CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption226


__ADS_3

Beberapa hari setelah pulang dari rumah sakit,Anita menyibukkan diri dengan memberikan training pada dua karyawan administrasi di kantor ayahnya.


Anita tidak pernah ke luar dari kamarnya setelah itu.Sejak kejadian itu Anita sama sekali tidak pernah menyalakan ponselnya.Perasaan penasaran pun menggelitiki dirinya. Kebingungan yang masih hinggap, apa yang harus dilakukan selanjutnya membuatnya memberanikan diri untuk kembali menyalakan ponselnya.


Seperti dugaannya, ada kiriman beberapa foto dan video.Kali ini jauh lebih menyakitkannya.Video adegan ranjang antara Jimmy dan Viola.Walau pun wajah Jimmy diburamkan, tapi Anita tahu itu adalah suara Jimmy. Anita segera menyalakan laptopnya, menghubungkan ponsel itu ke laptopnya dan memindahkan data data penting dari ponsel itu lalu kembali mematikannya.


Ia tidak menyangka perbuatan Jimmy begitu menjijikkan.Anita mengambil dompetnya dan mengeluarkan semua kartu debit pemberian Jimmy. Melepas cincin berlian yang dikasih Jimmy beberapa waktu yang lalu.Ia menaruh semuanya di meja riasnya begitu saja.


Anita mengeluarkan koper dari dalam lemarinya,mengemas laptop dan beberapa barang pribadinya ke dalam kopernya.


Terdengar suara ketukan di pintu. Belum sempat Anita mejawab pintu kamarnya sudah dibuka dari luar.Hans dan Yuse masuk ke kamarnya.


“Nona, apa yang sedang kau lakukan?” tanya Hans.


“Hans, apa kau sudah lupa tatakrama masuk ke kamar orang lain?” marah Anita.

__ADS_1


“Nona lama sekali tidak menjawab jadi kami langsung masuk.Apa maksud Nona membawa koper ini? Kenapa ponsel Nona tidak bisa dihubungi?” cecar Hans.


“Aku hanya mau menyimpan barang barang lama, memangnya kenapa? Ponselku rusak, kalau mencariku langsung datang saja menemuiku atau telpon ke rumah.Kau pasti tahu kan nomor interkomku,” jawab Anita seraya menutup kopernya dan kembali memasukkannya ke dalam lemari.


“Berikan padaku ponselmu Nona, akan kuperbaiki,” Hans beranjak untuk mengambil ponsel itu tapi Anita segera berlari mengambilnya.


“Jangan menyentuh barang barangku Hans.Pergilah kalian kalau tidak ada hal yang penting.Aku mau istirahat,” marah Anita.


“Baiklah,aku akan tidur di sofa luar. Yuse tidur di kamar tamu sebelah. Jangan mengunci pintu atau akan kubongkar kuncinya.”


Hans dan Yuse ke luar dari kamar Anita.


Ia kembali merebahkan dirinya, ia mengambil buku agendanya dan menuliskan rencananya untuk beberapa hari ke depan.Ia mengangkat gagang interkom yang ada di atas nakas karena tidak mau diganggu siapa pun.


Anita kembali mengelus perutnya. Ayo kita pergi ke tempat yang Mami sukai.Kita akan hidup bertiga tidak perlu mendengarkan omongan orang ya Sayang.Sebentar lagi Mami akan tahu kalian laki laki atau perempuan. Bagi Mami tidak masalah apa pun jenis kelamin kalian.Tapi semoga saja laki laki dan perempuan.

__ADS_1


Anita tersenyum sendiri, hatinya terasa hangat membayangkan anak anak yang lucu dalam pelukannya.


Anita terlelap dalam buaian malam, fikirannya sedikit teralihkan oleh bayi dalam perutnya.☆☆☆


Pagi pagi sekali Anita sudah bangun dan memasak di dapur.Ana dan Ardian yang melihat hal itu segera menghampirinya.


“Nona ingin apa biar kubuatkan,” kata Arman yang dari tadi mengikutinya.


“Kau diam saja di situ Man, aku lagi pingin makan mie pedas dengan banyak sawi dan paprika merah,” kata Anita seraya memasukkan irisan bawang dan jahe ke dalam wajan.


Mengaduknya dan memasukkan potongan sawi dan paprika merah dan mei instan yang sudah direbus. Menambahkan air kaldu dan berbagai perasa dan memasukkannya ke dalam mangkuk.Anita segera duduk di meja dapur dan menunggu mie itu sedikit dingin.Anita tersenyum melihat ayah dan ibunya bengong melihat apa yang dilakukannya.


“Mau icip? Ayah sudah mau netes tuh,” kata Anita.


Ana dan Ardian tertawa kecil.

__ADS_1


“Ini masakan anak kos Yah, praktis nggak pake ribet.Semua masuk, asal ada rasanya pasti habis,” kata Anita.


Ana dan Ardian saling pandang dan tersenyum melihat Anita sudah kembali seperti biasanya.


__ADS_2