
Hari itu Jimmy pergi ke perusahaan bersama Jonathan, dan orang tua Jimmy juga pergi ke rumah Jack. Anita meraih ponselnya saat mendengar bunyi notifikasi.Rupanya pesan dari Jimmy.
“Nanti siang Nora dan Jin datang ke rumah.Mereka akan menginap dan besok baru kembali ke New York.”
“Ya,” balas Anita.
Dalam hati ia memekik kegirangan, Nora pasti heboh setiap bertemu dengannya.
Anita segera menemui beberapa orang pelayan di dapur untuk meminta bahan bahan untuk membuat empek empek dan cilok.
Ia sedikit kaget karena tiba tiba ada yang memegang bahunya dari belakang.
“Adik ipar mau buat apa?”
“Eh, kak Mika.Nanti teman Jimmy dan temanku datang,aku mau buat makanan kesukaan kami,lama tidak bertemu mereka,” jawab Anita.
“Kamu bisa masak? Bukannya di rumah ada koki?”
“Ya bisa lah,masak sesuatu untuk suami kan menyenangkan.Rasanya bahagia banget kalau dia suka memakannya.Kak Mika dari Palembang kan? Ini saya mau buat mpek mpek,” kata Anita.
“Aku nggak bisa, dari kecil aku nggak pernah disuruh ke dapur.”
“Oh,gitu? Bisa masak walau pun nggak enak itu wajib buatku Kak.Kalau tidak ada orang lain kita kan bisa masak buat dimakan sendiri.Kalau gitu kegiatan Kakak apa kalau di rumah?” tanya Anita.
“Aku ada beberapa komunitas para istri orang Indonesia yang kerja di sini. Ya kumpul kumpul makan, olah raga atau arisan arisan perhiasan, atau arisan tas dan pakaian branded Eropa. Ini, makeupku bagus kan? Ini merk E&E yang terkenal di eropa itu lho. Kamu ko nggak dandan Anita?Kenapa? Bukankah uang Jimmy banyak ya,” kata Mika.
“Ada sih,di kamar.Aku juga lupa merk apa, Jimmy yang belikan.Ada satu kotak besar,cuman kubawa yang perlu aja,” jawab Anita.
“Kamu kenapa pakai lipstik tidak kentara seperti ini Anita?”
“Aku nggak pakai make up Kak,ini tadi aku bangun kesiangan jadi cuci muka sama gosok gigi doang.Ini warna asli bibirku.Alisku udah tebal jadi tinggal dirapikan saja.Bulu mataku juga udah sebanyak ini jadi nggak perlu pakai maskara, nanti malah kelilipan.Jimmy nggak di rumah jadi nggak usah dandan,” jawab Anita.
Mika tampak bengong mendengar penjelasan Anita.Ia melihat wajah mulus Anita dengan seksama. Memang benar apa yang dilihatnya, adik iparnya itu tidak memakai makeup.
“Nyonya,ada tamu Tuan Jimmy di ruang tamu samping,” kata Marlan yang tiba tiba muncul dari pintu.
Anita melonjak kegirangan dan segera mengikuti Marlan menuju ruang tamu samping yang cukup luas.
“Nora,Jin Shu Well...”
Anita berdiri diam terpaku karena yang duduk di sofa dan memainkan gawainya ternyata bukan Nora dan Jin Shu.Melainkan seorang pria berkulit putih tapi bermata sipit.
__ADS_1
“Hi,Anita right?I'm Rain,Your husband close friend(Hai,Anita kan?Aku Rain, teman dekat suamimu),” kata pria itu.
“ Sure,how do you do,” kata Anita.
“How do you do,” balas pria itu.
“Have a sit,what do you wanna drink?(silahkan duduk,Anda mau minum apa)” tanya Anita.
“Milk tea or hot milk it's OK (Teh susu atau susu panas juga boleh),” jawab Rain.
“Marlan tolong ya, sama ambilkan bakpia yang kubawa kemarin masih ada kan? Panaskan dulu di microwave.”
“Iya Nyonya,” Marlan segera beranjak untuk mempersiap apa yang diinginkan Anita.
“Jimmy went to the office with Jonathan,I will inform him that you are here(Jimmy pergi ke kantor bersama Jonathan,akan saya kasih tahu kalau anda ada di sini),” kata Anita.
“Oh,no need.I purposely came early (Tidak perlu.Saya memang sengaja datang lebih awal).I just wanna speach each other with you,someone that made my friend Jimmy so crazy(saya hanya ingin saling bicara dengan anda, seseorang yang membuat Jimmy jadi gila),” kata Rain.
