
Jim nenoleh je arah Anita yang sudah menegakkan tubuhnya.Dengan sedikit gontai istrinya itu berjalan mendekati dirinya dan memeluk bahunya dari belakang.Anita yang masih memejamkan matanya nenyandarkan dagunya di pundaknya.Jim berdiri dan mendudukkan Anita di kursi sebelahnya.
"Masih mengantuk Sayang?" Jim mengelus rambut panjang Anita yang terurai.Istrinya itu meletakkan kepalanya di atas meja makan.
"Hmm iya,kamu lama sekali," gumam Anita serak.Jim mencium lembut kepalanya.
"Maafkan aku, aku harus mengatasi Julian yang manja dan kekanakan.Supaya aku bisa fokus pada hidup kita,Sayang," katanya.Anita membuka matanya, ia bangkit dari duduknya dan mencuci mukanya di wastafel dapur. Setelah mengeringkannya dengan tisyu ia kembali duduk di sebelah suaminya.
"You stay here for tonight right,Jack (Apa kau akan tinggal malam ini Jack)?" tanya Anita.
"I do, I'm so tired.I need time to sleep(Ya,aku sangat lelah dan butuh waktu untuk tidur),' jawab Jack.
"Makanlah yang banyak," kata Anita.
"Baby,apa aku juga boleh makan banyak?" tanya Jim.Anita mencubit gemas pipinya.
__ADS_1
"Iya,biar tidurmu pulas malam ini.Lihat ini pipimu,nganggur beberapa hari tambah cubi," kata Anita.Jim mengurungkan niatnya untuk mengambil makanan lagi.
"Nggak usah, kalau aku gendut kamu pasti naksir Jack," katanya.Jack tertawa ngakak sampai terbatuk batuk.Ia segera mengambil air putih dan meminumnya.
"Boss, kau ini lucu sekali.Kenapa harus aku yang ditaksir istrimu.Kan lebih imut Lucas daripada aku," ia melanjutkan tawanya sampai memegangi perutnya.
"Sengaja kubuat gendut biar gak ada yang mau sama kamu Sayang," kata Anita sekali lagi mencubit gemas pipi suaminya.
"Jack, besok belikan alat alatnya okey.Cari ruangan yang masih kosong.Di aula belakang bisa dipakai," kata Jim.
"Tentu lah,lihat perutku ini kotaknya mulai hilang.Apa tidak kasihan lihat aku kehilangan hal yang keren? Paling tidak istriku suka lihat perutku yang kotak kotak," rengek Jim.Jack dan Anita saling pandang lalu sama sama tertawa.Jim acuh saja ditertawakan seperti itu.
"Ok,Boss.Besok akan kucari dulu barang yang bagus.Kalau kau pulang barang sudah ada," jawab Jack.
"Kau hanya sedikit cubi Jim, segitu paniknya," kata Anita.
__ADS_1
"Boss,aku mau tidur.Pusing kepalaku," Jack bangkit dari duduknya.
"Okey, have a nice sleep," kata Jim.Anita melambaikan tangannya.
"Ayo,kita juga ke kamar Baby.Aku butuh dinina bobokan.Ngantuk, tapi mataku sulit sekali di pejamkan," Jim merangkul bahu Anita lalu membawanya menaiki tangga ke lantai dua. Anita memeluk pinggang Jim dan menyelaraskan langkahnya.
"Aku mau mandi sebentar,tolong ambilkan pakaian tidurku.Kau juga pakailah baju tidurmu," kata Jim seraya mengambil handuk dari tempatnya.
"Pakai yang seksi okey?Biar aku cepat tertidur," Jim kembali dan berbisik di telinga Anita.Sementara Anita hanya bisa membulatkan matanya.
Anita baru selesai mengenakan baju tidurnya, Jim yang baru datang dari kamar mandi langsung mendekap tubuhnya dari belakang. Ia langsung menyemprotkan minyak wangi ke tubuh istrinya.
"Jim,apa ini?" protes Anita.Jim yang hanya melilitkan handuk di pinggangnya mendorong Anita hingga telentang di atas ranjang.
"Junior, harus dipuaskan dulu sebelum tidur," Jim langsung memposisikan dirinya di atas tubuh Anita.Ia melihat kepasrahan istrinya membuat gairahnya semakin menggebu. Malam itu menjadi malam yang panjang dan terjadi berulang kali.Anita tertidur pulas karena kelelahan,Jim memeluknya hingga dirinya pun ikut tertidur pulas.
__ADS_1