
Jim meraih dagu Anita dan menyatukan bibir mereka, keduanya saling berpagutan hingga hanya suara nafas mereka saja yang terdengar.Tiba tiba Anita mendorong tubuh kekasihnya itu,sementara Jim menatapnya penuh tanya.
"Aku takut hamil sebelum menikah,Jim." Anita menakupkan kedua tangan ke mukanya. Jim beranjak menghampiri nakas dan mengambil sesuatu di lacinya.
"Aku akan memakai pengaman," Jim memberikan sesuatu ke tangan Anita.
"Kau sudah menyiapkan semuanya Jim, sampai barang seperti ini juga kau sediakan," kata Anita kesal.
" Julian yang memberikannya padaku beberapa waktu yang lalu.Aku tidak memiliki niat melakukan itu makanya kutaruh saja di situ," jawab Jim membela diri.
Anita hanya diam mendengar pembelaan Jim, dalam hati pria itu berfikir memang benar kata Julian,Anita tidak akan semudah itu menyerahkan dirinya.Ia harus mencari cara supaya Anita luluh padanya.
"Ayo Anita,kita lakukan," Jim menggendong Anita ke tempat tidur.
__ADS_1
"Anita," Jim menggenggam tangan Anita dan mencium bibirnya.
"Jim, aku ..."
"Apa kau tidak menginginkannya?" keduanya sama sama terdiam.
"Baiklah,aku tidak akan memaksamu," Jim bangkit dari duduknya. Anita segera memeluk Jim yang berdiri membelakanginya.
"Aku menginginkannya, jangan pergi," Anita menarik tubuh Jim sekuat tenaganya hingga Jim kembali terduduk di tepi ranjangnya.Pria tampan itu tersenyum penuh kemenangan. Ia menbalikkan tubuhnya hingga keduanya saling berhadapan.Jim mengusap air mata Anita dan mencium kedua matanya bergantian.Anita membiarkan saja saat Jim melepaskan pakaiannya satu persatu.Ia menahan nafasnya saat pria itu menciumi setiap inci tubuhnya sambil sesekali menggigit kulit tubuhnya.
"Ouh ,please release my hand," rintih Anita. Jim semakin menjadi jadi mendengar rintihan kekasihnya itu.Anita menjerit, berkali kali memanggil namanya meminta dikasihani, tapi pria itu tidak bergeming sama sekali.
"Jim, Darling, lepaskan tanganku Sayang.Ahh aku ingin memelukmu," Anita mencoba merayunya. Jim menghentikan aktifitasnya.
__ADS_1
"Benarkah?" Jim mendekatkan wajahnya ke wajah Anita lalu mencium bibirnya. Anita mengangguk pasrah.
"Cuma memelukku?" tanya Jim lagi.
"Aku juga ingin menjambak rambutmu, mencakar punggungmu," jawab Anita dengan nafas yang tidak teratur.Jim kembali mencium lembut bibir Anita, gadis itu membalasnya dengankasar. Jim tertawa senang melihat kekasihnya mulai panas.Pria itu segera melepaskan ikatan tangan Anita.
"Aku senang kau agresif seperti ini.Ayo terkamlah aku, cakar aku Anita.Pasang ini dulu," Jim memberikan benda itu ke tangan Anita. Ia menarik tangan Anita saat gadis itu tidak bereaksi.
Tangan Anita gemetar memasang pengaman pada benda besar yang bisa saja mengoyak bagian tubuh kesayangannya.
"Sayang jangan takut" Jim memegangi tangan Anita yang masih gemetar dan membantunya. Jim mendorong tubuh Anita saat pengaman itu sudah terpasang sempurna.
"Allow me Anita," Jim merenggangkan paha Anita.Gadis itu mengangguk dan menahan nafasnya.Anita menggigit bibirnya saat Jim menyatukan diri ke dalam miliknya.Jim nenggerakkannya dengan ritme lambat semakin lama semakin cepat.
__ADS_1
"Aaaahh Jimmy," Akhirnya Anita benar benar menjambak dan mencakar punggung Jim karena tidak mampu menahan getaran tubuhnya. Pria itu tidak mempedulikannya.
"Oohh Jim, oh my God." Anita memegang erat pundak Jim saat pria itu menariknya ke ujung ranjang dengan gerakan yang sangat cepat.