Anita tertawa hingga gigi gigi kelincinya kelihatan.Rain melihat Anita dengan seksama.
“Why?It's surprise you that Anita only like this (Kenapa? Apa ini mengejutkan anda bahwa Anita hanya seperti ini? Nothing special on me,ask Jimmy about why he had like that (tidak ada yang spesial pada diri saya,tanyakan pada Jimmy kenapa dia seperti itu),” kata Anita.
Rain tertawa kecil, ia kembali melihat Anita dengan seksama.
“Hi Rain, Jimmy still talk to his friends out side.Wait for a moment please(Jimmy masih di luar sedang bicara dengan temannya,tunggulah sebentar),” kata Jonathan yang baru datang dan menyerahkan sebuah paperbag kepada Anita.
Beberapa saat kemudian Mika datang menyambut Jonathan saat mendengar suara suaminya.
“Ini apa Kak Jo?” tanya Anita.
“Sosis bakar dan hotdog,Jimmy tadi ngajak muter muter demi cari ini buatmu.Ini yang jual mahasiswa dari Indonesia.Halal, makan saja,” jawab Jonathan.
“Thanks Kak Jo,I really like it (terimakasih Kak Jo,aku sangat menyukainya).”
Anita segera memakan sosis bakar itu dengan lahap.
“Aku? Tidak dibelikan?” tanya Mika.
“I know you don't like food street (Aku tahu kau tidak menyukai makanan pinggir jalan).Beda dengan Anita,dia suka makan makanan yang dijajakan di pinggir jalan,sosis bakar itu yang paling dia suka,” jawab Jonathan ogah ogahan.
Rain hanya tersenyum melihat Anita yang memakan sosis bakar itu dengan lahap, sausnya sampai belepotan di bawah bibirnya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian Jimmy masuk dengan beberapa orang temannya dan ternyata satu kantor dengan Rain.Jimmy memukul kepala Rain dengan amplop tebal yang dibawanya.
“You are here Stupid? I came to your house (Kau di sini Bodoh, aku tadi ke rumahmu),” kesal Jimmy.
Rain tertawa karena dia memang sengaja mengabaikan telpon Jimmy.
“I came early becaouse I wanna see your wife closer,someone that made your mind not work normally (aku datang lebih awal karena ingin melihat istrimu lebih dekat,seseorang yang membuat pikiranmu tidak bisa bekerja).”
Jimmy kembali memukul kepala sahabatnya itu.
“Hey Jim, dia bisa bodoh kalau kau pukuli kepalanya,” kata Jack yang baru datang bersama Lucas.
Jimmy menghampiri Anita yang sedang menikmati Hotdognya.Ia mencium kening dan perut istrinya seraya menyerahkan amplop tebal yang dibawanya.
“What is this (apa ini)?” tanya Anita.
“For you, my royalty,” jawab Jimmy.
Anita membuka dan melihat isi amplop itu.beberapa gepok uang pecahan seratus dollar Amerika.
“Keep it (simpanlah).Itu royaltiku selama setengah tahun karena Sistem yang dulu kubuat masih dipakai oleh klien dan selalu kukirim perbaikan seperti yang mereka inginkan,” kata Jimmy.
Anita menyimpan amplop itu di saku dressnya dan itu cukup membuat Rain merasa tergelitik.
“Hey Mrs.Jimmy,you just like no need any money(Nyonya Jimmy,anda sepertinya tidak butuh uang),” kata Rain yang melihat Anita biasa biasa saja menerima uang sebanyak itu.
Jack dan Lucas tertawa.
“No need a lot of money for some sausages(tidak perlu banyak uang untuk membeli beberapa potong sosis),” kata Lucas.
Yang lain tertawa.
“Jim, aku mau mandi dulu.Aku sudah membuat adonan mpek mpek sama cilok.Nanti tunggu Nora datang baru kubuatkan,” kata Anita seraya bangkit dari duduknya.
“Kenapa capek capek sih? Suruh koki saja,” kata Jimmy.
“Aku sudah lama nggak ketemu dia, jadi ingin membuat sendiri dan seru seruan di dapur,” jawab Anita.
“Baiklah, mandilah biar lebih segar,”kata Jimmy seraya mencium perut Anita.
Jimmy membawa teman temannya ke lantai paling atas tempat biasanya mereka berkumpul.
__ADS_1
Sementara itu Anita berendam air hangat yang sudah disiapkan pelayan.Aslan meminta satu orang untuk melayani semua kebutuhan Anita dan keramahan Anita yang membuat semua orang menyukainya membuat Mika sedikit merasa cemburu.Anita begitu hambel dan cepat akrab dengan siapa pun.Suatu kelebihan yang tidak ia miliki.