
Anita menggenggam tangan Jim dan sedikit melihat ke arah Bayu dengan ekor matanya.
Temannya itu sesekali melihat ke arahnya.
"Sayang,nanti saja ya aku ceritakan di rumah. Kau boleh tanya semua yang ingin kau tahu," bujuk Anita.
"Aku ingin mendengarnya dari mulut Bayu," kata Jim.
"Cih,mau menginterogasiku rupanya.Aku tidak keberatan kau tahan gajiku satu tahun sekali pun," rutuk Bayu kesal.
"Kau...Aku bisa melakukan jauh lebih dari itu."
__ADS_1
"Jim ,kau sudah janji tidak berbuat semaumu. Apa kau sudah melupakannya?" Anita mulai kesal dengan kedua pria di depannya itu.
"Ceritakan saja Yu, apa pun yang ingin diketahuinya.Atau sekarang aku pergi saja,biar kalian bebas melakukan apa saja tanpa aku ketahui.Aku akan melakukan hal yang lebih bermanfaat daripada melihat kalian bertengkar untuk hal yang tidak penting."Anita bangkit dari duduknya.Jim segera meraih pergelangan tangan Anita.
"Argh,Sial! Baiklah Brengsek, akan kuceritakan apa pun yang ingin kau tahu," Bayu mengumpat kesal.Jim menyeringai penuh kemenangan. Sementara Nesya dan Merry hanya melihat yang mereka lakukan dalam diam.Bagi mereka sudah biasa melihat dua pria di depannya itu meributkan hal hal kecil.
"Ceritakan apa yang dimaksut dengan aib yang Anita katakan," Jim mencoba memaksa Bayu untuk segera bercerita karena dia begitu ingin tahu.Bayu meneguk jus alpukat miliknya hingga tandas.
"Bocor Yu," Anita terkekeh melihat gelas besar itu langsung kosong.Senyum Bayu terurai.
"Suatu weekend kita mau masak ayam bakar. Aku ajak dia dan Siska beli ayam di pasar Bring Harjo.Kata Siska Anita kalau beli apa apa gak pernah ditawar,main bayar aja.Ya kita gemes aja,kelakuan penjual kan kadang harganya dinaikin seratus persen.Akhirnya dia yang gue suruh beli ayam,harus ditawar,kalau tidak dia harus pulang jalan kaki," lanjut Bayu.Ia membuka botol air mineral lalu meneguk isinya. Jim mulai jengah karena ceritanya bertele tele.
__ADS_1
"Bisa pada intinya tidak?" tanya Jim kesal.
"Sabar napa Nyet," jawab Bayu.Anita tertawa melihat kelucuan dua pria di depannya itu, mereka selalu saja asal menyebut nama mereka.
"Anita nanya ke si ibu,ayam sekilo berapa Bu.Si ibu yang jual jawab dua lima mbak.Eh dia malah nawar tigapuluh boleh nggak Bu.Terus si ibu bilang nggak usah mbak, dua lima saja.Terus dia datengin Siska.Sis,aku tawar tigapuluh gak boleh katanya dualima saja satu kilonya.Gue sama Siska ketawa sampe sakit perut,Siska sampe ngompol malah.Dia baru nyadar kalau salah nawar.Dia ngambek sampai asrama gue, haduh Anita," Bayu melihat ke arah Anita lalu tertawa.Jim melihat Anita dengan senyum yang tak dapat dia artikan.Anita segera menutupi wajahnya karena malu.Kemarahan di wajah Jim mulai mencair.
"Nyet,hati hati jangan buat dia ngambek.Dua minggu gua dicueki gara gara dia buat mpek mpek sekeras batu.Dimakan gigi bisa patah, gak dimakan dia nangis.Akhirnya gua makan juga sama teman teman."Bayu tertawa mengingat waktu itu,mereka harus mengirisnya tipis tipis supaya bisa dikunyah.Mau dibuang di tong sampah,mana berani hehe,Anita nunggui mereka makan sampai selesai.
"Lalu, kenapa dia masih ngambek?" tanya Jim penasaran.
tb continued ya gaes
__ADS_1
jangan lupa like coment
love you