CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption199


__ADS_3

“Hans, aktifkan kamera samping, depan, belakang.Tolong ganti peluru pistolku, ambil di bagian paling bawah,” kata Jimmy seraya menunjuk ke arah tempat penyimpan senjata api.


Hans segera melakukan sesuai perintah Jimmy.


“Tuan kenapa pulurunya diganti? Ini peluru perak?” tanya Hans.


“Itu peluru yang aku pesan dari Dicky, sudah lama.Juga sudah disesuaikan dengan kaliber pistolku.Aku tidak mau membuang waktu, jadi tidak terlalu lama melumpuhkan mereka.Percayalah, Jimmy tidak pernah meleset.”


Hans segera mengambil pistol yang dimaksud Jimmy dan mengganti pelurunya. Tiba tiba Anita merasa gemetar melihat senjata api yang dibawa oleh Hans.Itu senjata api sungguhan.


“Jim kenapa harus bawa bawa benda itu? Kita pulang ke rumah ayah bukan mau ke Afganistan,” kata Anita. Hans dan Jimmy tertawa bersamaan.


“Ini hanya buat jaga jaga barangkali ada setan lewat.Tenanglah,tidak akan kenapa napa,” kata Jimmy.


Hans menyimpan kembali pistol itu di tempatnya.


“Apa yang kalian sembunyikan dariku?” tanya Anita.


“Tidak ada,Sayang.Istirahatlah, pejamkan matamu.Nanti aku bangunkan kalau sudah sampai,” jawab Jimmy.


“Nona,jangan bertanya terus Tuan sedang mengemudi,” kata Yuki saat Anita hendak bertanya lagi.


“Yuki,katakan yang sebenarnya,” kata Anita lagi.


“Nona,istirahatlah.Ini ada minyak aromaterapi, biar kuusap di tengkukmu supaya Nona lebih rileks.”


Tanpa menunggu jawaban Yuki segera mengusapkan tengkuk Anita dengan minyak di tangannya.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian Anita sudah pulas tertidur di kursinya.


“Apa yang kau lakukan Yuki?” tanya Hans.


“Maafkan aku Tuan,aku tidak mau Nona membuat kita semua memgalami kecelakaan.Aku memberinya obat tidur aromaterapi.Efeknya hanya sekitar satu jam, kecuali kalau memang benar benar melelahan bisa beberapa jam lebih lama. Ini aman,Tuan tidak perlu khawatir efeknya,” jawab Yuki.


“Baiklah, nanti sampai rumah berikan obat itu padaku.Sekarang rendahkan kursi Nona supaya dia tidur lebih nyaman,” kata Jimmy.Yuki segera melakukan yang dikatakan Jimmy.


Ponsel satelit Jimmy berbunyi,ia segera menekan tombol yang ada di dekat telinganya.


“Ya,Lucas,” jawab Jimmy.


“Mobil Rangger hitam yang barusan menyalip mobilmu adalah salah satu dari mereka.Sekarang mereka mencoba melakukan beberapa manuver untuk menggangguku,” jawab Lucas.


“Segera aktifkan pelindung semua sisinya.Jangan biarkan mereka mengincar ban mu.”


“Siap Boss, aku tahu apa yang harus kulakukan,” jawab Lucas lalu sambungan terputus.


“Julian apa kau masih aman,” Jimmy menekan tombol angka tiga di ponselnya.


“Aman,tapi ada dua mobil sport hitam dan biru barusan melewatiku dengan kecepatan tinggi.Akan kuperingatkan Lucas.Sepertinya mereka benar terkecoh ,mereka tidak memcurigai mobilmu.”


Jimmy melihat ke arah sepion dan benar saja kedua mobil itu melaluinya.


“Tuan,sepertinya mereka mengincarmu,” kata Hans.


“Aku tahu,” Jimmy segera mengejar kedua mobil itu.Meskipun dari luar tampak biasa, mobil yang dikendarainya adalah memiliki mesin mobil racing keluaran terbaru.Ia memang sengaja memesan mobil itu kepada perusahaan mobil terkenal di Italia dan hanya satu satunya dibuat, walau pun harganya lebih mahal dari sebuah helikopter.

__ADS_1


Ketiga mobil itu berusaha membuat Mobil Lucas untuk menepi.


“Tuan,mereka menembaki mobil Lucas. Apa perlu kita bantu?” tanya Hans.


“Tunggu sebentar lagi, dia masih bisa mengatasi mereka.Lucas sudah mengaktifkan pelindung.Oh my God, mereka begitu ingin menghabisiku,” kata Jimmy.Telpon Julian masuk.


“Jim,aku juga mulai diganggu.Mereka menembak mobilku beberapa kali,” kata Julian.


“Jangan balas menembak,kau bersama Faris jadi kalau kau buka jendela mobil bisa mencelakainya.Tunggu, akan kubereskan yang di depan dulu.”


Jimmy mengambil senjata api miliknya.


“Tuan, biar saya yang melakukan,” pinta Hans.


Jimmy menggenggam senjata di tangan kirinya sementara tangan kanannya memegang kemudi.Ia tidak menggubris apa yang dikatakan Hans.


Jimmy membuka jendela mobilnya,ia mengarahkan softgun miliknya ke arah seseorang yang sedang menembak ke mobil Lucas.


Beberapa saat kemudian terdengar dua kali tembakan dan mobil sport biru di depannya tidak stabil dan masuk ke sungai di pinggir jalan.Jimmy menembak lengan pria beraenjata itu dan beberapa detik kemudian menembak ban belakang kirinya.


Ia segera menutup kembali jendela mobilnya.


“Hans, setelah ini giliranmu.Aku akan menyamping.Kau lumpuhkan Ban belakang kanannya.Kau harus melakukannya dengan cepat sebelum mereka menyadarinya.”


“Baik Tuan,” Hans mengambil senjatanya dan membuka jendela mobil di sebelah kanannya.Ia melepas tembakan beberapa kali dan membuat mobil sport hitam itu kehilangan kendalinya.


Jimmy mengijak rem dan menstabilkan mobilnya karena hampir menabrak mobil itu dan “Boom" mobil itu bertabrakan dengan sebuah truck yang muncul dari arah berlawanan.

__ADS_1


“Hans,tolong hubungi Om Pras di sini jadi kacau.”


“Mereka sudah ada di belakang kita, yang menembaki mobil Julian sudah berhasil dilumpuhkan.Kabar buruknya Doris tertembak Tuan,” jawab Hans.


__ADS_2