CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption279


__ADS_3

Jimmy terbangun saat mendengar pintu kamarnya digedor keras.Yang berani melakukan hal itu tentu bukan pelayan atau pengawalnya.


“Jim, jangan dibuka.Jangan jangan itu perampok,” kata Anita.


“Nggak mungkin lah,Sayang.Ada banyak pengawal di rumah ini,tidak mungkin mereka bisa masuk tanpa ada keributan. Kecuali yang datang terlatih setingkat ninja atau hantu,” kata Jimmy seraya beranjak membuka pintu.


“Hey, Brother.You are here,” kata Jimmy begitu melihat wajah Daren yang berdiri di samping Lucas.


“I wanna discuss about NK and AM Stock before I'm back to USA(Aku ingin membicarakan saham NK dan AM sebelum aku kembali ke Amerika),” kata Daren.


“OK, wait for a moment(baiklah, tunggu sebentar).Lucas temani ayahmu sebentar.Aku mau mandi dulu, baru turun sarapan,” kata Jimmy.


“OK,comeon Dad,” kata Lucas.


Daren mengikuti putranya untuk jalan jalan keliling rumah besar dan bertanah luas di kota Jogja itu.


“Lucas,do you have a girl yet (apa kau sudah punya pacar)?” tanya Daren.


“I fall in love to a girl, Indonesian girl (aku jatuh hati pada seorang gadis Indonesia),” jawab Lucas.


“Will you stay here forever (Apa kau akan tinggal di sini selamanya?)” tanya Daren.


“You want to say Mom will kill me,right? (Kau ingin mengatakan Ibu akan menghabisiku kan?)” Lucas terkikik dan Daren memukul pelan kepala putra pertamanya itu.


“Dad,aku akan pergi ke mana pun Jimmy dan Jack pergi.Jadi bujuklah mereka untuk kembali ke USA,” jawab Lucas.


“Kenapa kau ini selalu mengikuti mereka? Grandpa said only Jack (Kakek bilang hanya Jack)...”


“Daren,Lucas.Lets have a breakfast( ayo sarapan).”


Terdengar suara Jack dari atas balkon memanggil mereka.Keduanya bergegas kembali masuk ke dalam rumah.


Jimmy dan Anita tampak bengong saat menuruni tangga.


Bagaimana tidak, rumah yang tadinya sepi mendadak ramai. Jack,Jonathan,Julian,Daren,Lucas semuanya ngumpul di situ.


“Gimana kalian sudah ada di sini? Jam berapa sampai sini?” tanya Jimmy.


“Jam enam sudah sampai,” jawab Jack.


“Kenapa? Nggak boleh datang ke sini?” tanya Julian.


“Bukan nggak boleh, kaget saja pagi pagi kalian sudah di sini.Ngomong ngomong pabrik dibubarkan ya?” tanya Jimmy.

__ADS_1


“Heh, ini kan weekend Boss.Otak gue panas ngadepi QC Cuatomer yang super rewel tiap hari.Banyak masalah di perusahaan yang bikin gue stress,” jawab Julian.


Jonathan tertawa melihat Julian yang langsung ngegas.


“Heh, anak manja.Itu cuma urusan direweli Customer, biasa aja.Belum lagi kalau direweli istri, bisa rontok rambut,” kata Jonathan.


Jimmy dan yang lain tertawa.


“Itu mah Elu Kak Jo, Mika memang istri yang luar biasa.Luar biasa ngrepotin.Aku akan cari istri yang pengertian,” jawab Julian.


“Jack, How about you( Jack, bagaiman denganmu?)” tanya Jimmy.


“All OK, under control (semua baik baik saja),” jawab Jack.


“Ayo,makan habis itu kita jalan keliling Jogja,” kata Lucas seraya membuka sekotak pitza yang langsung membuat Anita ngiler.


“Lucas, aku mau,” kata Anita.


“Kenapa pagi pagi makan pitza, siapa yang beli?” tanya Jimmy.


“Ya gua lah,pesan Online.Ini barusan datang.Kuatir nggak ada makanan, jadi gua pesan beberapa toping beda,” jawab Lucas.


