
Siang itu Anita diajak makan oleh Mika di sebuah restoran mewah, di sebuah kawasan elit di kota itu.Julian Anggoro meminta John asistennya untuk mengantar Anita ke mana pun ia pergi. Dan itu sangat membuat iri Mika yang tidak pernah dipedulikan mau pergi sendiri atau diantar supir yang mana. Tapi saat ia pergi dengan Anita harus John yang mengantarnya.
"Kak,kita nggak boleh sembarangan makan di restoran kalau di luar negri," kata Anita.
"Jangan khawatir Nita,kami biasa makan di sana.Halal koq tenang aja, pemiliknya keturunan Turki.Tapi makanannya enak enak.Ada beberapa macam makanan Eropa juga.Aku dan Comunity ibu ibu Indonesia sering makan di sana, yah sebulan dua kali lah," jawab Mika.
"Apa hari ini jadwalnya?" tanya Anita.
"Iya,nanti aku kenalkan ke mereka.Suami mereka itu pegawai perusahaan perusahaan besar di sini.Ada yang pengusaha juga.Senang sekali ketemu orang Indo di negeri orang,seperti ketemu sodara," jawab Mika.
Anita mengangguk angguk melihat Mika begitu antusias bercerita.
Anita melihat ponselnya saat mendengar suara notifikasi.Chat dari Nora yang mengatakan kalau dia dan Jin sudah sampai di New York dan langsung ke kantor karena ada meeting.Ia juga mengatakan kalau Jin terlihat lebih bersemangat dan sedikit murah senyum. Anita tertawa kecil saat Nora mengirim video pendek saat Jin sedang memimpin rapat.Memang benar, wajahnya tidak semuram kemarin.Itu hasil dari tadi pagi ia nyerocos memarahi Jin Shu karena sering minum,seperti anak kecil, bla bla bla sampai Jin Shu sendiri kelabakan menjawabnya.Anita berjanji akan datang ke New York ke rumah mereka sebelum lanjut ke Eropa.
"Nita,ayo turun."
Anita sedikit kaget saat Mika mengguncang bahunya.John membukakan pintu untuk mereka.
"Thanks John," kata Anita.
"You'r wellcome Miss," jawab John ramah.
Wajah bule gantengnya itu tidak mencerminkan sama sekali kalau dia seorang pengawal yang multi talenta. Usianya mungkin agak jauh di atas Jimmy,tapi kemampuannya mungkin bisa dianggap setara dengan kemampuan Jack dan Jimmy dalam hal IT.
Ia mengantar Anita dan Mika sampai ke salah satu ruangan di restoran elit itu dan duduk di kursi resto yang ada di depan ruangan itu bersama beberapa anak buahnya.
Jimmy memang tidak sembarangan melepas Anita pergi sendiri tanpa pengawalan.Dua mobil sekitar delapan orang mengikuti mobil mereka dengan mobil dan motor tanpa Anita sadari. Karena mereka menggunakan pakaian biasa layaknya orang orang kebanyakan.
Saat memasuki ruangan resto itu Anita dibuat terkagum kagum dengan penataan ruangan yang sangat baik dan membuat pengunjungnya merasa nyaman.
"Duduk Nita,good day Guys(selamat siang)," sapa Mika kepada teman temannya.
Ia disambut sangat antusias oleh teman komunitasnya.
"Perkenalkan ini adik ipar saya, dia baru beberapa hari lalu datang dari Indonesia. Sedang liburan ke sini,namanya Anita," kata Mika.
"Halo Anita,nama saya Sandra.Saya ketua comunity ini.Yang itu Mirna bendahara.Jeng Hety,tolong pesan makanannya ya," kata salah seorang teman Mika.Anita hanya mengangguk dan tersenyum.
"Oh ya Anita, Bu Hety itu suaminya jadi salah satu Supervisor di Mc Clair Corporation," kata Mika.
"Oh,bukannya itu perusahaan keluarga Jack?" tanya Anita.
