
Anita terduduk di lantai karena lelah tertawa, Jim meraih tangannya dan menariknya kembali ke sofa dan memeluknya.
"Jim, jangan lakukan itu lagi ya. Kalau ingin membelikan aku sesuatu, ajak aku bersamamu.Jangan mempermalukan dirimu.
Aku yang akan memilihnya sendiri,mengerti?" Anita mencium pipi kekasihnya,Jim tersenyum dan mengeratkan pelukannya.
"Sudah kukatakan aku tidak peduli mereka mentertawakanku.Ayo cepatlah ganti bajumu, sudah malam." Jim bangkit dari duduknya, ia beranjak ke kamar ganti untuk memakai piyamanya. Tak lama kemudian ia kembali membawakan baju tidur untuk Anita.
"Apa?" tanya Anita saat Jim mendekatinya.
"Ganti bajumu, ayo aku bantu," Jim menarik T-shirt Anita.
"Eh ,nggak," Anita menarik kembali T-Shirtnya.
__ADS_1
Jim tertawa usil.Anita berlari ke kamar ganti dan mengunci pintunya.Anita cepat cepat memakai piyamanya.Terdengar pintu diketuk dari luar.
"Sayang,buka pintunya," terdengar suara Jim di luar.
"Aku takut kau memakanku, aku tidur di sini saja," jawab Anita.
"Sayang bukalah, atau kurusak pintu ini,"suara Jim terdengar serius.Akhirnya Anita membuka pintu, ia khawatir Jim menjadi tak terkendali.Terlihat senyum bahagia terukir di wajah pria tampan di depannya.
"Jangan bersembunyi dariku,aku tidak suka Nita," Jim memeluk dan menciumi kepalanya. Pria itu menarik tangannya dan membawanya ke tempat tidur.Anita menyandarkan punggungnya dan duduk bersila di atas ranjang dan Jim meletakkan kepalanya di pangkuan Anita.
"Jim,aku mencintaimu dan akan selalu mencintaimu." Anita menarik selimut dan memejamkan matanya. Jim membuka matanya dan tersenyum. Kau ini, menyatakan cinta saja selalu menungguku tidur, apa kau tahu, aku selalu tidur setelahmu, kata Jim dalam hati.♡♡♡
Anita terbangun karena ingin ke kamar mandi, ia melihat di sebelahnya kosong.Jim tidak ada di sampingnya. Anita bergegas ke kamar mandi, ternyata Jim tidak di sana.Anita segera menyelesaikan urusan kamar mandinya dan bergegas ke kamar ganti, ternyata Jim juga tidak di sana.Anita mengambil ponselnya, ia mencoba dial ke nomor Jim.Ternyata ponsel Jim ada di atas laptopnya di meja kerjanya.Anita mulai khawatir, ia ingin menghubungi Jack tapi masih jam tiga pagi. Akhirnya dia hanya mengirimkan pesan ke nomor ponsel Jack.
__ADS_1
"Jack, do you know where is Jim right now?"
Tidak ada jawaban, lima menit,sepuluh menit. Akhirnya Anita ke luar dari kamar itu. Di ruang tengah sepi,di ruang makan, dapur,ruang tamu juga sepi tidak tampak seorangpun. Anita melongok ke ruang kerjanya, gelap. Setelah lampu dinyalakan tidak terlihat siapa siapa.Akhirnya Anita kembali ke kamar Jim. Beberapa saat kemudian ponsel di tangannya berbunyi.Jack menelpon,Anita segera mengangkatnya.
"Jack, do you know where is he? Please found him," kata Anita panik.
"Hey Baby,calm down. Here I am," terdengar suara Jim. Anita sedikit lega.
"Jim, kau bersama Jack? Kenapa sepagi ini? Kenapa tidak meninggalkan pesan? Kenapa tidak membawa ponsel?" Anita menghujaninya dengan pertanyaan. Jim tertawa senang.
"Sayang,segitu paniknya ya aku hilang? Tenanglah aku tidak jauh dari rumah,ada sedikit urusan.Nanti habis subuh aku kembali. Tidurlah, masih terlalu pagi," kata Jim.
"Baiklah, hati hati ya?"
__ADS_1
" Iya, I love you," Jim menutup telponnya.