CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption205


__ADS_3

Jimmy menutup laptopnya.


“Kurasa cukup untuk hari ini.Marcel, tolong bantu Yuki di perusahaan.Hans kau juga pergilah ke sana, temui om Beny apakah draft perubahan Akte perusahaan sudah selesai. Pergantian direksi juga harus cepat.Nanti akan kukirimkan siapa saja yang akan memimpin perusahaan sementara ini. Supplier yang tidak kompeten, kita bekukan saja.Tidak perlu pesan barang dulu pada mereka.Tidak perlu membatalkan kontrak. Kita cari Supplier baru dan teliti produknya. Kalau lokal tidak cukup baik ya kita impor saja,kita urus izinnya.Tapi selama produk lokal masih OK,kita pakai lokal.Ada yang perlu ditanyakan?” tanya Jimmy.


“Tidak Tuan,kita jalankan dulu.Setelah ada kendala baru kita bicarakan lagi,” jawab Marcel.


“Baiklah,kalian boleh pergi,” kata Jimmy.


Hans,Marcel dan Corvin meninggalkan ruangan itu.


“Baiklah, aku juga pergi dulu.Untuk sementara aku juga menempatkan orang orangku di daerah sekitar sini.Juga di rumah yang kau bangun di dekat perbatasan.Mereka akan mengawasi markas Fadli.Aku yakin dia akan terseret dalam kasus ini.Mobil yang dipakai pengawal Viola, salah satunya atas nama dia,” kata Dicky.Jimmy tersenyum dan menepuk bahu temannya itu.


“Thanks,kau sangat membantu.Kau selalu ada di saat kritis seperti biasanya. Apakah kau juga membawa istrimu?” tanya Jimmy.


“Tidak,aku datang ke sini bukan untuk rekreasi atau reuni keluarga,dasar kau ini,” jawab Dicky.


Jimmy tersenyum dan mengantarkan Dicky sampai ke depan pintu.

__ADS_1


“Jim, aku juga akan kembali ke perusahaan,” kata Julian yang tiba tiba muncul di belakangnya.


“Ya, apa kau tidak ingin menemui Anita? Tolong Handle dulu pemeriksaan kemarin.Kau bisa bertanya pada Anita kalau ada masalah data.Tapi aku tidak izinkan dia pergi ke kantor, dia tidak boleh lagi bekerja.”


“Ya,aku mengerti.Tadi aku sudah katakan pada pak Faris, kalau perlu data tambahan supaya menghubungi aku saja,” jawab Julian.


“Bagaimana dengan Doris? Apa dia sudah sadar?”


“Sudah,untunglah dia pakai rompi anti peluru.Jadi yang terkena hanya lengannya.Aku pergi dulu,kalau urusanmu selesai datanglah ke perusahaan.Banyak Inspektor Customer yang mencarimu,” kata Julian seraya berlalu.Jimmy hanya mengacungkan ibu jarinya.


Jimmy kembali ke ruangan yang hanya menyisakan Lucas yang duduk sambil mengutak atik laptopnya.


“Lucas, thank for all(terimakasih untuk semuanya),” kata Jimmy.


“you're welcome(sama sama).Kemarin Jack menelpon,dia susah menghubungimu.Dia bilang akan menunda kembali ke sini,” kata Lucas.


“Jangan katakan pada Jack mengenai situasi saat ini.Aku tidak ingin dia khawatir dan urusan dia jadi kacau. Nanti malam aku akan menelponnya,” jawab Jimmy.

__ADS_1


“Ops, almost told him(hampir kasih tahu dia).Baiklah akan kututup mulut emberku,” kata Lucas. Jimmy menoyor kepalanya.


“Lucas,minggu depan ikutlah denganku ke Italy.Aku harus memukul mereka secara langsung.Jack tidak ada, kau bantu aku untuk mengumpulkan data penting dari satelit.Kita nanti akan dibantu juga sama Romeo,ada Fortis dan Tissiano.Kita akan berurusan dengan gembong mafia dan kasus pembunuhan Rivaldi akan kuselesaikan juga di sana. Jangan beritahu Jack,akan kuselesaikan sendiri.”


“Baiklah, aku akan ikut ke mana pun kau pergi,” jawab Lucas.


Aku akan hubungi Jack diam diam kalau situasinya membahayakan,bisik hati Lucas.


“Apa visamu masih berlaku?” tanya Jimmy.


“Masih, dua tahun lagi untuk schengen. Apa kau akan ajak Anita? Kudengar pengajuan visanya sudah dapat,” tanya Lucas.


“Apa kau pikir kita mau rekreasi? Semua yang kurencanakan berantakan.Aku tidak pernah menyangka akan berurusan dengan kepolisian dan interpol.Ini membuatku sedikit stres,” kata Jimmy.


“Take it easy, banyak yang membatumu. Nothing to worry about(tidak ada yang perlu dikhawatirkan),” jawab Lucas.


“Baiklah,kau bisa tetap di sini atau kembali pulang.Aku akan menemui Anita.”

__ADS_1


“Aku akan di sini,nanti sore aku akan kembali bersama Corvin.Dia sedang memantau situasi di sini,” jawab Lucas.


__ADS_2