"Iya.Jeng Sandra itu jualan perhiasan, berlian ,permata gitu deh.Suaminya salah satu pemegang saham dan juga bekerja sebagai salah satu wakil manager salah satu devisi di Ex-JL perusahaan Jimmy. Terus Jeng Mirna itu juga suaminya salah satu supervisor di perusahaan Jimmy.Dia itu berasal dari keluarga kaya di Indonesia,keluarga Sudirja,rekanan keluarga Anggoro dalam bidang konstruksi."
Anita menghela nafas panjang mendengar cerita Mika dan memalingkan ke arah meja yang sudah full oleh makanan.
Mika tersenyum melihat Anita yang sepertinya sudah ingin makan.
"Sebentar ya, anggota baru biasanya ambilnya terkhir," katanya lagi.
"Kak,tolong ambilkan buku menu itu," kata Anita.
"Kenapa? Kau ingin makan makanan yang lain?" tanya Mika seraya mengambilkan buku menu yang tebalnya lumayan.
Anita membolak balik buku menu itu sekian lama,akhirnya ia menemukan sesuatu yang membuatnya sangat ngiler.
"Kak,aku mau makan ini saja.Kebab sama roti apa ya ini namanya,roti seperti roti Arab,ini lho.Sausnya Yogurt sama butter.Mmm,enak," kata Anita.
"Tapi ini bukan menu VIP,Anita," kata Mika.
"Nggak pa pa,apa nggak boleh dimakan di sini? Aku makan di luar saja," kata Anita.
"Eh,nggak,nggak."
Mika segera memesan apa yang diinginkan Anita. Anggota comunity yang lain melihat ke arah mereka.
Anita tersenyum senang saat makanan yang dipesannya datang.Tanpa mempedulikan orang lain ia segera memakan makanan itu setelah mencuci tangannya.Ia memakan makanan itu menggunakan tangannya.menggulung daging ke dalam roti,memberi yogurt dan butter lalu menyuapkan ke mulutnya.
Semua mata melihatnya dan Anita cuek cuek saja.Mika menunduk malu saat dirnya ditoel toel temannya.
"Kenapa saya dilihat seperti itu? Apa salah kalau saya menggunakan tangan saya untuk makan?" tanya Anita.
"Ndak Dek Anita,hanya saja kami terbiasa makan sesuai aturan," kata Sandra.
__ADS_1
"Saya menikmati makanan sesuai mood saya saat ini,itu bukan berarti saya tidak mengerti table manner. Sendok garpu, pisau yang Bu Sandra pakai itu bekas dipakai orang lain, sedangkan tangan saya ini bekas saya pakai sendiri." Anita tertawa kecil.
Mika merasa kaget karena Anita sangat berani menjawab kata kata Sandra yang terkenal ketus dan suka megancam orang.
"Maaf Mbak Nita,kamu dari kota mana ya?" tanya Mirna.
"Saya dari kota J di Jawa Timur," jawab Anita.
"Oh,itu kan kota kecil ya.Agak jauh dari Surabaya."
"Iya,tapi banyak pabrik pabrik dari perusahaan besar berdiri di sana.Itu juga kampung halaman saya dan suami saya. Kota itu cukup ramai sekarang," jawab Anita.
"Suami Anita kerja di mana? Apa pekerjaannya?" tanya seorang yang lain.
"Suami saya kerjanya serabutan, kadang jadi pedagang,kadang jadi tukang bersih bersih, kadang jadi tukang servis,kadang juga nggak kerja.Ini sudah satu bulan lebih nggak kerja,jadi dia ngajak saya jalan jalan ke sini," jawab Anita.
Teman teman Mika saling pandang dan berbisik bisik mendengar jawaban Anita.
"Suami Anita masih kerabat keluarga Anggoro ya? Ini mbak Mika menikah sama Tuan Muda pertama dari Tuan Besar Anggoro.Harusnya Mbak Mika pilih Tuan Muda ke dua ya,lebih ganteng dan tajir melintir," kata Sandra.Beberapa dari mereka yang mengenal keluarga Anggoro tersenyum.Sedang yang lain yang kurang tahu jadi kepo.Yang mana jeng Mirna,yang mana sih.Mirna segera menunjukkan foto foto keluarga Anggoro dari website milik Anggoro group yang memang dibuka untuk publik.