“Wayan,tolong siapkan sarapan.Apa cukup buat yang ada di sini?” tanya Jimmy.


“Bawa ke sini, terserah kalian makan yang mana.Sayang, jangan makan makanan seperti ini pagi pagi.Nanti siang saja ya,” bujuk Jimmy.


“Baiklah,sedikiit aja.Udah terlanjur ngiler,” kata Anita.


Jimmy tersenyum melihat wajah Anita yang begitu memelas.Ia segera memotongkan sedikit untuk istrinya.


Jimmy beranjak ke dapur dan kembali dengan segelas susu untuk Anita.


Sementara itu Julian menjadi salah tingkah saat matanya beradu pandang dengan Anita.


Ia merasa sedih karena jadi canggung dan tidak tahu bagaimana harus mulai menyapa Anita.


Ia tidak menyangka kalau Anita benar benar marah saat itu.


“Jim, ayo kita ikut ke luar,” kata Anita.


“Daren,kita bicarakan nanti sore saja mengenai Stock Exchange,” kata Jimmy.


“OK,” jawab Daren.

__ADS_1


“Yakin mau ikut pergi? Apa tidak kelelahan?” tanya Jimmy.


“Nggak pa pa, nanti kalau capek kita pulang naik taksi saja,” jawab Anita.


“Kalau gitu kita bawa mobil sendiri saja,” kata Jimmy.Anita mengiyakan.


“Jim,we need a driver( Jim kita butuh sopir) ,” kata Jack.


“Lucas kan hafal semua jalan di Jogja, sampai lewat lubang tikus juga tahu dia,” jawab Jimmy.


“Nggak nggak, gue capek.See, heli aku yang jadi pilot.Sekarang aku juga yang jadi sopir,” tolak Lucas.


Jimmy tersenyum lalu mengangkat ponselnya.


Anita segera memalingkan wajahnya ke tempat lain dan tanpa sadar menutup kedua telinga dengan tangannya.


Jimmy yang melihat hal itu segera mematikan ponselnya dan memanggil Wayan.


“Ada apa Tuan?” tanya Wayan.


“Tolong kau telpon Rosid, ada tamu yang harus dia antar ke beberapa tempat.Apa Hans tadi sudah sarapan?” tanya Jimmy.


“Tuan Hans pagi pagi pergi meninjau perbaikan gudang Tuan,sama pak Edy. Akan saya pangilkan Pak Rosid segera,” jawab Wayan lalu beranjak dari tempat itu.


Setelah sarapan mereka semua pergi hunting beli barang barang dan pergi ke beberapa tempat.


Sementara Jimmy menemani Anita membeli beberapa potong pakaian karena perutnya juga semakin bertambah besar.Ia ikut saja saat Anita membeli beberapa pakaian bayi yang sangat lucu di Mall.


“Ini bahannya kurang nyaman,Sayang. Kita di sana itu, brand XL pasti nyaman buat mereka,” kata Jimmy.


“Jim, ini nyaman ko buat bayi.Lagipula ini cuma dipakai sebulan dua bulan habis itu pasti sudah nggak muat,” kata Anita.


“Baiklah, tapi nanti kita ke sana juga ya. Kita belikan ukuran untuk bayi tiga bulan, empat bulan sampai enam bulan.”


“Beli pelan pelan saja,” kata Anita.


“Lho, kenapa warnanya beda?” tanya Jimmy.


“Aku ingin mereka berbeda walau pun kembar.Jangan sampai mereka ketergantungan satu sama lain.Nanti kita juga yang repot,” jawab Anita.


“Baiklah, terserah Maminya saja,” kata Jimmy.


Selesai membeli barang barang, Anita mengajak Jimmy ke alun alun Pakualaman dan duduk santai sambil menikmati eskrim dan es rujak yang dulu Anita biasa beli bersama Siska.

__ADS_1


Yang jual memang sudah tidak sama, tapi makanan itu tetap ada walau pun sudah berlalu beberapa tahun.


__ADS_2