CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption237


__ADS_3

Selesai makan Ferry memesan es krim Fanila kesukaan Anita.


“Yaa ampuun masih ingat saja kesukaan Anita,” seperti anak kecil Anita memekik kegirangan.


“Ssstt, malu banyak yang menoleh ke sini,” kata Ferry.


Anita memakan es krimnya dengan gembira.


“Ta,apa boleh aku bertanya sesuatu yang agak pribadi?” tanya Ferry.


“Hmm, boleh sih.Tapi jangan marah kalau aku tidak bisa menjawabnya.”


“Ya iya lah, masa orang nanya pake maksa? Polisi kali.”


Sesaat Ferry terdiam seakan sedang memikirkan sesuatu.


“Mmm, Ta.. Ke mana ayah bayi itu? Kenapa kau datang sendiri ke Jogja? Kenapa kau mencariku untuk menawarkan tulisanmu? Biasanya susah sekali walau aku memintamu bekerjasama mengenai hasil karyamu?” tanya Ferry.


Anita terdiam beberapa saat.


“Manusia itu tidak selalu beruntung Mas,juga tidak selalu bahagia.Aku datang ke sini untuk mencari tempat yang paling nyaman untuk membesarkan anak anakku.Aku masih punya teman untuk membagi kebahagiaan di sini.Terima kasih sudah memberiku kesempatan.Aku ingin mengumpulkan uang untuk membeli rumah walau pun kecil,” jawab Anita.


“Mengenai ayah bayimu?”


“Dia ada urusan di luar negri, dan mungkin dia tidak akan kembali dalam waktu yang lama.”


“Tidak mungkin dia seperti itu kalau dia mencintaimu,” kata Ferry.

__ADS_1


“Dia akan menikahi wanita lain demi menyelamatkan orang tuanya,” jawab Anita.Air mata Anita tidak terbendung lagi.Ia mengambil tisyu dan menutupi wajahnya.


“Maafkan aku Nita,maafkan aku.Aku tidak akan bertanya lebih jauh lagi.”


Ferry menyodorkan air mineral yang ada di meja kepada Anita.


“Ngomong ngomong sekarang kau berbeda sekali.Sangat cantik, aku mengamatimu begitu lama baru yakin kalau itu kamu sàat kita bertemu sebelumnya,” kata Feŕry sàat Anita sudah tenang.


“Dasar mulut berbisa, kambuh lagi mulut manisnya itu,” jawab Anita tersipu.


“Sudah sore Mas, aku harus balik menyelesaikan pekerjaanku,” kata Anita.


Tiba tiba “Buk!"


Seseorang lewat di dekatnya dan menyenggol dirinya yang baru bangkit dari duduknya.


Ia sedikit familiar dengan punggungnya itu, tapi ai tidak ingat siapa walau berusaha mengingat.


Anita mencegah Ferry yang hendak mengejar pria itu.


“Baiklah Nita,kau boleh pergi.Tapi jangan menolak ya kalau kapan kapan kùundang makan lagi?”


“Iya Mas, tapi lain kali ajak juga istrimu. Kenalkan padaku ya,” kata Anita.


Ferry hanya nyengir membalas omongan Anita.


Anita pelan mengemudikan mobilnya. Ia mengurungkan niatnya untuk ke pasar Beringharjo karena sudah hampir jam tiga.Ia pun kembali ke galeri dan melanjutkan pekerjaannya.

__ADS_1


Menjelang malam Anita baru bersiap untuk pulang.Hanya tinggal mbak kasir yang sedang menyelesaikan print laporan dan menyerahkan uang kepadanya.


Setelah selesai menghitung uang dan mencocokkan laporan Anita memasukkan uangnya ke dalam brankas.


“Maaf Tuan, kami sudah tutup. Silahkan kembali besok ya, kami akan memberi diskon saat Anda datang besok,” terdengar suara Lusi kasir yang tadi menyerahkan uang kepada Anita.


“Saya perlunya sekarang,apa kalian tidak bisa memuaskan pelanggan? Saya bisa beli semua barang sekaligus galeri ini bisa saya beli.”


“Tapi ini sudah jam setengah sepuluh Tuan, kami tutup jam sembilan malam.”


“Salah sendiri pintunya masih terbuka,” kata pria itu ngeyel.


Anita segera ke luar dari ruang kantornya karena perdebatan mereka sangat sengit.


“Tuan mau cari apa, biar aku yang carikan Lusi,” kata Anita.


“Tapi Bu Nita..”


“Sudahlah tidak apa, besok langsung kunci pintunya kalau yang lain sudah pulang.Ini kesalahan kita Lusi.Tuan ingin cari apa?” tanya Anita sekali lagi.


Pria yang berdiri membelakangi Anita itu hanya diam.Ia berdiri kaku seperti patung yang tidak bisa bergerak.Lusi menghampiri pria yang tadinya lantang memarahi dirinya.


“Tuan,” panggilnya.


“Kalau Tuan berubah pikiran silahkan ke luar, silahkan datang besok.Ini saya kasih kartu member , akan saya kasih diskon lima persen untuk pakaian dan dua persen untuk karya seni rupa,” kata Anita.


Pria itu memutar tubuhnya dan melangkah mendekati Anita.Sontak Anita mundur hingga punggungnya menabrak meja kasir.

__ADS_1


__ADS_2