CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption202


__ADS_3

Anita membuka matanya dan melihat sekitarnya.Ia tidur di kamar yang sangat asing.Ranjang yang luas dan empuk seperti kamar hotel.Dinding dan tirainya berwarna lembut.Ia menegakkan tubuhnya dan membuka pintu kamar mandi yang membuatnya cukup luas. Rumah siapa ini? Bukannya tadi mereka dalam perjalanan ke rumah orang tuanya.


Anita beranjak ke luar kamar yang ternyata ada Yuki yang sedang sibuk dengan laptopnya di sebuah meja makan yang cukup besar.


“Yuki, ini rumah siapa?” Anita duduk menyebelahinya.Yuki yang tampak sedikit kaget segera menoleh ke arahnya.


“Sudah bangun Nona? Ini rumah orang tuamu Nona,” jawab Yuki.


“Hah??”


“Tuan Jimmy yang merenovasinya.”


Anita bergegas menyingkap tirai lebih lebar.Ia baru sadar kalau berada di lantai dua.Ia terperangah melihat keadaan rumahnya yang benar benar berubah. Di bawah dibangun sebuah taman dan beberapa tempat duduk untuk bersantai.Juga ada sebuah kolam renang medium dan sebuah garasi mobil terbuka dengan beberapa mobil termasuk mobil Jimmy yang tadi ia naiki.


Rumahnya telah disulap begitu rupa hingga ia tidak kenal lagi.


Di kursi taman tampak Jimmy dan Faris sedang mengobrol dengan ayahnya dan Aksal.Jimmy tersenyum saat ia melihat ke arahnya.

__ADS_1


“Apa apaan Jimmy, bagaimana pun juga kenangan rumahku tidak boleh terhapus.”


Anita duduk di sofa dekat jendela kaca sementara Yuki mengambilkan susu untuk ibu hamil dari dalam kulkas.


Anita menerima dan meminumnya. Beberapa saat kemudian “Ting" pintu lift terbuka dan Anita kaget bukan main saat melihat Jimmy ke luar dari dalamnya.


“Busset deh ada lift juga,” gumam Anita.


Jimmy tertawa kecil saat mendengar apa yang digumamkan istrinya.


“Jimmy, kau apakan rumahku?” tanya Anita.


Jimmy duduk menyebelahi Anita dan memeluk lengannya.


“Apa kalian sudah makan siang?” tanya Anita.


“Sudah, aku tidak membangunkanmu karena tidurmu sangat pulas.Lagian sudah habis tiga donat besar pasti masih kenyang kan,” goda Jimmy.Anita segera memukul lengannya.

__ADS_1


“Aku ini makan untuk bertiga, jadi jangan merasa iri ya.Aku ingin ke bawah menemui ibu.Aku ingin menanyakan barang dan buku bukuku dikemanakan.”


“Eit nggak boleh, hari ini kau harusnya istirahat,berbaring saja OK? Biar aku yang minta ibu ke sini.Semua barangmu masih tetap di kamarmu di bawah.Aku hanya memperluasnya saja.Cat dinding tirai dan lainnya masih tetap sama.,” kata Jimmy.


“Nona, dari tadi ibu bolak balik ke sini tapi Nona tidur pulas sekali.Ini sudah mau magrib nanti saja habis sholat saya panggilkan.Ada bubur ayam yang tadi dibuatkan ibu di kulkas biar kuhangatkan,” kata Yuki.


“Tidak usah Yuki, nanti aku ingin makan malam bersama semua orang.Aku akan mandi dulu,” kata Anita.


“Baikah, saya ke bawah dulu Tuan mau menemui Hans,” kata Yuki.Jimmy menganggu mengiyakan.Ia tersenyum dan mengangkat tubuh istrinya ke dalam kamar.


“Jimmy,aku mandi dulu.Di mana koperku?” tanya Anita.


“Sudah masuk semua ke lemari,kau tidur sangat lama jadi aku masukkan semua karena gak ada kerjaan,” jawab Jimmy.


“Walau aku tidak tidur juga kamu gak bisa ngerjain aku,” Anita membelai pipi suaminya yang mulai ditumbuhi rambut halus.


“Nanti akan kucukur,biar kamu tidak kegelian.”

__ADS_1


“Tidak,jangan.Aku suka sekali dengan ini, entahlah aku rasa pria dengan rambut di pipinya sangat keren,” kata Anita sambil terus memainkan rambut halus di pipi dan dagu Jimmy.


“Ya sedikit saja nyukurnya, kalau dibiarkan bisa mirip Saddam Husain. Ayo aku bantu mandi, keburu magrib,” kata Jimmy.Anita menepuk gemas pipi suaminya.Anita menurut saja saat Jimmy menggendongnya ke kamar mandi.


__ADS_2