
"Cup" tiba tiba Anita mengecup bibir yang maju itu. Jim yang kaget meraba bibirnya yang sedikit basah.
"Sekali lagi donk," katanya.
"Nggak."
"Pelit."
"Biarin." Anita menyandarkan punggungnya di kepala ranjang dan mengganjal punggungnya dengan bantal.Jim beranjak menyebelahinya.
"Merry juga cerita padaku kalau kalian pernah dijodohkan," kata Anita.Jim melihat air muka kekasihnya.Ia tersenyum melihat sedikit kecemburuan yang tersirat.
"Iya.Orang tua Merry berhasil membujuk Daddy untuk menjodohkan Merry denganku. Aku hanya kasih Daddy pilihan saat dia mulai memaksaku.Kehilangan teman atau kehilangan aku.Waktu Dad memukulku,aku pukul balik dia sampai hampir pingsan.Aku minta dia mencoret namaku dari keluarganya. Lalu aku meninggalkan rumah beberapa minggu.Sejak itulah aku bertekat untuk mencari uang sendiri.Aku berjanji padanya untuk mengembalikan biaya hidup dan sekolahku suatu saat nanti.Dan sekarang aku sudah merealisasinya.Dad menolak,tapi tetap kumasukkan ke rekening Momy.Tujuh puluh lina juta Euro.Aku tidak peduli mau dia pakai atau tidak." Jim membelai rambut Anita.
"Kenapa kau menolak wanita sempurna, malah mengejar orang sepertiku?" tanya Anita lagi.
__ADS_1
"Karena dirimu sudah terpaku di otakku Cantik.Mata hati dan otakku bisa jadi kurang waras kalau sehari saja tidak melihatmu." Jim terkekeh.Anita menyandarkan kepalanya di dada bidang Jim.
"Apa kau tahu,di alun alun utara Jogjakarta ada seorang pengamen yang sangat lucu,dia selalu menyanyikan lagunya zamrud dengan penuh ekspresi.Bayu atau pun Siska selalu marah marah,sebab aku tidak bisa berhenti tertawa melihatnya.Suatu waktu aku pingin banget beli es doger yang ada di pakualaman. Waktu itu ada Bayu sama Yudistira datang ke kosan,Jadi aku minta tolong buat dianterin. Pinginnya si di minum di sana.Tapi Bayu lihat pengamen lucu itu datang.Bayu langsung nyuruh penjualnya bungkusin.Mungkin dia malu orang orang menganggap aku tidak waras."Anita tertawa geli.Jim mengusak rambutnya jengkel.
"Kenapa cerita Bayu terus sih?" gerutunya. Anita membelai pipi kekasihnya yang mulai ditumbuhi jambang.
"Kenapa?Kamu suka?"Jim tersenyum sumringah.
"Cukur,aku geli," jawab Anita.Jim mengusak pipinya ke pipi Anita.Anita meronta karena kegelian.Jim segera mengunci tubuh Anita dan mencium bibirnya sangat lembut.
"Shit, kenapa tidak mengetuk pintu Bodoh," teriak Jim.
"Heh aku sudah mengetuk pintu dan memanggilmu dalam hati," jawab Julian. Jim melemparkan bantal ke mukanya.
"Ada apa?"
__ADS_1
"Juan mau pulang,temui dia sebentar," jawab Julian.
"Kenapa mereka itu merepotkan sekali." Jim mendengus kesal melangkahkan kakinya ke luar kamar.Julian melemparkan bantal yang tadi di lempar Jim kepada Anita.Pria itu tersenyum lalu pergi.Anita merasa sedikit malu,sudah bisa dipastikan kalau Julian pasti melihat adegan panas mereka.
Anita menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya hingga terlelap beberapa saat.Sampai ciuman hangat kembali menyapu bibirnya.
"Jim," Anita mengerjapkan matanya.
"Ayo dilanjutkan," katanya.
"Nggak,nanti kebablasan." Anita bangun dari duduknya dan mengambil air di atas nakas.
"Nita,habis ini aku mau pergi.Aku mau mengurusi sesuatu.Aku pergi dengan Corvin, Jack dan Yuki ada di rumah,kalau kau bosan di rumah, boleh ke luar sama mereka.Tidak usah menungguku,aku akan pulang larut malam,"Jim membuka pakaiannya dan bersiap untuk mandi.
"Kenapa sekarang kepala keamanan itu sering kau jadikan sopirmu?Apa kau pergi ke tempat yang membahayakan?" tanya Anita cemas.
__ADS_1
"Tidak Sayang, aku memang sedang butuh dia.Sudah jangan mikir macam macam. Aku lebih hebat dari Corvin dalam soal beladiri atau pun menembak.Jadi bukan alasan itu aku mengajaknya." Jim mengusak rambut Anita lalu beranjak pergi.