CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption233


__ADS_3

Sekitar jam tujuh Anita sampai di Jogja, ia memilih turun di bawah flyover dan mencegat taxi dan mencari hotel di kawasan Malioboro.


Hal pertama yang ia lakukan adalah sarapan susu dan roti isi dengan meminta layanan kamar.Ia membalurkan minyak kayuputih ke kakinya karena terasa sangat kaku.


Sejenak ia membuka tirai jendela kamarnya yang terletak di lantai tiga di belakang MM Mall.Terlihat sangat jelas jalan Malioboro masih sepi. Perasaannya sangat lega.Belum ada recana akan melakukan apa. Hotel berbintang yang ia tempati itu cukup nyaman untuk tempat tinggalnya sementara.Ia sudah membayar sampai lima hari ke depan.Pelan pelan ia akan mencari rumah kontrakan. Rasa kantuk membuatnya sangat ingin rebahan saat melihat kasur.


“Jogja, aku kembali.Anakku Sayang, ini adalah tempat yang paling nyaman dalam hidup Mami.Kita tinggal di sini ya, kau akan tumbuh dengan baik di sini.Di sini ada banyak tempat pendidikan yang bagus untuk kalian. Kalau mungkin Mami akan beli rumah kecil untuk kita.Mami akan bekerja untuk menabung biaya pendidikan kalian.Kalian akan punya Mami Siska nanti.Akan kita temui dia nanti ya, sekarang Mami sangat lelah.”


Anita merebahkan tubuhnya,kasur yang nyaman membuatnya langsung terlelap.


Sementara itu di rumah besar kediaman Jimmy.Hans memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.Ia tertidur di meja server dengan pekeraan yang belum selesai sama sekali.


Di meja server lain Corvin juga masih tertidur pulas.Hans mencoba membangunkannya, tapi tak sedikit pun ia bergeming.


“Rony!” teriaknya.


“Ya Tuan.”

__ADS_1


“Kenapa membiarkan kami tertidur?”


“Kami sudah berusaha membangunkan Tuan, bahkan kami barusan memanggil petugas poliklinik karena Tuan belum juga bangun,” kata Rony.


“Yaa Tuhaan ini sudah siang Rony, kenapa tidak dari pagi?” marah Hans.


Beberapa saat kemudian petugas poliklinik datang dan memeriksa Corvin.


“Tuan ini harus dibawa ke rumah sakit, tidak bisa saya tangani di sini,” kata petugas itu.


Hans tampak panik, tiba tiba matanya melihat jus jeruk yang kemarin dibawanya dari rumah Anita.Kemarin ia hanya meminumnya sedikit tapi sekarang botol itu sudah kosong.


“Oh My God, Nona.”


Hans segera menghubungi Dicky.


“Pak kau ada di mana?”

__ADS_1


“Rumah Nonamu diserang Hans, di mana Corvin? Kenapa kalian pergi bersamaan dan tidak menghubungiku? Sebagian sudah dibawa ke rumah sakit, cepatlah kemari.”


“Pak Corvin juga dibawa ke rumah sakit. Yang menyerang orang dalam sendiri Pak, apakah Nona tidak apa apa?”


“Anita tidak ada,Aku sudah periksa CCTV gerbang.Untung aku sendiri yang pasang CCTV itu, CCTV khusus,jadi tidak harus menyimpan data di server, dia bisa simpan data paling lama dua hari di dalam memorinya sendiri. Nonamu pergi dari rumah, jangan sampai bocor informasi ini Hans. Aku tidak menyangka dia mencabut kabel server sebelum pergi.Hans harusnya kau memperhitungkan kalau dia mengerti tentang barang barang seperti ini,” kata Dicky.


“Maaf Pak Dicky saya teledor,saya merasa curiga tapi tertipu dengan sikap Nona yang seolah baik baik saja. Tolong amankan Jus jeruk sama pie apel dan mangga yang tersisa.Saya akan segera kembali.”


“Baiklah, jangan sampai berita ini bocor ke telinga Julian.”


Hans mematikan telponnya dan bergegas mengambil beberapa kaleng susu beruang untuk menetralisir tubuhnya.


Setelah merasa stabil Hans segera mengemudikan mobilnya menuju ke rumah orang tua Anita.☆☆☆


Malam hari Anita menghabiskan waktunya untuk mencari pakaian dan sendal flat di MM Mall dekat hotel.


Entah kenapa perasaannya sangat gembira.Ia sedikit melupakan masalahnya. Lalu lalang ramai pengunjung Mall membuatnya berdiam di tepi pagar pembatas lantai dua bersama banyak orang di situ. Melihat ke bawah yang sangat ramai orang berlalu lalang.Hal itu dulu sering ia lakukan bersama teman temannya tiap ada waktu senggang atau kalau ada yang lagi bete.

__ADS_1


__ADS_2