CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption230


__ADS_3

Anita menemui Julian di restoran hotel Summer,tumben sekali sepi. Hanya ada beberapa orang di tempat itu.Anita duduk di depan Julian yang tampaknya sudah menunggunya dari tadi.


Beberapa saat kemudian pelayan mengantarkan pesanan Julian.Anita membulatkan matanya karena yang dipesan Julian adalah makanan kesukaannya.Tumis paprika, iga bakar, juga ada gudeg.Gudeg? Bukannya hotel ini tidak ada menu seperti ini.


Julian tersenyum melihat ekspresi kaget Anita.


“Aku bisa memberikan isi dunia untukmu, bukan Jimmy saja,” kata Julian.


“Aku hanya ingin bicara sedikit denganmu.Maaf aku sudah mengganģgu malam indahmu.Aku tidak akan melakukannya lagi,” kata Anita.Julian menarik nafas panjang.


“Kau bisa menggangguku kapan pun kau mau.”


“Tidak Julian,mungkin ini terakhir kali kita berbicara seperti ini.Kedepannya mungkin aku lebih memilih untuk tidak berurusan lagi denganmu.”


“Anita, kenapa kau semarah itu? Biasanya kau tidak mau tahu aku pergi dengan siapa?Aku tahu aku tidak mendengarkanmu okey aku akan berubah.Tapi aku membutuhkanmu untuk berubah.Semalam aku tidak tidur memikirkan ini,” kata Julian.


“Mulai sekarang kau tidak perlu lakukan itu. Julian aku tidak peduli lagi kamu mau hidup bagaimana.Jaga dirimu, kau sendiri yang menentukan nasibmu.Jangan lagi datang menemuiku.” Anita bangkit dari duduknya.


Julian langsung menggenggam pergelangan tangannya hingga terduduk kembali.


“Aku belum selesai, Anita.Kenapa kau berubah sejak terakhir kita ketemu? Ini juga, untuk siapa kau dandan secantik ini? Untuk menggodaku kah? Atau untuk menggoda Hans sialan itu? Dari semalam aku sudah ingin menciummu dengan dandananmu itu,” marah Julian.


“Cih, aku pake makeup seperti ini saja kau sudah ingin menciumku.Jangan jangan kalau ada sapi dikasih makeup ingin kau cium juga. Aku masih kalah jauh dengan wanita yang kau tiduri semalam.”

__ADS_1


“Aku tidak tidur dengannya.Kalau kamu dandan seperti itu mungkin aku akan mengunci rumah dan memenjarakanmu di dalam kamar. Akan kubuat rumah di tengah hutan sampai kau tidak bisa lari dariku.”


“Julian cukup,aku harus pergi sekarang.”


“Makanlah dulu, kau belum menyentuh yang kupesan.”


“Tidak usah, aku pergi.”


“Baiklah, aku akan selalu menunggumu,” kata Julian.


“Kalau aku seekor anj!ng,mungkin aku langsung percaya kata katamu.”


Anita segera kembali ke kamarnya untuk mengemasi barang barangnya.


Akhirnya Anita melangkah ke luar dan memutuskan memakai taksi yang datang ke hotel untuk pergi ke rumahnya yang ada di kota.


Sampai di loby hotel Anita dijemput oleh Dorris.


“Ada apa?” tanya Anita.


“Silahkan masuk Nyonya,” Dorris membukakan pintu sebuah mobil limo yang diparkir di depan loby hotel.


“Dorris aku akan naik taksi,kau tidak perlu repot repot mengantarku.Masih ada beberapa tempat yang ingin kudatangi,” kata Anita.

__ADS_1


“Aku akan mengantar kemanapun Nyonya pergi.”


“Tidak perlu.”


Tiba tiba Julian ke luar dari dalam mobil dan menarik Anita masuk. Ia menahan tubuh Anita yang hampir jatu tengkurap.


“Julian, apa apaan kau ini?” marah Anita yang segera memperbaiki posisi duduknya.Julian mengambil tepat duduk berhadapan dengan Anita.


Mata nakalnya itu tidak mau melepaskan pandangannya dari Anita sedikit pun. Anita mengambil miceler water dan kapas dari tas makeupnya.Ia segera menghapus riasannya.


Julian yang melihat hal itu tertawa ngakak seraya memegangi perutnya.


“Aku khawatir bola matamu akan ke luar Tuan Playboy.Antarkan aku ke SMP1,” kata Anita.


Julian meminta Dorris ke tempat yang diinginkan Anita.Julian tidak bertanya kenapa Anita ingin ke sana,sekolah mereka itu pernah mengukir banyak kenangan manis saat mereka masih remaja.


Julian diam diam melihat jari manis Anita,ia juga tidak bertanya kenapa cincin dari Jimmy tidak dipakainya.


Sampai di depan gedung sekolah Anita turun dan berdiri cukup lama. Ia segera mengambil kamera dan memotret beberapa kali lalu masuk kembali ke dalam mobil.


“Kalau kau rindu teman teman kita, aku akan ajukan proposal untuk reuni dua tahun angkatan kita,” kata Julian.


“Tidak,aku hanya ingin membuat album yang akan kuberikan pada anakku kalau dia sudah besar nanti,” jawab Anita.

__ADS_1


Julian hanya menganģuk, namun terlihat sekali dia sedang berfikir keras.


__ADS_2