CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption316


__ADS_3

Proses persalinan Anita berjalan lancar karena sudah direncanakan dan dipantau sejak awal kehamilannya. Sejak terdeteksi kembar tiga Jimmy lebih sering bekerja di rumah kecuali ada meeting yang tidak bisa diwakilkan. Lucas yang biasanya anteng di pusat pengendalian satelit lebih memilih untuk mengurusi stasiun televisi milik Jimmy dan melimpahkan tugasnya kepada Marcel.Dengan begitu dia lebih banyak waktu bermain dengan Jason dan Excel karena selama kehamilan kedua,Anita Lebih sering muntah bahkan sampai hampir melahirkan.


Jack dan Laura pun lebih sering membawa mereka bermain di rumah mereka bersama Dave dan Cathtrine anak kedua mereka saat Jimmy sedang sibuk menemani istrinya yang mengeluh kepalanya pusing dan membaringkan kepalanya di atas bantal seharian.


Setelah bayi bayi itu lahir semua orang merasa lega karena penderitaan Anita berakhir.


Jimmy mencium pipi istrinya saat selesai dibantu mandi oleh suster dan plester lukanya diganti.Di ruang bersebelahan yang dibatasi dinding kaca tampak tiga buah Incubator dan bayi bayinya tampak terlelap di sana.


"Jim...," kata Anita terharu.


"Ayo kita lihat mereka," Jimmy memapah istrinya untuk melihat putri dan kedua putranya.


"Suster,apa sudah bisa digendong?" tanya Anita.


"Belum boleh Nyonya,kemungkinan beberapa hari lagi harus berada di incubator.Tolong bersabar ya," jawab suster tersebut.


"Aku ingin memberinya ASI," kata Anita. Air matanya segera meluncur karena rasa sedihnya.


"Tolong pakai breast pump dulu Nyonya, saya sudah kasih susu formula terbaik saat Nyonya masih belum sadar," kata suster itu.


"Dia benar Sayang,setelah mereka stabil,kita bisa menggendongnya dan memberi mereka ASI.Ayo kita kembali ke kamar,aku akan minta breast pump ke pihak rumah sakit," kata Jimmy.


Akhirnya Anita menurut untuk kembali ke kamar.


Beberapa hari berlalu sampai ketiga bayi mereka memiliki berat badan cukup normal dan bisa ke luar dari incubator.


Anita sangat senang saat Ayah dan ibu Lucas datang ke Indonesia untuk mengunjungi mereka.Ternyata Mattew adik Lucas juga menyusul ke Indonesia walau dilarang oleh ibunya.


Jimmy menyambut mereka dengan perasaan gembira,begitu pun kedua orang tuanya.


Ariana,Julian Anggoro,Juga Jimmy menggendong mereka masing masing saat Anita sudah diizinkan pulang.


Sampai di rumah besar mereka disambut dengan suka cita oleh semua orang.Ayah ibu Julian,juga kakak kakaknya ikut menyambut mereka.Arron dan istrinya.Dan yang lebih mengejutkan, Alan Danuarta,Ryohei beserta istrinya,juga Hiroshi bersama seorang anak laki laki yang usianya sekitar satu tahun dalam gendongannya,dan seorang wanita cantik yang sepertinya sedang mengandung.


Tatapan mata mereka saling bertemu,tidak ada senyuman di kedua bibir mereka.


Entah kenapa hati Anita berdenyut nyeri,teringat saat dulu sering bersama Hiroshi, ada perasaan tidak rela tapi itu adalah perasaan yang salah.


Anita segera menoleh saat Jimmy menyentuh pundaknya.Pria itu segera mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan keluarga Danuarta dan mengucapkan banyak terimakasih karena bersedia datang.


"Perkenalkan,ini istrinya Hiroshi Haruka. Waktu itu kalian tidak bisa datang kan,kalau tidak salah dua bocah ganteng itu sedang opname di rumah sakit," kata Alan.


"Yang penting aku datang toh,Janu juga datang," kata Julian Anggoro.


"Iya Mas,biar pun Jimmy nggak datang tapi ceknya tetap datang kan?" tanya Januandy yang tiba tiba muncul di belakang Alan.


Ketiga pria paruh baya itu tertawa lalu beranjak ke meja makan.


"Pak Pur,tolong tunjukkan di paviliun mana pada tamu tamu kita.Hiroshi,bawa istri dan anakmu untuk beristirahat dulu," kata Jimmy.


