CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption135


__ADS_3

Azan subuh terdengar di kejauhan, Jim dan Anita sudah selesai mandi.Jack dan Julian juga sudah bangun, mereka bergantian mandi karena hanya ada satu kamar mandi di rumah Anita .Setelah menunaikan shalat Anita sibuk di dapur untuk membuatkan mereka roti isi dan susu hangat. Jim mengajak Jack dan Julian ke masjid di ujung gang.Sementara Lucas masih tidur nyenyak seperti bayi.Anita tersenyum melihat wajah imutnya yang masih ileran.Ia pergi ke teras untuk menikmati udara pagi.Segar sekali, sudah beberapa bulan ini ia tidak menginjakkan kakinya di rumah ini.Beberapa sàat kemudian Jim dan yang lain datang dengan berjalan kaki.Ia tampak sedang ngobrol dengan pak RT yang sama sama pulang dari masjid.


Tak làma setelah itu mereka pun menghampiri Anita. Jim mencium hangat pipinya.Jack segera masuk ke dalam dan membangunkan Lucas.


"Ayo kita pulang," kata Jim.


"Apa boleh aku tinggal di sini beberapa hari?"


"No, apa kau sudah tidak betah tinggal di rumahku?" Jim bertanya kembali.


"Aku tidak bisa ke luar lagi setelah masuk ke rumahmu.Aku tidak bisa beli nasi jagung, tidak bisa beli nasi kuning, tidak bisa beli jajanan rakyat jelata sepertiku," jawab Anita.


"Kau bisa minta sama Arman makanan apa saja yang kau inginkan," jawab Jim.


"Beda lah sama makanan di pinggir jalan," jawab Anita.

__ADS_1


"Besok akan kusuruh dia masak di pinggir jalan.Kamu tinggal pilih dia harus masak di jalan yang mana," kata Jim kesal.Anita memukul lengan suaminya.


"Heh, sampai kapan kalian ngobrol di situ? Ayo sarapan," teriak Julian dari dalam. Jim dan Anita segera masuk dan duduk di meja makan.Mereka tampak menikmati roti isi buatan Anita.


"Jack, bagaimana perkembangan kasusnya Lim?" tanya Jim.


"Sudah dibereskan sama Marcel, hanya kena denda sedikit," jawab Jack.


"Masalah apa?" tanya Jim lagi.


"Dari mana,barang apa yang dikirim itu?"


"Spain, sebuah mobil sport dan suku cadangnya.Marcel menelpon temannya yang ada di sana dan memintanya membantu mendapatkan surat pernyataan salah pengiriman.All Clear yet (semua sudah beres)," jawab Jack.


"Thanks Jack," kata Jimmy.Jack mengacungkan ibu jarinya.

__ADS_1


"Kalian pulanglah dulu,suruh dua pengawal datang ke sini.Julian kau bawa saja mobilku, aku mau jalan pakai motor Anita," kata Jimmy.


"Enak saja, kau mau bolos lagi?" tanya Julian.


"Ini kan hari Sabtu, nggak bakal ada Customer atau instansi pemerintah yang datang.Aku kan komisaris bukan presdir lagi," jawab Jimmy.


"Lama lama gue rubuhin tu pabrik, pemiliknya males malesan gitu," rajuk Julian.


"Haha, rubuhin aja kalau berani.Mau babak belur sama sepuluh ribu orang? Hidup mereka ada di tangan lo sekarang.Tugas gue hanya cari orderan dan ngawasin kerjaan lo.Kalau nggak beres tinggal timpuk pala lo pake sepatu," jawab Jim.


"Trima aja nasib lo Julian,gue si nyante," kata Lucas.


"Enak saja nyante,Heli sama pesawat baru gue sudah datang kan? Sudah tes terbang apa belum? Rator dari Lim juga sudah datang apa belum? Kalau sudah cepat ganti rator heli yang satunya," protes Jim.


"Ya ampun Boss, baru libur sehari.Iya iya gue pasang," rungut Lucas.

__ADS_1


"Ayo," kata Jack.Lucas segera mengikutinya. Dengan malas Julian pun beranjak pergi menuju ke Impack International.***


__ADS_2