
Jimmy berdiri di tepi jendela kaca seraya melihat ke arah Anita yang segera memalingkan pandangannya.
“Kau pasti sangat sedih dan kecewa padaku saat mendengarnya kan?” tanya Jimmy.
“Tidak apa apa, aku sudah menyiapkan mentalku jauh sebelum itu.Aku pergi karena tidak ingin menyulitkanmu, membuatmu merasa tidak enak hati mengusirku dari kehidupanmu.Aku juga sudah menyiapkan mentalku saat melihatmu membawa pulang Viola ke rumahmu.Aku juga tidak ingin mempermalukan keluargaku,punya anak yang hamil tanpa menikah.Aku di sini punya banyak teman, kenapa harus menunggu seseorang yang jelas jelas..”
Jimmy mencium kepala Anita.
“Kau ini berpikir terlalu jauh,aku sakit bukan karena fisikku terlalu lemah.Daya tahan tubuh terjun bebas saat mengetahui kau pergi dari rumah karena kehilangan kepercayaan padaku.Bukan karena takut tidak bisa menemukan dirimu, tapi takut tidak bisa menemukan cintamu,Anita.”
Jimmy memeluk Anita yang sedang duduk menghadap cendela kaca dari belakang.
“Aku,sudah benar benar siap menjadi orang lain bagimu Jimmy.Aku sudah pernah kecewa padamu dan pindah sekolah.Dan sekarang terulang sekali lagi.”
“Dan kau juga lari tanpa mendengar langsung dariku.Lain kali aku akan mengikatmu kalau lari lagi.Aku akan membawamu kemana pun aku pergi,” kata Jimmy seraya menjewer pelan telinga Anita yang tertawa kecil karena geli.
Terdengar ketukan di pintu,Jimmy memintanya masuk.Agustian tampak sedikit cemas, begitu pun ayah Anita.
“Jim ada apa? Kenapa kau memanggil orang tua seperti kami ini? Tidak sopan,” kata Agustian.
“Aku minta maaf karena belum bisa bergerak dengan leluasa, tapi ada hal penting yang ingin aku tanyakan.Duduklah Dad,Ayah,” kata Jimmy.
“Nak, apa yang ingin kau tanyakan?Kalau mengenai acara besok lusa, kau tidak perlu khawatir,” kata Ardian.
__ADS_1
“Aku hanya ingin bertanya berapa kali saya telfon Ayah waktu di luar negri? Mungkin karena sakit ingatanku jelek sekali” tanya Jimmy.
“Tidak sekalipun,” jawab Ardian.
“Aduh,kau terjebak Besan,” kata Agustian.
“Bukannya ada perintah yang tidak boleh menerima telpon dari Nak Jimmy,Pak Agustian?” tanya Ardian.
Agustian terkikik, Jimmy pun tersenyum dan melihat ke arah Anita yang menakupkan tangannya ke mukanya.
“Ya sudah,Jimmy hanya ingin tahu itu. Apa sudah cukup Istriku Sayang?” tanya Jimmy seraya mengelus kepala Anita.
“Iya,” jawab Anita.
“Aku tahu maksud Ayah baik, tapi seharusnya bukan ini yang dijadikan alasan,”kata Jimmy
“Hei, itu karena Anita keras kepala.Jadi kami juga harus putar otak cari cari apa kelemahan istrimu itu.Kau pikir gampang?” marah Agustian.
“Pak Agustian, mimpi apa bisa dengar nama itu lagi? KTP sama KK mau ganti lagi yang tadinya Julian A Anggoro jadi J Agustian Anggoro? Paspor juga harus diurus lagi lho,” Jimmy tertawa kecil seraya menepuk pundak ayahnya.
“Hmm, kalau lihat kamu sudah bisa ngeledek orang tua seperti ini berarti sudah tidak perlu dokter lagi.Besan, ayo kita pergi. Saudara sepupuku ada di Jogja, aku ingin kenalkan dia padamu,” kata Julian Anggoro.
“Anita,ayah pergi dulu ya.Besok ibu dan Aksal akan datang ke sini.Bude dari Solo sama ibu Sepuh juga akan dijemput besok. Mungkin akan banyak tamu, jadi kamu jangan kelelahan, kalian jangan kelelahan,” kata Ardian.
__ADS_1
“Ayah, pernikahan seperti apa yang akan kami jalani kali ini?,”
“Tentu saja pernikahan yang sah secara hukum,Sayang.Semua sudah dipersiapkan, kalian tinggal menjalani.”
“Tidak perlu befikir aneh aneh ya,Nanti sore akan ada orang butik ke sini buat fitting pakaian.Irene sudah atur semuanya ,” kata Julian Anggoro.
Keduanya beranjak ke luar dari kamar Anita.
Jimmy berjalan dan berbaring di tempat tidur sementara Anita tetap di tempatnya.
“Sayang, kemarilah.Aku tidak bisa memejamkan mata kalau kau di situ.Jangan menjauh terus,sudah jelas kan tadi kalau ayah berbohong,” kata Jimmy.
Anita menoleh lalu beringsut mendekat dan duduk di tepi ranjang.
“Tidurlah, aku akan di sini.Terima kasih sudah membelikanku buku novel ini.Aku sudah lama tidak hunting lagi,” kata Anita.
“Sini biar kupeluk,aku rindu pada anakku,aku ingin memeluknya.”
Anita membaringkan diri di sebelah Jimmy supaya Jimmy bisa memeluk perutnya.
Wajah Jimmy yang kemarin begitu tirus dan pucat, sekarang lebih kemerahan.
Pemandangan yang begitu menggemaskan,Jimmy menempelkan wajahnya di perutnya dan tangannya memeluk pinggangnya.
__ADS_1