
Anita melihat ke arah Corvin yang tampak sangat tenang seakan tak melihat kejadian itu. Hal itu malah membuat Anita semakin takut.
"Yuki, sudahlah.Dia itu teman Jim, sudahlah," kata Anita.
Doglas mengeluarkan kartu nama dari dalam dompetnya.
"Ini kartu namaku,kalau kau berminat segera hubungi aku.Bekerja denganmu pasti seru," katanya. Anita mengulurkan tangannya untuk menerima kartu nama itu.Tapi ada tangan lain yang menerimanya dari belakang Anita.
"Doglas Farabi,Owner penerbit majalah remaja,editor sekaligus punya PH perfilman. Tercapai juga cita citamu." Anita diam membeku mendengar suara Jim di belakangnya.Jim menyimpan kartu nama itu di saku jasnya.
"Jim? Bagaimana bisa kebetulan kau ada di sini?" tanya Doglas.
"Aku sedang mencari dua pegawaiku, ternyata mereka ada di sini," Jim duduk di sebelah Anita dengan santainya.
"Anita bekerja di tempatmu?" tanya Doglas.
"Iya Glas, aku bekerja di Impack International. Perusahaan itu milik Jimmy," jawab Anita.
"Oo,gitu rupanya.Tapi kamu juga berhak memilih pekerjaan yang berkaitan dengan bakatmu.Dan aku memiliki itu Anita.Kau bisa kapan saja menghubungiku," kata Doglas.
__ADS_1
Jim tersenyum sinis, ia mengambil cangkir kopi milik Anita dan menghabiskan sisanya. Doglas menatapnya tak percaya.
"Jim, aku bisa pesan lagi," kata Anita.
"Doglas, dia adalah pegawai terbaikku dan tak akan kuberikan pada siapa pun."
"Oh ya? Memangnya bekerja di bagian apa sampai kau tidak sanggup melepasnya?" Doglas semakin kesal.Jim mengumbar senyuman yang tidak bisa diartikan.
"Dia bekerja menemani semua aktifitasku di rumah.Menyiapkan pakaianku, menemaniku makan, menemaniku tidur, memberikan segalanya padaku."
"Jim.." potong Anita.
"Doglas aku minta maaf, harusnya aku jelaskan dari tadi.Jimmy adalah suamiku," kata Anita.
"Ouw, sungguh mengejutkan.Jimmy Anggoro, obsesimu pada Anita berhasil kau wujudkan rupanya.Tapi Anita, tawaranku itu tidak terbatas waktu.Kapan pun, kau boleh datang padaku," Doglas menghabiskan kopinya. Ia memanggil pelayan untuk membayar.
"Berapa semuanya?" tanyanya.
"Sudah dibayar Tuan,Tuan yang ada di sebelah sana itu yang membayar," kata pelayan itu.Doglas beranjak untuk menghampiri Corvin.
__ADS_1
"Tidak perlu menanyainya, dia adalah pengawal istriku," kata Jimmy.Doglas menghentikan langkahnya.
"Anita, kalau kau membutuhkanku kau bisa mencariku.Kau tahu kan harus ke mana," Doglas melangkahkan kakinya ke luar dari kedai kopi itu. Jimmy meraih tangan Anita dan menciumnya.
"Yuki, pulanglah dengan Corvin.Anita akan pergi bersamaku." Suara Jimmy terasa dingin, membuat perasaan Anita semakin tak menentu.Tanpa bicara Jim membelah pastry kacang, mengoleskan butter dengan kasar. Wajahnya tampak murung.
"Jim maafkan aku, aku tidak sengaja bertemu dia di sini.Kau tahu sendiri kan dulu dia ketua OSIS dan aku wakilnya.Kita sering bekerja sama.Jadi kurasa..." Anita tidak melanjutkan kata katanya karena Jim menariknya ke luar dari Maĺl itu.Ia mendorong Anita masuk ke mobilnya dengan kasar.
"Jalan Ed,antarkan kami ke Villa.Lewat jalan pintas saja." Jim menutup kembali sekat mobil limo dengan sopirnya.
Anita hanya diam saat Jim memperlakukan nya dengan kasar.
"Jim, kenapa kau semarah itu? Bukankah dulu kalian berteman baik?" tanya Anita.Jim merobek pakaian Anita dan menggigit pundak nya hingga terluka.Anita hanya menangis dalam diam.Jimmy melakukannya lagi di punggungnya.
"Kau membuatku sangat marah Anita, dilihat pun kau pasti tahu dia menginginkanmu."
"Aku ingin pulang Jim, turunkan aku," kata Anita di sela tangisnya.Luka di lengan dan punggungnya terasa nyeri.Tapi luka di hatinya lebih sakit lagi.
"Putar balik Ed, kita pulang ke rumah," kata Jimmy.
__ADS_1
"Aku akan pulang ke rumahku, bukan rumahmu.Terserah kau mau apa Jimmy, kau bisa membuangku atau melemparku sesukamu.Tapi aku ingin pulang ke rumahku," Anita mengusap air matanya.Tiba tiba Jim memeluk Anita.
"Ke rumah Nona Ed," katanya.Edy segera memutar arah menuju ke rumah Anita.