
Jimmy menggenggam dan mencium tangan istrinya sebelum mulai berbicara.
"Clarissa adalah teman SMA ku di Jakarta, sebenarnya aku tidak begitu mengenalnya pun tidak peduli padanya walau aku tahu dia sering cari cari perhatian padaku.Saat itu yang kupikirkan hanya mencari keberadaanmu,sering kabur dari asrama bersama Dicky untuk pergi ke Solo atau pun pulang ke sini," kata Jimmy.
"Waktu aku kuliah di Amerika,ternyata dia juga kuliah di sana walau pun tidak satu universitas.Kami jadi sering bertemu saat aku kadang tinggal di asrama mahasiswa Indonesia saat aku sedang malas di rumah.Adiknya adalah juniorku di MIT.Adiknya sering mencariku minta diajari kalau ada mata kuliah yang dia kurang pahami.Setelah Clarissa tahu kalau aku ambil ilmu bisnis di Harvard,lama lama dia juga sering mencariku minta dijelaskan mengenai teori teori yang dia tidak mengerti tentang ilmu bisnis."
"Modus," kata Anita.Jimmy menggenggam tangan dan menyingkirkan Anak rambut di dahi Anita.
"Apa kalian menjalin hubungan waktu itu? Apa kau mantan pacarnya?" tanya Anita.
"Tentu saja tidak,Sayang.Hatiku sudah jadi milikmu dari dulu," jawab Jimmy.
"Lalu kenapa dia sekarang menempel padamu,dan kau menurut saja bahkan dia menghinaku pun kau malah tertawa bahagia," kata Anita.
"Anita,aku berhutang nyawa padanya. Dia yang membawaku ke rumah sakit saat aku mengalami kecelakaan beberapa tahun sebelum aku pulang ke sini. Lihatlah ini,aku tidak pernah benar benar memendekkan rambutku karena bekas operasi ini pasti kelihatan." Jimmy menunjukkan bekas operasi di kepalanya.
Anita terdiam,ia memang beberapa kali melihat bekas jahitan itu tapi tidak pernah menanyakannya kepada Jimmy.
"Baiklah aku mengerti sekarang. Sekarang aku tahu apa yang harus aku lakukan," kata Anita seraya bangkit dari duduknya.
"Apa yang akan kau lakukan?"
"Kau harus membalas budi kan? Apa lagi? Aku tahu apa yang dia inginkan, dirimu dan uangmu.Apa yang kau lakukan kalau dia memintamu menikahinya Jimmy?" tanya Anita.
"Tentu menolaknya," jawab Jimmy.
"Sekarang saja kau tidak bisa menolaknya kan? Jadi aku yang akan membereskan semuanya," kata Anita seraya duduk di sofa.
"Aku masih cari cara,tolong bersabarlah sedikit.Sebenarnya aku masih berfikir akan memberinya kompensasi,berapa pun yang dia minta." Jimmy menyusul Anita duduk di sofa.
"Bagaimana kalau dia meminta seluruh milikmu?" tanya Anita.
Jimmy tertawa kecil.
"Aku tinggal membuat bukti bahwa aku berselingkuh darimu.Beres kan? Aku hanya punya sepuluh persen dari seluruh hartaku dan sisanya adalah milikmu," jawab Jimmy.
"Hmm,terserah padamu.Lakukan saja apa yang menurutmu benar. Kalau setiap menolong seseorang meminta balasan, bisa bisa dokter seperti Bayu dan Hiroshi punya banyak harta dan istri. Berapa ratus nyawa yang sudah mereka selamatkan,huh.Aku juga akan melakukan apa yang menurutku benar. Sekarang aku mau istirahat,kau juga istirahatlah."
Anita beranjak Tidur di sofa,Jimmy tidak mau lagi mengatakan apa pun,ia membiarkan saja Anita melakukan apa yang dia inginkan.
Beberapa saat Anita pun terlelap,Jimmy menatap wajah tenang istrinya.
"Tenanglah,aku tidak mungkin membiarkan masalah ini berlarut larut."
