CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption182


__ADS_3

Lucas menyeringai senang melihat empat kotak yang menggiurkan.


“Boss ayo makan, jangan sampai pingsan saat penting seperti ini,” kata Lucas.


“Nes, ambil satu untukmu.Aku akan menyuapi istriku dulu,” kata Jimmy.


“Woke, thanks Jim.Sebaiknya kau juga makan bersamanya. Jangan sampai kau pingsan saat menyuapi dia,” Nesya terkekeh.


“Hei,apa seperti itu sikap seorang dokter,” ejek Jimmy.


“Dokter juga manusia, bisa lapar, bisa ngiler kalau lihat makanan kesukaan,” jawab Nesya.


“Pelanggaran jam kerja,nggak takut dipecat sama direktur?”


“Aku dikasih steak sama pemegang saham terbesar rumah sakit, kalau dipecat ya tinggal mencarimu.Aku tadi jam istirahat juga belum makan,nggak boleh makan apa nggak terlalu kejam? Dokternya ikutan pingsan kan nggak lucu.” Nesya mengambil satu ķotak streak medium dari tangan Lucas dan berlalu.


“Thanks Om Bule,” katanya.


“Gue bukan Bule, gue Pak le,” jawab Lucas.Anita tertawa mendengar gumaman Lucas.


“Ayo Sayang, aku suapi,” Jimmy mengambil steak yang sudah dipotongnya ke mulut Anita.


“Aku juga mau kentang sama buncisnya.Dan itu telurnya juga aku mau makan,” kata Anita.

__ADS_1


“Telur yang mana? Yang di bawah atau yang di piring itu?” tanya Jimmy.Anita terbatuk batuk mendengar pertanyaan suaminya.Jimmy terkikik lalu mengambilkan minum untuk Anita.


“Aku sudah begini kau masih saja mesum.Untung saja Lucas nggak dengar” kata Anita seraya meneguk airnya.


Jimmy melihat ponselnya karena ada pesan masuk.Ia mengutak atik sebentar lalu memanggil Lucas untuk mendekat.


“Lihat ponselmu, aku kirim wajah sepuluh pengawal Viola yang diam diam datang melalui penerbangan komersial.Juga foto Viola dan Emily.Setelah makan sebarkan ini pada semua pengawal yang ada di rumah sakit ini supaya tidak mendekati paviliun ini.Hans memang hebat, cepat sekali dia mendapatkan informasi,” kata Jimmy.


“OK.Setelah ini akan aku periksa satelit kita, apa kita bisa menemukan posisi mereka saat ini,” jawab Lucas lalu kembali ke sofa menghabiskan sisa steaknya.


“Jim, apa perlu sampai seperti itu?” tanya Anita.


“Aku hanya tidak mau istri dan anakku dicelakai orang,” jawab Jimmy.Anita mengelus perut ratanya.Cairan bening jatuh di pipinya.


“Jimmy, kita akan jadi ibu dan ayah,” katanya.


“Mereka?” Jimmy mengangguk.


“Kita langsung punya dua, saatnya minum vitamin.” Jimmy mengambil beberapa tablet vitamin dan membuka kemasannya.


“Dua? Ini kenapa aku harus minum dua tablet sekaligus?” tanya Anita.


“Iya,kondisimu yang mengharuskan.Ini diminum tiga kali dua tablet dalam sehari.Bayi kita juga dua, jadi dinding rahim juga harus lebih strong.”

__ADS_1


Anita mengusap air matanya,ia segera meminum semua obat yang diberikan Jimmy.Isakan Anita semakin keras,Jimmy segera memeluknya.


“Anita,apa kau bahagia atau sedih atau takut? Katakan padaku,”tanya Jimmy. Anita tertawa disela tangisnya seraya memukul lengan Jimmy.


“Apa kau kebanyakan memberiku penyubur kandungan? Di keluargaku tidak pernah ada riwayat kembar,apa di keluargamu ada?” tanya Anita.


“Tentu ada, aku kembar dengan ayahku,” jawab Jimmy.Anita mencubit lengannya.


“Jim I have to go (Jim aku harus pergi),” kata Lucas.


“OK.Tolong bilang sama Yuki nanti suruh antar pakaianku dan belikan beberapa pakaian casual untuk Anita,lima set ya.Agak longgar saja, biar gampang masukin botol infus,” kata Jimmy.


Lucas mengiyakan lalu ke luar dari ruangan itu.


Jimmy mengabil ponselnya dan menelpon dokter Nesya untuk mengirim asistennya ke dalam ruang rawat.


“Sayang,aku pergi laporan sebentar ya.Musolla pegawai ada tak jauh dari sini.Kalau butuh sesuatu minta bantuan dia,” kata Jimmy. Anita mengangguk mengerti.


“Mbak,” kata Anita setelah Jimmy pergi.


“Iya Nyonya.”


“Tolong bantu saya, saya mau ke kamar mandi,” kata Anita.

__ADS_1


Perawat itu segera mengambil kursi roda dan membantu membuat ranjang lebih rendah supaya memudahkan Anita berpindah.Wanita muda itu begitu cekatan dan membawa Anita ke kamar mandi di dalam ruang rawat itu.


Anita sedikit kaget karena ada kamar mandi di rumah sakit yang cukup luas dan mewah.Ia baru sadar kalau paviliun ini dibangun hanya untuk keluarga Anggoro saat sakit.


__ADS_2