"Terimakasih," jawab Hiroshi tanpa memalingkan pandangannya dari Anita.


Jimmy yang mengetahui hal itu segera membawa Anita.


Jimmy membawa Anita ke kamar utama yang ada di bawah.


Semenjak kehamilan istrinya ia memindahkan kamarnya dan anak anaknya ke bawah.Ia khawatir tetjadi insiden jatuh di tangga walau pun ada lift.


Jasson dan Excel sangat aktif berlarian ke sana ke mari.Maka dari itulah Jimmy berusaha mereka minimalkan insiden yang mungkin terjadi.

__ADS_1


Seperti yang lalu lalu,ketiga bayi mereke yang beberapa hari lalu lahir sudah dibawa kemana mana oleh kakek dan nenek mereka. Sementara Anita lebih memilih beristirahat dalam kamar dan Jimmy selalu menemaninya.


"Ke luarlah Jim,mereka pasti mencarimu.Aku mau istirahat sebentar,nanti beberapa jam lagi aku temui mereka," kata Anita.


"Tidak,Sayang.Aku akan di sini, ada orang tua kita.Istirahatlah, aku akan mengecek pekerjaanku sebentar.Kau pasti kurang tidur kan? Besok pengasuh akan datang, biar mereka yang mengurus anak anak sebelum kau pulih," kata Jimmy seraya mencium kening istrinya.


Anita mngulurkan tangannya untuk mengelus pipi Jimmy.


"Terimakasih selalu bersamaku dalam kesulitanku."


Jimmy tersenyum.


"Sudah semestinya,sweety.Kau mengandung anak anakku dengan susah payah.Ini sudah cukup,aku tidak akan menyusahkanmu lagi. Kita sudah punya lima anak jadi aku tidak akan menuntut punya anak lagi."


Jimmy mencium singkat bibir istrinya.


Anita tersenyum lalu memejamkan matanya. Ia merasa bahagia karena Jimmy banyak berubah,ia lebih banyak meluangkan waktu, lebih kalem,lebih terbuka dan selalu mendiskusikan banyak hal dengannya. Yang terpenting,Jimmy tidak frontal dan meledak ledak seperti dulu.


Tak lama pun Anita terlelap dalam pelukan suaminya.***


Pagi itu keluarga Danuarta masih menginap di rumah besar kediaman keluarga Anggoro. Karena semalam Anita dan Jimmy sibuk dengan ketiga bayi mereka dan dua putranya yang merajuk karena merasa diabaikan,terpaksa membawa makan malam mereka ke dalam kamar.


Pagi ini para pengasuh sudah datang sehingga Anita dan Jimmy bisa ikut sarapan. Jimmy meraih tangan istrinya saat di meja makan pandangan Hiroshi sesekali melihat ke arah Anita.


"Jadi benar kalian akan membuka klinik bedah Jantung di kota ini?" tanya Julian Anggoro.


"Iya Mas,ini kemauan Hiroshi. Sebenarnya kami prihatin saja karena banyak kematian karena banyak pasien meninggal karena penyakit jantung yang tidak segera tertangani di profinsi ini.Bukan karena paramedis tidak mumpuni,itu karena banyak faktor,faktor biaya dan ketidak mengertian mereka,juga pola hidup sehat dan penyakit lain yang bisa menyebabkan gagal jantung.Kami akan berusaha memberikan sosialisasi kepada masyarakat,kuharap Mas bersedia membantu," jawab Alan.


"Tentu saja,aku dan Jimmy juga Janu akan membantu," jawab Julian Anggoro.


"Sayang, ini kita makan satu piring saja ya," kata Jimmy saat Hiroshi dan Anita saling tersenyum.


"Saya akan sering datang ke sini Om untuk ke depannya. Saya harap Om tidak keberatan kalau saya juga menggandeng Bayu.Saya juga akan menugaskan Siska ke sini,Anita," kata Hiroshi.


"Heh,Reoni teman sekampus?" tanya Alan.


"Mereka kompeten Pa, aku butuh dokter seperti mereka," jawab Hiroshi.


"Atur saja lah, asal tidak mengganggu kelangsungan klinik jantung di rumah sakit," jawab Julian Anggoro.


"Kedepannya mungkin jantungku akan sering bermasalah,tapi aku sudah punya dokter jantung yang terbaik di dunia.Dokter Anita," kata Jimmy.


Anita mencubit pinggang suaminya dan semua orang tersenyum kecuali Hiroshi. Wajahnya begitu muram tidak seantusias tadi.


