CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption119


__ADS_3

Jack menghabiskan roti isinya,ia menyeringai sambil menepuk bahu Jimmy.


"Kalau rumah ini terbakar, aku akan dobrak pintu kamarmu.Yang kuselamatkan pertama kali adalah Anita walau dia sedang tidak pakai apa apa," katanya.


Jim hanya tersenyum kecil.


"I trust you (aku percaya padamu)," jawab Jim.


"Auw!" teriak Jack. Jim tertawa karena Anita menendang kaki Jack dengan keras.


"Jangan bicara di belakangku.Aku bisa lari sendiri tau," ketus Anita.


"Auw you hurt me my Boss wife(kau menyakitiku istri bossku)," Jack mengusap usap kakinya. Anita duduk di sebelah Jim yang masih mentertawainya.

__ADS_1


"Siapa suruh kamu tidak peka bakal ada serangan.Sekarang kamu tahu kan hebatnya Anita?Karate ban hitam buat apa, atau karena aku terlalu tampan sampai kau terpesona olehku," Jim tertawa lagi.


"Shit," umpat Jack.Akhirnya Jack pergi dari tempat itu.


"Jack! Sorry?" teriak Anita. Jack tersenyum lalu menghilang dibalik pintu dapur.


Arman meletakkan satu mangkuk besar nasi goreng penuh sayuran di depan Anita dan Jim.


"Nasi goreng apa ini? Kenapa sayurnya lebih banyak dari nasinya Arman?" tanya Anita.


"Enak," Anita mengambil sendok dan memakannya dengan lahap.Jim tersenyum, ia segera mengambilkan minuman upaya istrinya tidak tersedak.


"Pelan pelan, Sayang.Kalau mau lagi biar Arman buat lagi," kata Jim. Anita menghentikan suapannya. Ia baru menyadari kalau dari tadi Jim tidak makan dan hanya melihatnya makan.Ia segera menyuapi suaminya.Jim memgusap pipi Anita penuh kelembutan.

__ADS_1


"Maafkan aku, aku makan seperti orang yang tidak makan satu minggu.Tidak memikirkanmu," sesal Anita.


"Masih banyak tuh. Aku senang kau makan dengan lahap, itu berarti aku tidak perlu memaksamu," jawab Jim seraya menirukan gaya makan Anita yang melahap nasi gorengnya.Anita tersenyum senang, Arman hanya bisa geleng kepala melihat suami istri yang sedang makan seperti anak kecil.Meja berantakan,mulut belepotan haduuuh pikir Arman.Tapi ia merasa bahagia melihat Bossnya saat ini.Mukanya tidak pernah muram, ia selalu tersenyum dan menyapa pada semua orang yang dia temui di rumah. Itu adalah kebiasaan Anita yang menular kepadanya.Beda dengan dulu pertama kali datang,mungkin dia menganggap semua orang adalah patung.Arman tertawa sendiri.


"Man, makasih ya nasi gorengnya.Enak," kata Jimmy lalu mengajak Anita ke luar rumah. Ia melihat ada Pak Pur yang sedang memeriksa taman.Di sebelahnya ada sepeda gunung.


"Pak Pur, pinjem sepedanya ya," kata Jimmy.


"Oh, Tuan.Iya boleh, pakai saja.Mau jalan jalan Tuan?Masih jam lima lebih dikit," kata pak Pur.


"Iya," Jim segera menaiki sepeda gunung itu.


"Ayo Istriku, naiklah di belakang.Kau tidak takut naik sepeda kan?" tanyanya.Anita tersenyum dan segera naik di boncengan sambil memeluk perut suaminya. Jim segera mengayuh sepedanya ke suatu tempat.Anita berdecak kagum ternyata di bagian lain rumah jim sangat indah dan terawat dengan baik.Ada danau kecil dengan banyak macam bunga dan tanaman hias lainnya.Ada banyak kelinci kelinci kecil dengan warna yang berbeda beda.Putih ,abu abu, coklat, hitam, membuat Anita berteriak histeris.

__ADS_1


"Kelinci itu punya siapa Jim?" tanya Anita.Jim segera menghentikan sepedanya karena Anita terus terusan menarik celananya.


"Turun,jangan ditarik tarik nanti melorot." Jim turun dari sepedanya dan menangkap satu ekor kelinci dan diberikan pada Anita.


__ADS_2