
Julian menatap kesal pada Jim dan Anita.
"Apa yang kalian tertawakan, gak bakalan lagi gua minum air kobokan.Kenapa tidak pesan minuman,apa kau biarkan juga dua orang Amerika ini bernasib sama sepertiku?" tanya Julian.Masih menahan tawanya Anita beranjak memesan minuman dan beberapa botol air mineral.
"Jangan nyalahin gua lah, kan udah gua bilang botol airnya di belakang lo, kenapa malah air di mangkok cuci tangan yang lo minum.Aris yang naruh airnya di belakang lo," Jim kembali tertawa.
Jim masih saja mengumbar senyum saat makan.Julian memukul lengannya dengan kesal.
"Jim, Julian sudah. Nanti keselek," kata Anita.
Lucas dan Jack yang baru mengerti ceritanya juga tidak bisa menahan tawanya.Hal itu terjadi waktu ada persami di SMP dan seluruh siswa diwajibkan ikut kecuali yang sedang sakit.Saat itu Anita sedang bertugas dalam regu PMR dan melihat kejadian itu di depan matanya.Jim dan teman temannya sedang saling mengerjai saat sedang makan malam, dan Julian yang terkena ranjau makanan pedas, mencari air minum yang disembunyikan oleh teman teman Jim.Dan akhirnya air seadanya yang dia minum, air dalan mangkuk yang dipakai untuk cuci tangan.Untung saja baru Jim dan dirinya sendiri yang mencelupkan tangannya ke situ.
"Puas kalian tertawa? Puasin puasin, sial," umpat Julian.
"Jack bagaimana? Enak?" tanya Jim.
"Enak, taste good," jawab Jack.
__ADS_1
"Sudah dapat tiket pesawat ?" tanya Jim.
"I did.Lucas kau temani Jim di sini selama aku pulang.Help him for some work( bantu dia untuk beberapa pekerjaan)," kata Jack.
"Okey," jawab Lucas.
"Tell Mom and your parent that I miss them (Katakan pada ibu kakek dan nenek aku merindukan mereka)," kata Lucas.
"Sure (tentu)," jawab Jack.
"Jack,bring something from here for them ( bawalah sesuatu untuk mereka dari sini). Batik atau lainnya," kata Anita.
"Berapa hari kau pulang?" tanya Julian.
"Sekitar dua minggu, masa pasporku beberapa bulan lagi habis.Jonathan membantuku mengurusnya, tapi aku juga harus datang ke sana," jawab Jack.
Jim melihat ke arah agak jauh di depannya. Di tempat orang jual sate, hanya ada beberapa orang pembeli di situ.Jim mencoba mencari sesuatu di dekat tikar.Akhirnya dia nenemukan dua batu kecil dan menyentilnya ke arah seorang pria di seberang sana.Pria itu mengaduh dan menoleh ke arah kami.Tapi lampu yang tidak terlalu jelas membuatnya kembali duduk dan menikmati makanannya.
__ADS_1
"Jim jangan ngawur," kata Julian.
"Kalau kita digebukin orang I will kill you," kata Lucas.
"Itu Bayu," kata Jim.Julian menajamkan matanya.
"Eh,sepertinya iya," kata Julian.
"Akan kupastikan," Jim menyentilkan lagi batu kecil yang masih dipegangnya.Kali ini nengenai kepalanya.
"Jamput! Sopo kowe? (Sialan, siapa kamu)?" pria itu berbalik dan menghampiri kami. Jim tertawa keras, dan untuk sekian detik akhirnya Bayu tahu siapa yang melempar kepalanya.
"Setan, ternyata elu Nyet." Bayu segera membayar makanan yang belum selesai dimakannya dan duduk di sebelah Julian.
"Jangan kebanyakan makan sate Bay, ingat bisa darah tinggi," kata Julian.
"Kalau makan satu ekor ya pingsan.Ada apa ngumpul di sini?" tanya Bayu.
__ADS_1
"Anita protes tidak pernah diajak ke luar rumah, sekalian saja aku telpon semua. Katanya ingin melihat manusia lalu lalang," jawab Jim.Bayu tertawa usil.
"Yang di rumah lu monyet semua kali," Bayu tertawa ngakak.Jim menoyor kepalanya. Jack dan Lucas menatap tajam ke arahnya.