu segera bekerja sesuai dengan keinginan Jimmy.
“Ayo kita ke tempat Daddy sering menghabiskan waktu kalau di sini,” kata Jimmy.
Tanpa banyak tanya Anita mengikuti langkah suaminya.
Anita tertegun saat mereka tiba di rumah kaca yang begitu besar.
Jimmy membawanya masuk dan tampak Julian Anggoro sedang memeriksa beberapa tanaman buah dan sayur yang ditanam di tempat itu.
“Jim, apa ini semua ayah mertua yang tanam?Kenapa susah susah begini? Kan bisa langsung beli?”
“Daddy lebih suka sayur dan buah dari Indonesia.Jadi Daddy beli bibitnya saat di sana dan menanamnya di rumah kaca, ini hanya cara untuk lebih ke iklim tropis walau pun pada musim dingin tetap saja beku,” Jimmy tertawa dan sukses membuat ayahnya menoleh ke arahnya.
"Jim,tolong kau pindahkan beberapa polibag itu ke rak atas.Mantu,bantu aku memetik cabe sama daun bawang itu. Nanti suruh koki masak tumis paprika Marlan.Apa persediaan daging masih ada?" tanya Julian Anggoro.
"Masih banyak Tuan, waktu Tuan besar menelpon kami langsung belanja kebutuhan rumah," jawab Marlan.
"Ya sudah."
"Ayah mertua kenapa repot begini sih? Bukannya buat rumah kaca jauh lebih mahal daripada beli langsung?" tanya Anita.
"Begini lebih terjamin,halalnya pasti.Aku tidak terlalu suka jenis sayuran di sini,ini lihat mentimun jawa,gak dijual di sini," jawab Julian Anggoro.
"Ini masih kurang optimal,masih bisa digunakan untuk menjemur pakaian," kata Anita.
"Waah,kalau pakaian dalam dijemur di atas sayuran ya bisa mati sayurannya," kata Julian Anggoro.
Jimmy tertawa ngakak mendengar percakapan ayah dan istrinya.
Sementara Marlan pun tak bisa menahan senyumnya.
"Sudah,cepat bawa ke dapur biar dimasak buat makan siang. Marlan, suruh buatkan kwetiaw juga ya."
"Baik Tuan Besar,' kata Marlan seraya mengumpulkan sayuran dan membawanya ke dapur.
Julian Anggoro mengajak Jimmy dan Anita kembali ke rumah utama.
Mereka mengobrol hingga seorang wanita bertubuh tinggi langsing masuk ke dalam ruangan dan mencium tangan Julian Anggoro.Anita melihat wanita itu dengan seksama karena wanita itu berdandan berlebihan.Bisa dibilang terlalu menor untuk riasan di rumah.Ia tersenyum dan menyalami Anita yang masih bengong.
" Anita,selamat datang.Maaf ya aku tidak bisa ikut waktu acara pernikahanmu.Tapi Jona mengirimkan video pernikahan kalian. Aku Mikaila istrinya Jona," kata wanita itu.
__ADS_1
"Cup." Jimmy mencium bibir Anita karena masih bengong.
Julian Anggoro tertawa kecil melihat menantunya itu terpesona dengan istri Jonathan.
"E eh Iya, Kak saya Anita," kata Anita salah tingkah.
"Apa kau mau berkeliling rumah? Aku bisa membawamu jalan jalan?" tanya Mika.
"Nanti saja Kak,nanti sore saja.Aku tadi sudah keliling dikit sama Jimmy."
Anita menarik pakaian Jimmy supaya mengiyakan.
"Dia masih lelah,nanti saja lah," kata Jimmy.
"Baiklah,aku pergi dulu mau jemput Jasmine sudah waktunya pulang sekolah.Nanti kita ngobrol lagi ya," kata Mika.
"Biasanya kan dijemput sopir," kata Julian Anggoro.
"Saya sekalian mau ke luar Dad,mau cari sesuatu," jawab Mika.
"Nggak usah beli makanan aneh aneh,kami nggak sembarangan makan makanan yang dibeli di sembarang tempat," kata Julian Anggoro.
Mika mengangguk lalu pergi.
"Ayah mertua kenapa ketus banget sih," kata Anita.
"Kamu belum tahu saja dia seperti apa," kata Julian Anggoro.
"Sepertinya tidak seperti yang kalian ceritakan deh.Dia cuma dandan berlebihan saja,mungkin karena Kak Jo yang suka begitu," kata Anita.
"Sayang,dulu Mika dandannya gak terlalu gitu.Semenjak suka beli kosmetik yang harganya selangit, dandannya jadi seperti mau jual diri gitu."
"Jim,jangan seperti itu.Tiap suami itu beda kesukaannya.Kalau aku yang dandan tebel dikit kamu tidak suka,mungkin Kak Jo beda."
Anita tersenyum,Jimmy menghampiri kakaknya dan memeluknya.
"Gimana?Lancar?" tanyanya.
"Lancar lah Boss,jangan meremehkan Jona. Biar pun ditinggal kabur olehmu, semua tetap terkendali," jawab Jonathan.
"Helah,siapa yang dulu merengek ke Daddy minta dibantuin?" tanya Julian Anggoro.
