
Pintu kamar diketuk,Jimmy membuka pintu dan seorang pelayan membawakan sebuah trolli yang berisi sarapan untuk mereka.
“Selamat menikmati Tuan,Nyonya,” katanya lalu ke luar dari kamar.
“Ayo kita sarapan, aku pesan rendang sama steak daging sapi.Kau harus makan yang bernutrisi.Kemarin kau hanya makan sedikit.Kalau lelah tidak usah ke pabrik,istirahat saja di sini.Biar Yuki yang handle pemeriksaan.Aku sudah menyuruhnya datang kemari,” kata Jimmy seraya memotongkan steak untuk Anita dan menyuapkannya ke mulut Anita.
“Tidak Jim,aku harus datang dan menuntaskannya hari ini. Besok Li Zen bisa jalankan sendiri,” jawab Anita.
“Tapi kamu pucat begini,aku hawatir padamu Sayang.”
“Aku tidak apa apa, akan kuminum semua vitamin dan suplemen makanan yang kumiliki OK.” Anita mengambil tas selempangnya lalu mengeluarkan semua obat dan vitaminnya.Jimmy memeriksa beberapa suplemen makanan Anita.
“Apa kau terus meminum penguat dan penyubur kandungan ini?” tanya Jimmy.
“Iya, tapi sepertinya belum membuahkan hasil,” jawab Anita kecewa.
“Tidak apa,kita bisa coba lagi. Tidak selalu sesuai yang kita mau Anita,ada yang menunggu sampai bertahun tahun untuk memiliki seorang anak dan mereka tidak menyerah berusaha.Kita baru beberapa bulan jadi jangan bersedih,” jawab Jimmy.
“Ya,terimakasih.Kalau kita bisa terus bersama Jimmy.” Tiba tiba wajah Anita menjadi murung.
__ADS_1
“Apa yang kau pikirkan Sayang kau tahu aku sangat mencintaimu.Aku sudah selesai,setelah ini aku akan pergi menemui beberapa orang.Kalau ke pabrik nanti agak siangan saja,”kata Jimmy.
Terdengar pintu diketuk, Jimmy membukakan pintu. Yuki dan Hans masuk dan menyerahkan beberapa paper bag padanya.
“Ini pakaianmu dan Nona, Tuan,” kata Yuki seraya menyerahkan paperbag itu kepada Jimmy.
Jimmy menerimanya lalu berganti pakaian di kamar mandi.
“Lama tidak melihatmu Yuki, apa pabrik baru begitu kacau sampai kau harus tinggal di mess?” tanya Anita. Yuki tersenyum.
“Sepertinya pabrik baru itu perlu sentuhan tanganmu Nona,” Yuki tertawa kecil. Anita hanya tersenyum mendengar oĺokan Yuki.
“Baik Tuan,” jawab Hans dan Yuki bersamaan.
“Sayang,aku akan pergi dengan Lucas.Setelah urusanku selesai aku akan menjemputmu OK,” Jimmy mencium lembut kening Anita.
“Ya,” jawab Anita singkat. Jimmy memasukkan laptop ke dalam tasnya.Mencium pucuk kepala Anita lalu pergi meninggalkan kamar hotel.
Anita menyudahi sarapannya dan meminum vitamin yang biasa diminumnya.
__ADS_1
“Nona,aku membawa laptopmu,” kata Yuki seraya mendekati Anita.
“Semua file pemeriksaan ada di folder pemeriksaan tahun ini.Semua sudah kuperiksa dan kemarin Li Zen sudah kusuruh memasukkannya ke CD. Biasanya diminta pemeriksa. Tolong kamu pelajari sebentar Yuki.Aku mau rebahan sebentar di dalam,aku sedikit tidak enak badan.Nanti bangunkan aku jam delapan, kita ke pabrik OK.” Anita bangkit dari duduknya. Ia masuk ke dalam kamar karena kepalanya pusing dan perutnya agak sakit dan mual. Ia segera berlari ke toilet dan memuntahkan apa yang tadi dimakannya ke dalam closet. Yuki yang mendengar suara benda jatuh segera masuk dan mendapati Anita terduduk lemas di sisi Closet.Yuki segera membawa Anita ke atas tempat tidur. Hans yang ada di ruang tamu kamar pressident suit itu ikut melihat ke dalam kamar.
“Yuki, ada apa?” tanyanya.
“Nona habis muntah, tolong mintakan susu hangat Hans,” jawab Yuki.
Hans bergegas ke luar.
“Yuki, tidak apa.Kemarin asam lambungku kambuh, barusan yang aku makan terlalu kasar. Tolong ambilkan obatku di tas itu ya,” kata Anita.
Yuki segera melakukan yang Anita minta.Beberapa saat kemudian Hans datang membawa segelas susu hangat dan semangkuk bubur sumsum tanpa santan.
“Makanlah ini Nona, biar tenagamu pulih,” Hans memberikan semangkuk bubur yang ditambah susu cair ke tangan Yuki.
Anita hanya bisa memakan sedikit lalu meletakkannya di atas nakas.
“Bangunkan aku jam delapan Yuki, masih satu setengah jam lagi.”
__ADS_1
Anita merebahkan tubuhnya lalu memejamkan matanya. Setelah menyelimuti Anita ia segera kembali ke ruang tamu kamar hotel.