Anita menoleh ke arah Mika yang dari tadi hanya diam dan tidak berani melihat ke arahnya.
Comunity apaan pikir Anita.
Setelah makan dan berkaraoke sebentar, seorang pegawai tempat itu menyerahkan rincian tagihan kepada Sandra dan dilimpahkan kepada Mirna.
Wanita itu mendekati Mika dan memberikan struknya.
"Apa maksud mbak Mirna?" tanya Mika dengan suara keras.
"Mbak Mika tolong bayar dulu, kartu saya ketinggalan.Saya hanya bawa tigaribu USD di dompet saya.Besok saya ganti, bener deh," jawab Mirna.
"Maaf Mbak Mirna,bukanya yang kemarin saya yang bayarin sepuluh ribu dollar,itu pun belum dikembalikan sampai sekarang? Saya tidak bawa sebanyak itu," kata Mika.
Anita hanya melihat sekilas perdebatan diantara nyonya nyonya kaya dan glamour di depannya itu.
"Mbak Mika,tolong dong.Kamu kan menantu keluarga Anggoro,minta berapa pun pasti dikasih kan?" kata Sandra.
"Memang berapa tagihannya?"
"Duapuluh lima ribu dolar."
"Busset deh,lagian kalian pesen makanan banyak sekali,cuma lima belas orang pesan makanan segitu banyak.Habis nggak tuh?"
Anita bangkit dan memeriksa makanan yang dipesan,ternyata memang habis. Gila,mereka itu manusia apa sapi, makanan sebanyak itu ludes sama lima belas orang,pikirnya.
"Kenapa nggak urunan saja,urunan dua ribu dollar per orang.Sisanya masuk ke kas," kata Anita.
"Aku nggak ada,cuma bawa seribu."
"Aku juga cuma ada dua ribu ini,mau buat bayar sekolah."
Semua orang bicara sendiri sendiri, suasana jadi gaduh karena pada intinya masing masing tidak bersedia.
"Terus uang kasnya ke mana Mbak Mirna, kenapa tidak disiapkan ada rencana seperti ini.Apa tidak observasi dulu kemarin?Nggak mungkin kan tidak bayar DP?" tanya Anita.
Dalam hati Anita sudah bisa menduga kalau semua sudah direncanakan untuk menjebak Mika.
"Kak Mika ada uang berapa?" tanya Anita.
"Sepuluh ribu Anita,ini aku tidak berani pakai.Bulan ini aku sudah keluar banyak uang,aku takut Jona tanya," kata Mika.
"Ini Kak Mika ada sepuluh ribu,kurang limabelas silahkan tambahin sendiri.Bu Sandra,Anda ketuanya kan? Kalau ada masalah harusnya Bu Sandra yang atasi dong, untuk tagihan makan saya akan saya bayar sendiri,"kata Anita seraya mengambil struk dari tangan Mika.
" Seratus tujuh puluh dollar."
Anita mengeluarkan dua lembar seratusan dollar dari dompetnya.
"Excuse me,may I know what's a mater here? I'm the manager of FIP restourant, what can I help?I have any complain from the room beside you.Who is the one that have the responsibility?( Permisi,bisakah saya tahu ada masalah apa di sini?Saya manager restoran FIP.Saya mendapatkan komplain dari ruang sebelah.Siapa penanggung jawab di sini?)"
Seorang pria muda bersama beberapa orang lagi datang untuk menengahi keributan.
Tapi ada yang membuat Anita sangat kaget karena dua orang pria yang berdiri di belakang manager restoran itu adalah Jimmy dan Jonathan yang juga sama sama kaget melihat mereka.
__ADS_1
"Ya ampun,itu Tuan Muda Anggoro," teriak Mirna.
Suasana malah menjadi semakin riuh.
"Mika,oh my God.Makanya aku dari tadi mendengar suara yang cukup familiar di telinga.Kalian makan di sini?" tanya Jonathan.
"Jimmy,lets go.They will solve the problem(Jimmy ayo pergi.Mereka akan menyelesaikan masalahnya)," kata Manager restoran.