__ADS_1
Jimmy memindahkan tubuh Anita ke atas ranjang lalu merebahkan dirinya di sampingnya.***
Pukul tiga dinihari Anita terbangun karena ingin ke kamar mandi.Ia melihat Jimmy tertidur pulas di sampingnya. Anita segera mengemasi barang barangnya dan pergi dari tempat itu begitu selesai dari kamar mandi. Ia berjalan cukup jauh ke dekat alun alun untuk mencari taksi.Sekitar setengah jam baru ada satu taksi kosong yang melintas.Ia tidak bisa memesan taksi online karena ponselnya rusak.Ia membiarkan begitu saja tergeletak di meja hotel.Tidak ada aplikasi penting dalam ponsel itu,karene semua transaksi ia lakukan dengan laptop pribadinya. Ia pulang ke kediaman Anggoro untuk mengambil barang barang penting miliknya.Juga beberapa potong pakaian yang masih nyaman dipakainya.Ia mengemasi satu koper pakaian bayi yang entah berapa kali dibelinya.Ia memasukkan semua barang itu ke dalam mobilnya dan meyetir sendiri walau pun agak kesulitan.Di gerbang seseorang telah menunggunya.
"Selamat pagi Nyonya," sapa Corvin.
"Corvin,apa kau ingin memeriksa? Periksalah, aku hanya membawa barang barang pribadiku," kata Anita.
"Silahkan pindah ke belakang,saya akan mengantarkan ke mana pun Nyonya pergi," kata Corvin.
"Tidak Corvin,aku akan menyetir sendiri. Kamu tidak perlu khawatir,aku akan meminta seseorang mengembalikan mobil ini nanti siang ," kekeh Anita.
"Pindahlah ke belakang Nyonya, keselamatan Nyonya adalah tanggung jawab saya," kata Corvin.
Corvin mengutak atik ponselnya sebentar lalu membuka pintu depan dan meminta Anita ke luar.
"Baiklah,tolong antarkan aku sampai depan gerbang sana dan turunkan barang barangku," kata Anita akhirnya.
Anita pindah ke belakang dan membiarkan Corvin menyetir.
Saat mesin mobil itu mulai menyala, Corvin mematikan kembali karena ada mobil dari luar gerbang masuk. Corvin membukakan pintu mobil itu dan Jimmy yang tampak masih acak acakan ke luar dan masuk ke dalam mobil duduk di samping Anita.
"Ayo jalan," kata Jimmy.
Suasana hening karena tidak seorang pun berbicara.Corvin mengarahkan mobilnya ke perumahan Griya Nusa dan berhenti tepat di depan rumah baru Anita.
Setelah menekan bel di depan gerbang,seorang pria paruh baya membukakan pintu gerbang setelah melihat Anita juga ada di dalam mobil.
Corvin membukakan pintu mobil untuk Jimmy lalu mengeluarkan barang barang milik Anita. Pak Darman segera mengambil alih koper koper itu dan membawa masuk ke kamar Anita.Sementara itu Jimmy membantu Anita ke luar dari mobil dan langsung masuk ke kamar Anita tanpa diminta.
Darman dan Rosmini melihat ke arah Anita seolah meminta penjelasan.
"Dia Jimmy suamiku Pak,Bi.Dan ini Corvin asisten suamiku.Bi,tolong buatkan sarapan ya,juga teh jahe madu untuk kami," kata Anita lalu masuk ke dalam kamarnya.
Anita tidak menemukan suaminya di dalam kamar,tapi terdengar suara air shower di kamar mandi.
Ia duduk saja di tepi ranjang sambil menunggu Jimmy. Beberapa saat kemudian Jimmy ke luar kamar mandi dengan handuk miliknya yang melilit di pinggangnya.Ia menghampiri Anita dan mencium pucuk kepalanya.
"Di lemari ada handuk baru,kenapa pakai punyaku?"
"Aku menyukai bau tubuhmu," Jimmy mengangkat dagu Anita dan mencium bibirnya dengan intens.
Anita membalas ciuman itu karena sebenarnya dia sangat merindukan sentuhan Jimmy.
