CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption66


__ADS_3

Anita segera mengambil wadah berisi tepung dan memasukkan daging ikan dan


mencampurnya.Mengaduknya dengan air mendidih supaya tercampur sempurna.


"Ayo Jim,diuleni sampai kalis," Anita nenyodorkan wadah itu kepada Jim.


"Diuleni itu apaan?" tanyanya.


"Diginikan Sayang,sampai halus adonannya." Anita memberikan contoh.


"Auw,ini panas lho," Jim menjauhkan tangannya lalu meniupnya.


"Halah cuma anget aja.Arman kamu saja. Tenagamu kan jauh lebih besar dari aku," kata Anita.Arman mengambil wadah yang disodorkan Anita.


"Gak usah,biar aku saja.Berikan!" Jim mengambil kembali wadah itu dari tangan Arman dan mulai melakukan seperti yang dicontohkan Anita.


"Sudah Sayang,sini," kata Anita mengambil alih wadah itu dari tangan Jim.Ia mengabil beberapa buah nampan dari dalam lemari.Juga mengambil telur yang tadi sudah dikupas kulitnya sama Arman.Anita membuat bentuk pastel diisi dengan setengah telur dan membuat bentuk kapal selam dengan isi satu butir telur di dalamnya.


"Yang ini bentuk kapal selam,ayo bantu Jim biar cepat selesai," kata Anita.

__ADS_1


"Man,mana ada bentuk kapal selam seperti ini?" Arman cuma nyengir.Tangan Arman cepat sekali membuatnya.


"Jangan rewel,bentuk saja sesukamu," rungut Anita.Gadis itu mengambil dua buah panci untuk merebus yang sudah dibentuk.


"Wah wah,dicari ke mana mana ternyata di sini main masak masakan.Buat apaan,ikut dong."Julia muncul dari ruang tengah.


"Aduh, tukang biķin ribut datang," gerutu Jim. Pria itu tampak kaget begitupun Anita melihat Juan Alfaro dan Benson juga datang dan masuk ke dapur.Jack dan Yuki juga muncul ikutan nimbrung di meja dapur.Jack mendekati Anita dengan senyum jahilnya.


"Saya lebih pintar dari Boss kalau cuma buat seperti ini,"katanya.Jim yang mendengar hal itu segera memukul kepalanya.


Arman membagikan apron dan meminta mereka mencuci tangan terlebih dahulu. Mereka membantu Jim membentuk makanan itu dengan bentuk bentuk sesuai imajinasi mereka.Anita cuma bisa tersenyum, seakan sedang melihat anak TK yang sedang berkreasi.Sesekali mereka saling mengejek hasil karyanya satu sama lain.Pake selfi selfi segala.


"Arman,lanjutkan ya.Layani mereka,aku pergi dulu," kata Anita lalu melepas apronnya.


"Mau ke mana?"tanyanya.


"Mandi,gerah," bisiknya.Jim tersenyum lalu mengecup keningnya.Anita meninggalkan dapur lalu masuk ke kamar Jim.Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedari tadi memperhatikan mereka.Benson, ia menatap mereka dengan tatapan penuh cemburu.♡♡♡


Selesai mandi dan berganti pakaian Anita menemui Arman.

__ADS_1


"Sudah digoreng Arman?" tanyanya.


"Sidah Nona,ini saosnya sudah saya buatkan,"kata Arman.Beberapa orang anak buah Arman tampak menatanya di piring piring saji yang cukup besar.


"Bawa saja ke meja makan.Apa minumannya juga sudah siap?"tanya Anita lagi.


"Sudah Nona,itu ada berbagai macam Jus. Juga ada coktail dan salad buah kesukaan Nona." Anita tersenyum lalu mengambil srmangkuk kecil salad buah.


"Apa Nona masih ingin sesuatu?" tanya Arman lagi.


"Tolong buatka secangkir expresso,aku mengantuk sekali.Pekerjaanku masih menumpuk," jawab Anita.Arman membuatkan Anita secangkir kecil kopi Expresso dengan coffee maker lalu memberikannya.


"Nona terimakasih," kata Arman.Anita menyesap kopinya.


"Untuk apa?"


"Telah membuat Tuan Muda seperti sekarang. Sebelumnya Tuan jarang bahkan hampir tidak pernah berbicara dengan kami. Sejak Nona tinggal di sini,tidak cuma banyak berbicara dan menyapa kami.Tapi sangat perhatian pada kami.Nona lihat kan tadi bagaimana Tuan meledek saya," Arman tertawa kecil.


"Dulu Itu hal yang mustahil." Anita tersenyum.

__ADS_1


"Aku juga mau Arman." Julian datang dan duduk di sebelah Anita.


"Dulu dia begitu karena belum ketemu pawangnya." Mereka bertiga tertawa.


__ADS_2