CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption286


__ADS_3

Ariana mengundur kepulangannya ke Roma setelah mendengar tentang keadaan menantunya itu dari Jimmy. Ia memutuskan untuk menemani Anita dan Jimmy menjalani terapi psikologi yang dilakukan secara intensif oleh dokter Haris dan timnya.


Akhirnya setelah dilakukan beberapa kali Hipnoterapi, keadaan psikologis Anita membuahkan hasil.Kedua orang tua Jimmy merasa sangat bahagia melihat menantunya yang lebih periang dan semakin menempel pada putranya.


Siang itu Anita sibuk di dapur membuat keripik bayam dibantu Arman.


“Sudah, Nona duduk saja.Buat beginian mah lama, biar saya saja.Nona tinggal makan saja,” kata Arman.


“Aku buat ini untuk ayah mertua,Jimmy tidak suka makanan seperti ini,” kata Anita.


“Iya, saya tahu.Selama saya bekerja di sini, Tuan Besar memang menyukai makanan makanan ndeso seperti ini. Sepertinya selera makannya mirip mirip sama Nona.Suka tumis paprika juga, urap urap atau tumis daun pepaya, suka makan salad buah, dulu tiap hari harus ada salad buah di kulkas.Dari saya menjadi asisten sampai sekarang tetap seperti itu,” kata Arman.


“Pantesan tiap kali ambil salad buah di kulkas koq berkurangnya banyak sekali. Aku pikir kamu bikinnya hanya sedikit Man,” kata Anita.


“Saya buatnya selalu Full di wadah itu Nona.Nah selesai, ini saya spin sebentar biar minyaknya ke luar.”


“Nggak remuk Man?”


“Ndak ini mesinnya lebih canggih,” jawab Arman.


“Menantu, kamu buat apa dari tadi di dapur terus.Ini sudah hampir jam makan siang.Man, masak apa kamu siang ini?” tanya Julian Anggoro yang tiba tiba muncul.


“Cumi asam manis, balado telur sama steak daging sapi Tuan.Tumisan buncis jamur sama steam paprika,” jawab Arman seraya mengeluarkan kripik bayam dari spiner.


“Wah wah, kripik bayam.Ini buat aku nih?” tanya Julian Anggoro.


“Itu punya saya, tapi kalau ayah mertua suka ya boleh ambil tapi jangan semua,” kata Anita.


Julian Anggoro mengambil sebuah wadah kecil dan mengisinya hingga penuh.Sambil senyum senyum jahil ia memberikan wadah kecil itu kepada Anita.


“E eh, lho yang besar itu punya saya.Koq malah yang punya dikasih sedikit,” protes Anita.


Julian Anggoro hanya menyeringai lalu pergi.


“Sudah Nona, nanti saya buatkan lagi,” kata Arman kemudian menyuruh asistennya memetik bayam lagi di kebun sayur.


Anita membawa wadah kecil itu ke luar, ternyata di ruang tengah sudah ramai orang.Jack, Lucas dan Julian ada di situ. Dan di karpet depan TV besar itu duduk ayah dan ibu mertuanya, ada ayah dan ibu Julian juga sedang ngobrol sambil makan kripik bayam yang tadi dibuatnya bersama Arman.


Mereka tertawa begitu lepas, mungkin karena keduanya jarang bertemu jadi terlihat akrab sekali.


Ibu Julian berteriak histeris saat melihat keberadaan Anita.Ia segera menghampiri dan memeluk Anita.


“Sayang,kandunganmu sudah besar sekali.Ayo sini, tante kangen sekali. Ini ada oleh oleh dari Lombok, tante Fenny beli ini khusus untuk ponakan tante yang cantik.”


Fenny memberikan satu set perhiasan mutiara yang ia beli waktu ikut suaminya ke Lombok beberapa waktu lalu.


“Makasih Tante, tapi Nita belum bisa pakai sekarang.Nggak pa pa kan Tante?”


“Nggak pa pa Sayang, pakai saat ada undangan pesta ya,” kata Fenny.


Andy Anggoro tersenyum melihat istrinya begitu menyukai menantu kakaknya, bahkan dengan istri Darius putranya pun tidak seperti itu.

__ADS_1


“Anita, untung bukan kau menantu tante Fenny.Kalau kau yang jadi menantu kami, dia pasti lebih sibuk ngurusin kamu dari pada ngurusin Om Andy,” kata Andy Anggoro.


Fenny dan kedua orang tua Jimmy tertawa.


“Wah, rame banget.Kapan datang Om, Tante?” tanya Jimmy yang baru datang bersama Hans.


Jimmy mencium kening Anita dan mengelus perutnya.


“Barusan Jim, sejam yang lalu lah.Wah, berat badanmu sudah balik asal nih?” tanya Andy Anggoro seraya menepuk pahu Jimmy.


“Iya Om, kalau ada dia, sakit apa pun cepat sembuhnya,” Jimmy kembali mencium kepala Anita.


“Ganti baju dulu, baru makan siang,” kata Anita.


Jimmy bangkit dari duduknya dan berbicara dengan Jack sebentar lalu menyusul istrinya ke kamar.


Ia segera memeluk Anita yang sedang sibuk memilihkan pakaian casual untuknya.


