
Pintu diketuk,seorang pengawal penjaga pintu membukanya setelah Jimmy memberi isyarat.Doris mendorong seseorang hingga terjatuh di dekat kursi Jimmy.
“Tuan,” katanya.Jimmy tak kalah kaget melihat siapa yang dibawa Doris, orang kepercayaan Julian.
“Miko,” gumam Jimmy.
“Dialah yang membocorkan informasi mengenai perjalan Tuan?” kata Doris.
“Tuan,maafkan saya.Selama ini saya menjaga Tuan dengan nyawa saya.Tapi sàat ini saya terpaksa memberi sedikit informasi pada mereka.” Pria itu teregah engah.
“Miko,apa selama ini aku kurang baik kepadamu?Apa gajimu kurang? Apa aku pernah ....”
“Tidak Tuan,Anda adalah orang paling baik yang pernah saya temui.Sayalah yang tidak pantas,saya minta maaf Tuan. Anda bisa menghukum berat diri saya, bahkan menghabisi saya,akan saya terima tanpa melawan Tuan.Tapi saya mohon bebaskan anak dan istri saya. Mereka membawa kedua anak dan istri saya.Saya mohon Tuan...”
Jimmy diam beberapa saat.
“Berikan semua alat komunikasimu padaku Miko,” kata Jimmy.
Pria berbadan besar itu segera memberikan seluruh alat komunikasi yang dia miliki.
“Lucas, lacak seluruh percakapan dan segala bentuk komunikasi yang mereka lakukan sebelumnya.Pulihkan yang sudah terhapus,” Jimmy melempar alat komunikasi milik Miko kepada Lucas yang dengan sigap menangkapya.
“Julian,suruh anak buahmu membawanya ke pulau B, penjarakan dia di markas Dicky,” kata Jimmy.
__ADS_1
“Akan kuhubungi dia.Doris,kau sudah dengar kan?” Doris mengangguk lalu membawa Miko.
“Tunggu. Tuan,mereka menargetkan Nona Anita. Mereka dibantu oleh kelompok Raharja, tapi yang sebenarnya bekerjasama adalah Fadly,musuh lama Tuan.Dia ingin menculik Nona,” kata Miko.
“Fadly?” Jimmy mengerutkan alisnya.
“Sepertinya dia ayah Baruna, menurut penyelidikanku dulu,dia punya hubungan dengan Mafia Hongkong.Aku juga tidak menyangka dia ada hubungan dengan Mafia Italy,” kata Julian.
Jimmy mendengus kesal.
“Kita bereskan dia sekalian,aku pikir dia sudah kapok berurusan denganku. Baruna,sampai kapan pun tak akan kubiarkan kau mendapatkan milikku. Jangan menyesal telah mungusik ketenanganku,” geram Jimmy.
“Doris,bawa dia,” kata Julian.Doris segera membawa Miko pergi dari ruangan itu.
“Tidak,Anita akan aman setelah di rumah orang tuanya.Mau tidak mau kita harus menghadapinya Hans.Apa kau juga membawa senjata?” tanya Jimmy.
“Iya, saya juga membawa milik Tuan,” jawab Hans.
Julian segera mengangkat telponnya.
“Bawa mobil Ferarriku ke rumah sakit,” kata Julia lalu menutup telponnya.
“Hans, hubungi Corvin tambahkan lima orang di rumah mertuaku dan lima orang lagi di rumah yang kita beli di jalan masuk daerah itu.Markas yang di depan rumah mertuaku juga suruh mereka memperketat penjagaan.Awasi rumah Fadly dan Baruna,” perintah Jimmy.
__ADS_1
“Iya Tuan.Akan saya kirim beberapa drone tambahan,” jawab Hans.
“Lucas, panggil Yuki.Dia harus ikut ke rumah mertuaku.”
“Kenapa dia harus ikut?”
“Aku yang nyetir,jadi dia harus ikut menemani Anita,” jawab Jimmy.
“Bukannya saya yang mengemudi Tuan?” tanya Hans.
“Aku sendiri yang akan menghabisi mereka,kau duduk saja di sampingku dan mengendalikan sistemnya.”
Hans mengangguk mengerti.Jimmy bangkit dari duduknya dan meninggalkan ruangan itu.Ia bergegas ke ruang rawat Anita yang ternyata sudah ada dokter Nesya di situ.
“Nes,bagaimana?”tanya Jimmy.
“Sudah boleh pulang, terserah mau pulang sekarang atau nanti.Ini obat yang harus diminum tiga hari ini.Jimmy ingat, dalam tiga hari ini tidak boleh melakukan hubungan suami istri.Ingat yang kukatakan tadi Nona, hari ini kau hanya boleh berbaring saja.Besok boleh jalan ringan tapi tidak boleh mengerjakan pekerjaan rumah.”
“Yaa ampuun, panjang banget peraturannya.Tidak boleh berhubungan tapi kalau ciuman boleh kan?” tanya Jimmy.
“Huh,serah Lo deh.Kenapa makin hari kau ini semakin menyebalkan.Aku ini belum bersuami,apa kau pikir menjelaskan hal semacam ini tidak sulit?,” marah Nesya lalu ngeloyor pergi sambil menggerutu.
Anita dan Jimmy tersenyum geli.Anita menepuk pipi Jimmy yang tampak sangat puas mengerjai dokter Nesya.
__ADS_1