"Wait,Morris.There are my wife there,thanks for all.No need to change room(Tunggu Morris.Ada istriku di sana, terimakasih ya.Tidak perlu ganti ruangan)," jawab Jimmy.
Pria muda itu nengacungkan jempolnya lalu pergi.
Jimmy segera menghampiri Anita.
"Ada apa sampai ngomong sekencang itu?" tanyanya.
Jimmy mengambil struk tagihan yang tergeletak di meja.
Semua yang ada di situ menunduk karena malu.
"Raiso mbayar (gak bisa bayar)," jawab Anita.
"Mika!" teriak Jonathan.
"Maaf Jo,itu semua kita yang makan. Anita hanya makan kebab yang tidak seberapa.Uang kasnya ketinggalan, sementara aku hanya punya sepuluh ribu," Mika menangis karena ketakutan dengan teriakan Jonathan.
Seumur umur Jonathan tidak pernah berteriak kepadanya.
Jimmy meraih tas Anita dan mengambil dompetnya.
"Bayar Anita,lalu kita pulang.Kak Jo,kita meeting besok pagi saja di kantor mereka. Katakan pada mereka kita yang akan datang," kata Jimmy seraya mengeluarkan Black Card dari dompet istrinya.
"Nggak Jim,mereka menertawaiku karena makan makanan murahan, kenapa sekarang aku yang disuruh bayar?" teriak Anita.
"Sayang,kemarin kan baru kukasih dua ratus ribu dollar."
"Nggak,aku nggak mau.Uang segitu setara dengan satu tahun gajiku,untuk mendapatkan uang segitu aku harus masuk tiap hari dan lembur sampai malam.Enak saja dipakai makan seperti ini.Aku tidak.."
"Cup."
Jimmy mencium bibir Anita yang nyerocos terus tidak mau berhenti bicara.
Beberapa wanita di situ berteriak histeris karena Tuan Muda kedua Anggoro mencium Anita yang mengaku sudah punya suami yang kerjanya serabutan.
Jimmy memberikan kartu itu kepada pelayan dan memasukkan pinnya. Ia tahu Anita belum pernah menggunakannya jadi pin nya pasti masih sama.Beberapa saat kemudia pelayan itu mengembalikan kartu dan struk pelunasan.
"Jim,what's hapen?"
Tiba tiba Jack dan Daren muncul dari pintu.Hety berteriak histeris karena ada dua putra Mc.Clair di situ.
"Good day Mr.Mc.Clair," katanya.Daren dan Jack hanya mengangguk karena tidak mengenalnya juga.
"Istriku buat keributan.Maaf,Nyonya Nyonya.Saya harus mengajak istri saya pulang.Tagihannya sudah saya lunasi, semoga hari Anda semua menyenangkan." Jimmy meraih tangan Anita dan istrinya itu menepisnya.
Anita mengambil tasnya lalu pergi dari ruangan itu.
Jimmy berjalan mengikutinya,tapi sepertinya Anita tidak peduli.Ia terus berjalan dan turun dari gedung dengan lift.Ia melewati tempat parkir dan terus berjalan ke luar dari area itu.
"Sayang,nanti nyasar lho," kata Jimmy yang terus mengikuti langkah langkah kecil istrinya.
"Kamu pergilah,aku mau jalan sendiri. Nanti kalau nyasar aku bisa cari polisi. Aku juga bisa tidur di hotel,atau bisa langsung pesan tiket untuk pulang," jawab Anita.
"Tapi kamu nggak bawa pakaian lho," bujuk Jimmy.
"Nggak pa pa."
Anita melangkahkan kakinya ke sebuah taman kota dan duduk di salah satu kursi taman dan mengambil air minerah dari dalam tasnya.
Ia masih mengacuhkan Jimmy yang duduk menyebelahinya.
"Jangan dipikirkan uang segitu,Anita. Nanti akan kuminta Kak Jo untuk melarang Mika bergaul sama orang orang seperti itu," kata Jimmy.
Anita hanya diam saja tak menjawab. Jimmy segera menelpon John supaya datang ke tempatnya.Karena cuaca semakin dingin dan Anita tidak memakai mantel.
__ADS_1