Anita tersenyum dan memalingkan wajahnya saat mendengar suara Jasson dan Excel yang berlarian ke arahnya sambil tertawa tawa.Tampak Lucas sedang pura pura mengejar mereka diikuti oleh pengasuh mereka.


Jimmy segera menangkap mereka sebelum kepala mereka membentur meja.


"Hei Jagoan,jangan berlari seperti itu,nanti kepala kalian benjol," kata Julian Anggoro seraya bangkit dari duduknya dan mengambil Jasson dari tangan Jimmy lalu memangkunya.Sementara Excel lebih memilih duduk di pangkuan Jimmy.


"Sini,sama Grandma.Biar Grandpa sarapan dulu," kata Ariana seraya mengambil Jasson lalu menggendongnya.


"Sus,apa mereka sudah sarapan?" tanya Anita.


"Sudah Nyonya," jawab pengasuhnya.


Jimmy memberinya isyarat untuk menyuapinya.


Anita segera menyuapkan makanan ke mulut suaminya.

__ADS_1


"Lucas,apakah kau masih cuti hari ini?" tanya Jimmy.


"Iya,gue mau nyusul Mom sama Dad ke Bali bareng Mattew.Dia masih ke luar sama teman temannya," jawab Lucas seraya mengambil roti isi daging yang tadi dibuat Anita.


"Hebat juga adik Lo,lama nggak ke sini tapi masih punya banyak teman," kata Jimmy.


"Ya,itulah ajaibnya dia," jawab Lucas seraya melahap rotinya.


Keluarga Danuarta secara bersamaan memperhatikan Lucas yang notabene seorang bule yang fasih bicara bahasa Indonesia.


"Kenalkan ini Lucas,cucunya sahabatku Jose.Dia dan keluarganya pernah tinggal lama di Indonesia.Mattew adiknya malah pinter ngomong bahasa jawa,Suroboyoan lah," Julian Anggoro menjelaskan.


Januandy tiba tiba tertawa karena ia beberapa kali bertemu dan berbicara dengan Mattew.


"Iya,dia kalau ngoming bahasa Suroboyoan lucu sekali.Aneh aja ada Bule ngomong bahasa jawa," Janu dan Julian Anggoro tertawa disela sela menghabiskan sarapan mereka.


Selesai sarapan Anita segera kembali ke kamar tiga anak kembarnya untuk memberikan ASI.


Ia bahagia sekali karena ketiganya wajahnya sangat mirip dengan dirinya. Hanya saja,kedua putranya memiliki rambut kecoklatan seperti Jimmy.


"Tok Tok," suara pintu kamar diketuk.


"Sus,tolong lihat siapa?" kata Anita.


Salah satu pengasuh bayinya segera membuka sedikit pintu lalu mengatakan bahwa Haruka yang datang.


Anita segera menyuruhnya masuk.


Haruka datang dengan membawa tiga kado untuk ketiga bayinya.Ia tersenyum melihat ketiga bayi Anita yang mungil dan sangat manis.


"Mirip Mommy nya," katanya.


"Iya," jawab Anita.


"Sudah dikasih nama?"


"Iya,yang ini Alvin,yang ini James, dan yang paling cantik Chery," jawab Anita.


"Anak perempuanmu cuma satu,apa berencana nambah lagi?" tanya Haruka.


"Tidak Haruka,lima sudah cukup.Aku sudah KB permanen.Aku sudah sangat lelah untuk mengandung lagi.Jimmy yang meminta dokter melakukan KB permanen saat operasi cesar kemarin.Kehamilanku yang kedua ini cukup merepotkan,mungkin dia kasihan melihatku kesusahan saat hamil.Ini juga, kandunganmu sudah berapa bulan Haruka? Aku turut senang,apa Hiro tidak menggerutu saat kau menginginkan yang aneh aneh?" Anita tertawa kecil.


Haruka menundukkan wajahnya.


"Anita,bisakah kita bicara berdua saja?" tanya Haruka.


Anita melihat ke arah Haruka,matanya sudah memerah dan airmatanya luruh begitu saja membuat Anita segera meminta ketiga pengasuh bayinya membawa mereka ke luar untuk berjemur di teras.


Anita segera meraih tangan Haruka dan membawanya duduk di tepi ranjang.


☆☆☆


NB: Hai readers


Sorry nggak pernah update



Insyaallah pasti outhor tuntaskan sampai tamat.

__ADS_1


__ADS_2