
Sampai di atap,Jack dan Lucas tampak sedang membicarakan sesuatu. Sebuah Helikopter Airbus H155 telah berdiri kokoh di atas Helipad di atap gedung rumah Jim.
"Jack,kalau prediksiku benar you have to go to Factory.Kamu harus pantau Julian," kata Jim.
"Sure, saya akan ke Pabrik besok pagi. Yuki juga, akan langsung ke pabrik menggantikan Nona," jawab Jack.
"Ok,aku pergi dulu.Call me kalau segalanya di luar kendali.I trust you Jack.Ayo Sayang," Jim membantu Anita untuk masuk ke kursi penumpang dan memasangkan headset di kepala Anita.
"Pakai ini, biar tidak sakit telingamu." Jim menyusul duduk di sebelah Anita.Lucas mulai menyalakan mesin dan Jack beringsut menjauh.
"Lucas, are you sure you don't need me(apa kamu yakin tidak membutuhkanku)?" tanya Jim.Lucas tersenyum.
"No Sir,I can handle it. Don't ever doubt me (Tidak Tuan,saya bisa mengatasinya.Jangan pernah meragukan saya)," jawabnya.Heli itu mulai terbang dan Jim menggenggam tangan Anita yang sedari tadi diam saja.
__ADS_1
"Apa kau takut,apa Heli ini kurang nyaman?" tanya Jim.Anita tersenyum.
"Aku hanya belum terbiasa, ini pertama kalinya aku naik helikopter," jawabnya.Jim tersenyum.
"Bukan pertama kali, ini yang ke dua.Yang pertama dulu kamu lagi pingsan makanya tidak tahu," jawab Jim.Anita hanya tersenyum kecil.
"Lucas,kita keliling dulu.Ambil rute memutar, aku ingin cari tempat yang ok untuk surfing." Jim melihat ke bawah, ia memberi tanda pada Anita untuk melihat ke bawah.Laut lepas ada beberapa kapal nelayan yang mulai menepi.
"Bagus,aku tidak pernah melihat laut dari atas. Pernah sekali waktu naik pesawat ke Jakarta,tapi tidak sedekat ini.Jim kita mau ke mana? Apa masih jauh?" tanya Anita.
"Aku akan membawamu kabur ke pulau M, sebenarnya kita sudah sampai tapi kita keliling dulu." Jim mencium pipi Anita.
"Lucas, I think no perfect place. Ombak terlalu kecil.Langsung ke Green House saja,"Jim mengarahkan pilotnya.
__ADS_1
"Ok, Boss," Lucas membuat manuver menjauhi pantai.Anita menggenggam erat lengan Jim.Suaminya itu segera memeluk lengannya.Tak berapa lama Heli itu landing di atas sebuah bangunan rumah di atas tebing di bibir pantai.Setelah Rator berhenti berputar dan mesin mati,Jim membantu Anita turun. Saat ini mereka sedang berada di atap bangunan berlantai tiga itu.Seorang pria dan wanita setengah baya tergopoh menyambut mereka.
"Lucas,tolong keluarkan barang barang kami, biar dibawa Pak Heri ke kamar," kata Jim. Lucas mengacungkan ibu jarinya lalu melaksanakan perintah Jim.
"Sayang, ini Pak Heri dan Bu Aminah istrinya. Dia yang menjaga dan merawat rumah ini," kata Jim.Anita mengangguk dan menyalami mereka.
"Selamat datang Nona, semoga betah di sini," kata bu Minah.
"Ini Anita istri saya," kata Jim.Keduanya tampak kaget, karena tidak pernah mendengar Tuannya menikah.Tapi mereka hanya mengangguk lalu pergi.Lucas sudah turun dari tadi, kini tinggal Jim dan Anita yang ada di situ.Hembusan angin pantai memporak porandakan rambut mereka.Jim segera memeluk Anita dan ******* bibirnya dengan rakus.
"Ayo kita mulai hidup baru kita,Istriku.Kau tak akan bisa lari lagi dariku," bisik Jim.
"Jim, aku ingin istirahat sebentar boleh kan?" Jim tersenyum lalu menggendong Anita ke lantai dua di mana kamar mereka disiapkan.
__ADS_1