“Kenapa dari tadi peluk cium peluk cium terus? Malu dilihat yang lain,” kata Anita.


“Nggak pa pa kan, masa suami istri nggak boleh begitu.Kerjaan kita kalau ketemu kan harusnya cuma itu.”


“Ini, pakai baju ini saja.Eh, lho ini kan yang kubeli kemarin sama ibu mertua. Aku sampe lupa,” kata Anita saat beberapa paperbag jatuh dari lemari pakaian Jimmy.


“Apa ini,T-Shirt merk DAGA?”


“Iya, cepat ganti baju.Kita bawa turun kaosnya, bagi buat mereka,” kata Anita.


Setelah berganti pakaian, Jimmy membantu istrinya membawa semua kaos itu ke ruang tengah.


Ariana tersenyum melihat Anita mengeluarkan kaus kaus itu dari paperbagnya.


“Apa ini Anita?” tanya Andy Anggoro.


“T-Shirt Om,silahkan ambil yang Om suka.Kalian juga Jack, Lucas, Julian,” kata Anita.


“Ini buat Daddy,” kata Jimmy seraya memilihkan beberapa untuk ayahnya.


“Kaos apaan nih? Kobutri,kopata,aspada, kopuskar?” tanya Julian Anggoro membaca tulisan di kaos yang dipegangnya.


“Itu nama nama bis kota di Jogja,” jawab Anita.


“Jujur yen konangan(jujur kalau ketahuan),resikan yen mangan(bersih kalau makan).Opo iki,moh aku nggawe kaos iki(apa ini,nggak mau pakai kaos ini),” kata Julian Anggoro.


“Lho, kan bagus Dad.Dipakai di Italy juga gak ada yang ngerti koq.Ini karya kreatif anak muda di Jogja lho,” kata Jimmy.


“Ini buat kamu Jack, Lucas kamu pilih sendiri.Hans, Rosid, Wayan!” teriak Jimmy.


Setelah ketiganya datang segera mengambil kaus yang mereka suka. Lucas langsung memakainya dan ditertawakan oleh semua orang.


“Sebenarnya kalau ukuran Pak Le kurang gede ukurannya.Badan kita kan bongsor,” kata Lucas.

__ADS_1


“Nggak ada, yang model begini mah All size,” kata Anita.


“Jack, ambilkan buat Daddy satu, yang norak aja tulisannya.Jonthan juga,” kata Lucas.


Jack bertanya kepada Jimmy norak itu artinya apa,semua yang ada di situ tertawa.


“Norak itu artinya lapar,” kata Julian.


“Some kind of fools words or funnies words(semacam kata kata bodoh atau kata kata lucu),” kata Jimmy.


“How do I know( bagaimana aku tahu). Ini banyak yang pakai istilah Jawa,” protes Jack.


“Sini aku saja yang pilih,” kata Julian Anggoro.


Pria paruh baya itu memilah milah beberapa dan mengambil lima buah kaus dan memberikannya kepada Jack.


“Itu untuk Daren,Jonathan, Daddy mu Jose dan adiknya Lucas, Mathew.Dia paling antusias kalau dibawakan oleh oleh dari Indonesia.Jack, kapan kamu jadi pulang?” tanya Julian Anggoro.


“Next week Dad,” jawab Jack.


“Hans, sebelum Jack berangkat belikan dia Bakpia.Mathew pasti suka makanan dari sini,” kata Julian Anggoro.


“Nanti di bandara kena BC Dad,” kata Jimmy.


“Bawa aja struk pembeliannya, dibayar pajaknya kalau di sana dipermasalahkan,” kata Anita.


“Kirim pakai express saja lah, kan langsung diberesi sama mereka urusan pajak dan BCnya,” kata Andy Anggoro.


“Ya Allah, bawa Bakpia saja harus ngurusi PEB-T.Bawa saja orangnya ke sini biar makan Bakpia sepuasnya.Harganya gak sebanding sama repotnya,” kata Anita.


“Bawa sajalah, kalau dibayar pajaknya tetep ndak boleh ya tinggal kasih aja ke siapa saja yang ada di sana. Kalau gak ada yang mau ya buang aja ke tempat sampah.Beres to,” kata Julian Anggoro.


Jimmy tertawa.


“Asal jangan sampe ketinggalan pesawat saja gara gara cari tempat sampah gak nemu nemu,” kata Jimmy.


“Semua sudah ya, ini tinggal berapa? Satu dua tiga."


Anita memasukkan kembali tiga kaus tersisa ke dalam paperbag.


“Lho, aku kan belum ambil,” kata Julian Anggoro.


“Nggak usah memaksakan diri kalau ndak suka, saya paham koq ayah mertua biasa pakai baju yang harganya jutaan. Ini cuma seratusan ribu, pasti gatel gatel kalau pakai ini,” kata Anita.


“Huh,kemeruh(sok tau),” kata Julian Anggoro seraya mengambil paperbag dari tangan Anita.


Andy anggoro dan Fenny tersenyum.


“Sis, sekarang saya faham kenapa Mas Jul nggak ribut pulang ke Roma.Dia sudah nemu rival yang sepadan di sini,” kata Andy Anggoro.


Arianan tertawa dan Julian Anggoro memukulkan paperbag di tangannya ke punggung adiknya.

__ADS_1


__ADS_2