
Jimmy tersenyum dan mengusak rambutnya.
“Dia itu benar benar,walau pun dia lama mengetahui akun medsosku dia sama sekali tidak menghubungiku.Memberi tanda padaku pun tidak.Itu yang membuatku kalang kabut mencarinya.Untung saja Daddy mau memberitahuku kalau dia bekerja di Impack International.” Firman tertawa kecil,ia tahu kalau Tuan Mudanya jauh lebih licik dari ayahnya.
“Saya tahu,pada akhirnya semua ada di tanganmu Tuan,” katanya.
“Aku sudah membuat banyak kekacauan di perusahaan Su Ruan.Aku sengaja membuat sahamnya anjlok dan menawarkan bantuan, dengan imbalan Impack International bisa menjadi milikku.Aku tidak memintanya mengembalikan uangku. Tapi kalau secara hukum itu harus, biar saja kapan pun dia bisa mengembalikan aku tidak peduli.” Jim bangkit dari duduknya.
“Baiklah terima kasih sudah mau datang.Pak Firman bisa berkeliling dan ngobrol dengan Corvin.Aku akan menemui istriku, lain waktu aku yang akan datang ke rumah pak Firman.Corvin, nanti antara pak Firman sampai rumahnya dengan selamat.” Jimmy menjabat tangan Firman lalu bergegas pergi ke garasi untuk mengambil sepeda gunung milik ayahnya.
Ia segera pergi ke rumah pinggir danau untuk menemui Anita.
Sementara itu Anita yang penasaran dengan jalan beraspal segera mengayuh sepeda gunung milik pak Pur yang tadi dipijamnya. Ia meletakkan sayuran yang baru diambilnya di depan rumah kecil itu begitu saja.
Ke mana jalan ini akan berakhir, apakah menuju ke luar? Tanyanya dalam hati.
__ADS_1
Anita menghentikan sepedanya.Ternyata ada sebuah lapangan Golf dan sebuah bangunan megah yang mirip dengan sebuah hotel.Anita hanya melihat dari jauh, karena banyak orang yang beraktifitas membersihkan tempat itu. Anita melihat sebuah persimpangan dan jalannya lebih sempit.Ia pun penasaran dengan jalan itu.Di kiri kanan tampak banyak pohon pinus dan sediķit berbukit.Setelah mengayuh cukup jauh akhirnya Anita sampai di sebuah gerbang dengan tembok yang sangat tinggi. Salah seorang penjaga menghampirinya.
“Maaf Nona,Anda siapa dan perlu apa datang kemari?” tanyanya.
“Maaf, saya hanya lewat saja.Ini tempat apa ya?” tanya Anita.
“Sebaiknya Anda pergi, ini tempat yang berbahaya. Berada di sini tidak aman untukmu Nona,” kata penjaga itu.
“Rud, ada apa ribut ribut?” tiba tiba seorang pria datang dari dalam gerbang.
“Nona, ada apa? Kenapa Nona kemari?” tanyanya.
“Aku penasaran, ini tempat apa?” balas tanya Anita.
“ini tempat latihan menembak Nona.Rudy, ini adalah Nona Muda di rumah ini.Dia istri Tuan Jimmy.Maaf dia orang baru Nona,tidak mengenali Anda.” Rudy membungkuk untuk memberi hormat.
__ADS_1
“Maaf Nona,” katanya.
“Tidak perlu seperti itu juga,aku hanya penasaran. Aku akan kembali,” Anita memutar sepedanya dan tahu tahu “Bruk!!” ia menabrak seseorang dan keduanya sama sama terjatuh karena tempat itu memang agak berbukit.
“Anita,Are you Ok?” Jack menarik tangan Anita yang sedikit terperosok.
“Aku tidak apa apa,cuma kaget.Sorry Jack,apa kau juga tidak sakit?” tanya Anita.
Tiba tiba Lucas yang dari tadi masih di dalam mobil ke luar sambil tertawa tawa.
“I will check your front body, is it still Ok (Aku akan mengecek bagian depan tubuhmu,apa masih baik baik saja),” kata Lucas seraya melihat ke bagian bawah perut pamannya itu. Di celananya masih ada bekas ban sepeda Anita.
Muka Anita sedikit merona dan menunduk malu.
“Shut your mouth Bastart (tutup mulutmu,Brengsek).” Jack menyentil mulut Lucas.
__ADS_1
“Jack maaf ya, aku pergi dulu.” Anita kembali mengayuh sepedanya.Ia merasa sangat malu karena kurang hati hati.Ia juga berpikir Jack pasti sakit jangan jangan senjatanya yang tertabrak olehnya.