Jimmy dan Jonathan tertawa kecil.Anita merasa senang melihat tiga orang ayah dan anak itu tampak begitu akrab.***
Acara resepsi pernikahan Jack begitu ramai dan megah.Laura tampak sangat cantik dengan gaun pengantin putihnya. Jack juga terlihat sangat tampan dengan tuxido dengan warna ivory.Mereka tampak begitu bahagia mendapatkan selamat dari teman teman mereka.
Dalam hati Anita sedikit merasa iri,seperti itulah seharusnya sebuah pernikahan.Apa yang dialaminya sunggu berbanding terbalik dengan yang ada di depan matanya sekarang.
Jimmy yang menyadari arah tatapan mata istrinya segera memeluk bahunya.
“Nanti saat kita pulang, kita buat acara seperti ini.Kita undang semua pegawai Anggoro Group, Inpack International dan Castle Food.Kita undang juga teman teman SMP kita. Nanti kita buat foto prewedding di Eropa OK?” tanya Jimmy.
Anita tersenyum karena Jimmy bisa membaca pikirannya.
“Tidak perlu Jim,semua itu memang sudah terlewat.Perutku juga sudah sebesar ini,tidak usah aku tidak apa apa.Acara di rumah itu sudah cukup meriah, jadi jangan berlebihan ya. Kalau kau undang seluruh pegawai ya harus sewa stadion.Mana ada ballroom hotel yang cukup?” Anita tertawa kecil.
Jimmy memeluk Anita dengan erat.
“Maafkan aku, maafkan keegoisanku sampai sampai tidak memikirkan keinginanmu.Kupikir dengan mengikatmu di sisiku itu sudah cukup. Maafkan aku ya...”
__ADS_1
Jimmy mencium kening Anita.
Tiba tiba terdengar suara riuh dan tepuk tangan.Jimmy dan Anita sontak melihat ke arah suara itu.Layar besar yang ada di atas panggung menampilkan gambar keduanya. Mattew yang ada di atas panggung tampak cengar cengir.Jimmy dan Anita tampak kikuk karena ratusan pasang mata sedang tertuju ke arah mereka.
“Jim,comeon Up,” kata Mattew.
Akhirnya Jimmy membawa Anita ke atas panggung.Lagi lagi suara riuh teman teman kuliahnya ribut di bawah karena Jimmy yang terkenal dengan mister firewall(dinding api/anti virus komputer) karena setiap didekati cewek langsung pasang tembok penyekat,tiba tiba muncul di tempat itu dan tertangkap kamera sedang memeluk seorang wanita hamil dengan wajah bucin.
“Matt, apaan Lu? Mau gua mampus1n Lu?” bisik Jimmy.
“Bukan gua, tu orangnya.”
Mattew menunjuk ke arah Jack dan Lucas yang cengar cengir di belakang kamera yang dipakai untuk mengabadikan acara itu.
“Lho,kog bisa pengantin prianya pindah ke situ.Dasar kurang kerjaan,” gerutu Jimmy.
Mattew memberikan mikrofonnya kepada Jimmy dan suara riuh kembali terdengar saat Jimmy memperkenalkan istrinya. Tamu yang hadir saat itu sebagian besar memang mengenal Jimmy dan Jack melakukan itu supaya teman temannya tahu kalau alasan dirinya tiba tiba menghilang adalah dua orang yang ada di atas panggung itu.
“Jim sudah cukup, aku kedinginan,” bisik Anita.
Akhirnya Jimmy menyudahi acara itu walau pun masih banyak pertanyaan dari teman temannya.Ia janji akan menemui mereka lain waktu.
Ayah dan ibu Jack yang cemas melihat wajah Anita yang pucat segera menghampiri mereka dan meminta mereka masuk ke rumah.Jose segera menelpon ayah dan ibunya Jimmy supaya datang menemui mereka.
“Dear,just take a rest(Sayang istirahatlah)” kata Beth seraya membantu Anita berbaring dan menyelimutinya.
Jimmy menyalakan penghangat ruangan.
“Akan kubuatkan Jahe hangat,” kata Jimmy.
Anita hanya mengangguk lalu memejamkan matanya.
“Aunty,I'm sorry(Tante saya minta maaf),” kata Anita.
“It's OK, Honey( tidak apa,Sayang).”
Beth membelai lembut rambut Anita.
Beberapa saat kemudian Jimmy datang bersama ibunya.
“Beth,sorry.Let me take care of her, you can leave us now.Don't worry (Beth maaf.Biar aku yang merawatnya, kau bisa tinggalkan kami, jangan khawatir),” kata Ariana.
Beth menggenggam tangan Anita dan mengelusnya.
Beberapa saat kemudian ia meninggalkan kamar itu karena acara Jack belum selesai.
"Istirahatlah Sayang,Mom akan di sini.Jim, kau boleh kembali menemui teman temanmu," kata Ariana seraya membantu Anita meminum jahe hangatnya.
Jimmy melihat ke arah Anita yang sedang berbaring di atas tempat tidur.Ia segera merapatkan selimut istrinya dan mencium keningnya.
Jimmy beranjak setelah Anita mengiyakannya.
"Aku akan segera kembali,” katanya kemudian ke luar dari ruangan itu.
“Apa tadi sudah minum vitamin?” tanya Ariana.
“I did, Mom.”
“Good.”
__ADS_1
Ariana memiringkan tubuh menantunya itu dan menggosok punggungnya dengan balsam penghangat.
Anita tampak merasa nyaman dan tidur pulas.