__ADS_1
"Apa,aku boleh melakukannya?" tanya Jimmy disela nafasnya yang memburu.
Anita mengangguk dan memejamkan matanya.Tanpa menunggu lebih lama lagi Jimmy menyambar bibir istrinya dan memberikan cumbuan yang membuat Anita semakin menggila.Sampai akhirnya keduanya terbaring kelelahan di atas ranjang.
"Aku mencintaimu Anita,sampai kapan pun tidak ada yang bisa menggantikanmu.Aku hanya perlu kau pencaya padaku,urusan lain aku tidak peduli," Jimmy memeluk erat tubuh istrimya.
Setela berbaring beberapa saat,akhirnya keduanya membersihkan diri,dan menunaikan shalat subuh berdua di dalam kamar setelah beberapa saat sebelumnya Hans datang dengan membawa satu tas pakaian Jimmy.Saat keduanya ke luar ternyata bukan cumah Hans tapi Marcel,Jack dan Lucas juga datang.Meja makan kecil itu menjadi penuh oleh mereka. Anita segera membantu bi Rose di dapur.
Ia segera sibuk membuat roti isi beef dengan saus teriyaki dan mayonaise.Lucas yang ke dapur hendak mengambil air putih segera menghampiri Anita.
"Do you need some help(butuh bantuan?)" tanyanya.
"Ini bawa ke meja makan," kata Anita seraya memberikan satu piring besar roti isi.
Lucas segera pergi dengan membawa sarapan dan meletakkannya di meja makan. Sedangkan Anita membawa satu teko susu hangat dan sisanya Rosmini yang membawanya ke meja makan.
"Marcel,tolong segera selesaikan pembayaran rumah ini.Aku juga mau yang disebelah kanan dan kiri rumah ini," kata Jimmy.
"Jim,tidak perlu.Aku akan melunasi pembayaran rumah ini dengan uangku sendiri," kata Anita.
"Mulai sekarang jangan pakai uang pribadimu.Aku bekerja keras selama ini untuk siapa kalau kau memakai tabunganmu terus. Sayang,kumohon bersandarlah padaku sepenuhnya ya," kata Jimmy seraya menggenggam tangan Anita.
"Tuan,sebelah kiri rumah ini sudah ada pemiliknya.Yang sebelah kanan memang belum terjual," kata Hans.
"Tolong hubungi pemiliknya,aku ingin membelinya dua kali harga awalnya.Atau tukar dengan salah satu rumah di Armen Hils," kata Jimmy.
"Tuan itu tidak sebanding,di Armen Hils harganya sepuluh kali dari harga rumah di sini," kata Marcel.
"Jim...," kata Anita.
"Baiklah,baiklah itu saja cukup," kata Jimmy.
Beberapa saat kemudian ada suara ribut ribut di luar.Ternyata Lenny dan Aji suaminya yang datang.
"Nita,yaa Tuhan kau ini.Semaleman aku gak bisa tidur nyariin kamu. Hampir hampir aku lapor polisi. Aku udah takut banget kamu diculik.Semalem aku bolak balik ke sini,ke kediaman Anggoro,ke Hotel," kata Lenny.
"Iya maaf Len,HPku rusak. Aku pergi sama Jimmy," jawab Anita lalu mengajak Lenny dan suami ikut sarapan.
"Len,lama tidak ketemu," kata Jimmy yang dari dapur untuk mengambilkan susu untuk Anita.
"Jimmy,iya bukan lama,tapi sangat lama.Ini Aji suamiku," jawab Lenny.
Jimmy mengulurkan tanangannya yang disambut gembira oleh suami Lenny.Pasalnya selama ini ia hanya bertemu dan bekerja sama melalui beberapa orang penting di group Anggoro tapi tidak sekali pun bertemu dengan keturunan langsung dari klan itu.
__ADS_1
Akhirnya Jimmy mengajak Marcel dan Aji untuk membicarakan masalah jual beli rumah, sementara Lenny dan Anita membicarakan hal lain di taman belakang sambil menikmati cemilan yang dibuatkan Bi Rosmini.