
Anita membuka laptopnya dan benar saja,ada sekitar enam puluhan email dari Arron pagi ini.Anita membalas beberapa Email Arron yang bisa langsung di repply.Kebanyakan hanya pertanyaan tentang kurang mengerti istilah yang digunakan dalam bukti bukti pengeluaran perusahaan.Dalam hati Anita merasa kasihan pada atasannya itu, kalau saja dia ada di kantor,urusannya tidak akan serumit ini.Anita menyelesaikan dengan cepat laporan laporan yang diminta Arron.
Anita melihat jam di laptopnya, jam duabelas siang,sudah jam pulang untuk hari sabtu. Anita merenggangkan tubuhnya.Yuki masuk dan memberikan jus apel untuknya.
"Nona ingin makan apa?"tanya Yuki.
"Apa Jim berpesan sesuatu padamu?" Anita balik bertanya.
"Tuan tadi minta dibuatkan rendang,tapi sepertinya Tuan tidak makan siang di rumah," jawab Yuki.
"Baiklah,aku akan ambil sendiri.Kau bersantailah, aku akan melakukan apa pun sendiri kalau Jim tidak ada." Anita beranjak ke dapur,Yuki tetap mengikuti di belakangnya. Beberapa orang menyambutnya.
"Pak, apa saya boleh melihat isi kulkas itu?" Anita bertanya pada seseorang yang berdiri paling dekat dengannya.Seseorang berjalan mendekatinya dan membukakan pintu kulkas sebesar lemari pakaian tak jauh darinya.
"Silakan Nona,tidak perlu minta izin kalau ingin makan sesuatu.Nona saya bisa buatkan apa saja yang nona ingin makan, saya Arman koki di rumah ini," pria itu menjelaskan.Anita hanya tersenyum.
__ADS_1
"Tentu saya harus minta izin, saya hanya tamu di rumah ini," jawab Anita.
Gadis itu mengambil beberapa potongan buah pir,semangka,anggur dan chery yang sudah dikupas kulitnya dan nenuangkan mayonais cukup banyak,dan beberapa tetes madu.Setelah mengucapkan terimakasih Anita memakan saladnya di meja makan, Yuki hanya duduk saja menemani Anita makan.
"Yuki kenapa tidak makan?" yang ditanya hanya tersenyum .
"Sebenarnya aku ingin pergi ke luar,aku ingin pulang ke rumahku.Pasti sudah sangat kotor aku tinggal berhari hari."
"Tuan melarang Nona ke luar dari sini kalau tidak dengannya.Nona juga tidak perlu khawatir,rumah Nona dibersihkan tiap hari," jawab Yuki.
"Nona masih mau rendangnya?" Yuki menawarkan, Anita menggelengkan kepalanya.
"Hai, Ni hao ma(apa kabar)?" sapanya.
"Wo hen hao,xiexie (saya baik,terimakasih)," jawab Anita.
__ADS_1
"Ni dai henduo wenjian,hen mafan(anda membawa banyak dokumen,sangat merepotkan),"lanjut Anita.
"Anita,Wo zhen de hen xiang ni.Ni buzai de shihuo, Zuo gongzuo hen luan de(Aku sangat merindukan mu.Saat kamu tidak ada, pekerjaanku jadi kacau)." jawab Arron.
Anita tersenyum.
"Na, xianzai she me wenti(sekarang ada masalah apa)?" Anita menunjuk dokumen di depan Arron.Pria itu mengambil setumpuk berkas dan menyerahkan ke tangan Anita.
"Fanyi cheng Yingwen,Wo tou hen tong (terjemahkan dalam bahasa inggris,saya sakit kepala)," Anita terkekeh,Arron segera menoyor kepalanya.
"Ni hen gaoxing kan wo zheyang shi bushi( kamu sangat senang melihatku begini kan)?" Arron melemparkan kamusnya kepada Anita.Gadis itu semakin keras tertawa.
Anita segera melakukan yang diminta Arron, sesekali pria itu nelihat ke arahnya.
"Xiansheng,Ni zhen de xiang wo ma (Tuan, apakah anda benar benar merindukan saya?" Anita kembali bertanya.Arron menakupkan tangan ke mukanya.
__ADS_1
"Jim dai ni hui jia, wo zhen de hen bu gaoxing. Hen fan zhen de (Jim membawamu pulang, saya sangat tidak senang,sungguh menyebalkan)," Arron tampak kesal.
"Buyao gen ta chaojia hao ma (tidak usah bertengkar dengannya ya)," Anita menyerahkan semua dokumen yang ditranslatenya dan Arron menandatanganinya.