CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption129


__ADS_3

Jimmy memeluk Anita, membenamkan wajah Anita ke dalam dadanya.


"Maafkan aku Anita, aku tidak bisa mengendalikan diri tiap kali melihatmu tertawa bahagia dengan orang lain.Aku tidak ingin membaginya Anita,Aku ingin kau bahagia hanya saat bersamaku."


Anita masih diam tidak menunjukkan reaksinya.


"Bicaralah, jangan mendiamiku.Pukullah aku, balaslah aku, makilah aku asal tetaplah bersamaku.Jangan meninggalkanku, memikirkan saja aku sangat takut," Jim mengeratkan pelukannya. Anita berusaha melepaskan pelukan Jimmy, tapi suaminya itu semakin mengeratkan pelukannya.


"Jim... Apa kau ingin membuatku mati? Aku sesak nafas," kata Anita.Jim segera melonggarkan pelukannya.


"Ed, berhentilah di apotek," Jimmy membuka sekat mobilnya.


"Mau beli apa Tuan?" tanya Edy.


"Apa kau ingin merasakan lemparan sepatuku ini? Tentu saja membeli obat, masa mau beli sayuran." Edy menahan senyumnya. Ia tahu kedua majikannya itu sedang bertengkar, dan Jim memeluk Anita seakan sedang memeluk boneka.Kasian Nona, apa dia bisa bernafas tanyanya dalam hati.


Edy menghentikan mobilnya di depan sebuah apotek.

__ADS_1


"Belikan salep untuk memar, sama obat anti nyeri.Suruh kasih yang bagus," kata Jim. Tanpa banyak tanya Edy ke luar dari mobil dan masuk ke apotek.Beberapa saat kemudian ia ke luar dari apotek.


"Ini Tuan," Edy menyerahkan bungkusan plastik yang berisi salep dan obat kepada majikannya.


"Terimakasih," katanya.Edy tersenyum dan menjalankan mobilnya kembali.


Edy membukakan pintu untuk majikannya setelah sampai di halaman rumah Anita. Tampak ada dua orang penjaga menyambut mereka.


"Kalian pulanglah bersama Edy, aku menginap di sini malam ini.Tinggalkan satu mobil di sini, dan ambilkan beberapa pakaianku dan Nona Ed.Akan kutelpon Yuki untuk menyiapkan," kata Jim lalu menggendong Anita masuk.


Pelan pelan ia turunkan istrinya di Sofa. Anita merintih saat Jim menyenggol lengannya tanpa sengaja.


"Tidak usah dilepas, biarkan saja," kata Anita setelah sekian lama berdiam.Jim tersenyum.


"Biar tidak terkena gesekan," kata Jim ngotot.


Anita masuk ke kamarnya untuk memakai kaos longgar.Jim menyusulnya masuk ke kamar.Anita kembali ke luar dan duduk di depan TV.Tangannya dengan lincah memindah mindah chanel.Jim segera meraih remote dan mematikannya.

__ADS_1


"Sebaiknya kau pulang, aku akan baik baik saja di rumahku.Ini masih belum sore," kata Anita.


"Ini sudah pulang,aku pulang ke rumah istriku," Jim melepas jas kerjanya, melepas dasinya dan menggulung lengannya sampai ke siku.Ia duduk menyebelahi Anita yang tapak masih sangat kesal padanya.Ia tersenyum dan Cup ia mencium singkat bibir Anita.


"Besok kau harus menemui dokter gigi," kata Anita.


"Untuk apa? Gigiku baik baik saja," balas tanya Jimmy.


"Untuk memotong taring taringmu yang tajam itu.Aku tidak mau setiap kali kau marah aku terkena gigitan seperti ini.Rasanya sakit sekali tau," Anita memberengut kesal.


Jim tertawa kecil mendengar perkataan istrinya.


Jim segera merengkuh Anita ke dalam pelukannya.


"Maafkan aku Sayang, aku tak akan melakukannya lagi.Aku hanya tidak ingin kau membagi hidupmu dengan orang lain." Jim menciumi ranmbut panjang istrinya. Perlahan tangannya menyusup ke dalam kaos yang dikenakan istrinya.Tangan nakalnya sudah melai meremas area faforitnya.Anita memejamkan matanya.Sesekali desahan kecil ke luar dari bibir mungilnya.


"Anita,apa kau menginginkannya?"

__ADS_1


"Ya, aku menginginkannya.Jangan lagi kasar padaku Jim," kata Anita pelan.


Jim memperdalan ciumannya dan menyatukan tubuh mereka dengan sangat hati hati.Ia tidak mau usaha mereka sampai hampir pingsan kemarin tidak membuahkan hasil.


__ADS_2