CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption11


__ADS_3

Hari itu Anita berangkat pagi sekali, sebelum jam enam dia sudah sampai di kantor.Belum ada orang, Anita mengirim pesan kepada bagian pengaturan kendaraan untuk tugas luar,karena Anita belum melihat ada mobil yg disediakan untuknya di depan lobi.


"Mbak Nita pergi sama pak Julian, mungkin masih di Mess." Anita termangu, lho ko dia sih, pikirnya.Anita terkejut waktu interkom di mejanya berbunyi, Anita menekan tombol handfree.


"Cepat turun," terdengar suara Julian kemudian terputus.Anita bergegas turun ke lobi, Julian tampak sudah berdiri di samping pintu mobilnya.


"Mana sopirnya? Bukannya ini mobil pak Pressdir?" tanya Anita.


"Cih, ingat aja kalau yg ini.Aku yang jadi sopir, ayo naik." Julian membukakan pintu untuk Anita.Julian segera duduk di belakang kemudi dan mobil sport hitam itu langsung melaju ke gerbang.Dua orang satpam membuka pintu dan memberi hormat.


Julian mengmudikan mobil itu sedikit cepat karena jalanan masih agak sepi.


"Anita, apa yang kamu lakukan pada Pressdir hah?" tiba tiba Julian membuka suara.

__ADS_1


"Aku?Aku tidak melakukan apa apa."


"Dia jadi gelisah setelah pulang dari rumahmu," Julian menatap sinis ke arah Anita.


"Tahu aja kalau dia ke rumahku,kami hanya membicarakan beberapa hal itu saja," jawab Anita.


"Dia pasti mengatakan padaku mau ke mana, tapi waktu aku tanya kenapa, ada masalah apa dia tidak mau jawab.Biasanya diam membicarakan semua hal denganku.


Sekarang katakan, ada kejadian apa semalam?"paksa Julian.


"Semalam kami yang di mess dilarang tidur kau tahu.Harus nemenin dia main Bilyard, main catur,main game sampai jam tiga pagi. Aku tahu hatinya sedang gelisah dan aku juga tahu sumbernya adalah kamu,"cecar Julian.


"Apa kamu tahu Anita,pagi ini aku minum dua cangkir expresso biar mataku melek sekarang. Ayo katakan padaku sekarang,atau aku ngebut nih."

__ADS_1


"Eh jangan Julian.Kami cuma ... hampir kebablasan,"aku Anita akhirnya."Dan aku.. menghentikannya." Julian menatap tajam ke arahnya,tiba tiba ia menepikan mobilnya ke pinggir jalan dan berhenti.


"Apa kau tahu Anita,wajah kakakku itu terlihat sangat terluka walaupun dia tidak mengatakan apa apa.Jim sangat mencintaimu,dia melakukan segalanya untukmu.Dia sampai melakukan akuisisi perusahaan itu karena kamu ada di situ. Padahal dia tahu perusahaan tempatmu bekerja ini tidak menjanjikan dan hampir bangkrut.Usahanya sukses di USA, dia tinggalkan dan serahkan begitu saja pada kakaknya demi untuk mengejarmu. Keterlaluan kamu ya," Julian melemparkan kotak tisyu ke jok belakang.Anita cuma diam, dia masih bisa merasakan kekecewaa Jim semalam.


"Kemarikan ponselmu,"kata Julian.


"Eh mau apa?" tanya Anita saat Julia merebut ponselnya.Pria itu sibuk mengetikkan sesuatu, entah apa dengan siapa.


Julian mengembalikan ponsel Anita dan menjalankan kembali mobilnya.Dengan gugup Anita memeriksa ponselnya.Ternyata julian melakukan chat dengan Jim, mengetikkan kata kata mesra yang dia sendiri bahkan tidak pernah mengatakannya kepada Jim. Ponsel yang ada di tangannya jatuh ke pangkuannya waktu ada panggilan masuk dari Jim.


"Julian!" tiba tiba jantungnya berdetak kencang.


"Julian! Jim menelpon aku harus ngomong apa?"

__ADS_1


"Iyain aja kenapa sih?Awas ya, ayo angkat telponnya."


Anita mengangkat telpon dari kekasihnya itu dengan tangan gemetar.Brengsek, Julian kebangetan pikir Anita.


__ADS_2