
Sampai di rumah Anita segera menemui ibunya di dapur, sedang membuat lumpia kesukaannya.
“Ibu,tadi Nita mimpi entah kenapa mimpi Nita jelas sekali.Nita mimpi rok Nita nyangkut,saat Nita tarik roknya jadi robek.Padahal Nita sayang banget sama rok itu, terasa nyata banget mimpi itu Bu,” kata Anita.Ana diam tak menjawab pertanyaan Anita.
Bu Marni yang melihat hal itu segera menghampiri Anita dan merobek ujung bawah dress Anita dengan pisau dapur.
“Eh,Bu Marni kenapa? Ini baru Nita beli beberapa hari lalu,” protes Anita.
“Menurut orang tua tua dulu kalau mimpi bajunya robek, harus dirobek beneran.Itu mimpi yang kurang baik, apa lagi Mbak Nita sedang hamil,” jawab Bu Marni.
“Oh gitu ya, ya udah deh.Ibu Nita naik dulu ya, mau mandi,” kata Anita.
Ana hanya menganggukkan kepala tanpa sepatah kata pun.
Anita segera membersihkan diri dan menunaikan shalat magrib sesudahnya.
Ia meraih ponselnya yang ternyata baterainya habis.Ia segera mengambil charger di laci meja riasnya.
“Nita, makan dulu Nak,” terdengar suara Ana di balik pintu.Anita segera membuka pintu dan turun bersama ibunya.Tampak Hans sedang berbincang dengan ayahya setelah menyelesaikan makan malamnya.
“Man, aku mau salad buah saja.Aku tadi habis makan rendang,” kata Anita.
Arman segera membuatkan salad buah untuk Anita.
“Makasih Man,” kata Anita dengan wajah berseri.
__ADS_1
Ana melihat Anita dengan wajah bahagia.Dulu ia jarang sekali melihat ekspresi bahagia Anita saat menyantap makanan kesukaannya sejak Anita memutuskan untuk pindah sekolah ke Solo.
Bahkan setelah lulus kuliah pun Anita memilih tinggal di kos kosan sampai akhirnya bisa beli rumah sendiri.
“Makanlah lumpianya Nita, itu sengaja Bu Marni buatkan untukmu,” kata Ana.
Anita mengambil beberapa dan meletakkannya dalam piring kecil.
“Nita masih kenyang Bu, nanti malam biasanya sedikit lapar.Nita bawa ke atas saja,mau rebahan.Kaki Nita rasanya kaku sekali,” jawab Anita seraya bangkit dari duduknya.
“Jangan lupa minum suplemennya Nona,” kata Hans.
“Iya Juragan,” kata Anita. Hans tersenyum acuh dan Anita pun berlalu dari ruang makan.
Ia bersorak gembira karena dapat pesan dari Jimmy.Uh akhirnya, hatinya terlonjak gembira.
Sebuah video, buru buru Anita membukanya.Mata bulat itu tak berkedip melihat Video yang dikirimkan Jimmy.Ia tak mampu bergerak,tengkuk dan kepalanya terasa panas.
Sebuah video acara pertunangan yang meriah, di sebuah hall dengan banyak tamu undangan.Wajah Jimmy tampak sangat berseri sedang menyematkan cincin ke jari manis seorang wanita dan diakhiri dengan saling berciuman. Ponsel di tangan Anita jatuh ke lantai. Kakinya lemas hingga terduduk di lantai dekat ranjangnya.Tangisnya pun pecah tak terbendung.
“Jimmy, akhirnya firasatku terbukti. Kau menghianatiku,Sayang ayahmu menghianati kita,” Anita mengelus perutnya.
Anita mengambil ponselnya yang sedikit retak screennya.
Ia mengetikkan beberapa kata dalam chatnya.
__ADS_1
“Jimmy tolong jelaskan padaku apa maksudmu?”
Tapi sayangnya chat itu tidak dibaca oleh Jimmy.
Anita merebahkan tubuhnya, matanya terpejam namun pikirannya ke mana mana.
Jimmy aku tahu kau mungkin melakukan ini untuk menyelamatkan keluargamu.
Tapi tidak bisakah kau berpura pura tidak melakukannya dan tidak perlu memberitahuku, bisik hati Anita.
Air matanya terus mengalir deras hingga membasahi bantalnya.
Terdengar suara Notifikasi, ternyata ada balasan dari Jimmy.
“Sorry calon kakak ipar, Jimmy menyerahkan ponselnya padaku karena tidak mau diganggu.Dia sedang pergi dengan Viola untuk membicarakan acara pernikahan minggu depan.Sepertinya dia benar benar melupakanmu karena aku sering melihat Jimmy bermesraan di kamarnya dengan Viola.Sudah aku katakan jauhi Jimmy.Bye Anita(Emily).”
Tangan Anita gemetar menahan Emosinya.Air matanya kembali mengalir tanpa bisa ia hentikan.
Ia membalas chat itu.
“Tolong beritahu Jimmy untuk menelponku saat dia kembali.”
Anita meletakkan ponselnya dan menghampiri laci meja riasnya.Ia mengambil beberapa tablet obat penenang dan meminumnya.
“Maafkan Mami Sayang.” Anita mengelus perutnya lalu merebahkan diri.
__ADS_1