CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption269


__ADS_3

Anita menundukkan wajahnya saat diantar ibunya dan ibu mertuanya ke tempat acara nikahan di taman samping yang sangat luas. Banyak sekali tamu undangan sementara Jimmy dan ayahnya berdiri menunggunya di tepi panggung kecil yang memang diperuntukkan acara nikahan itu. Jimmy menggandeng tangan Anita dan membawanya ke hadapan penghulu. Suara riuh dan tepuk tangan dari para hadirin membuat semakin gugup. Itu pasti teman temannya Jimmy, pikir Anita. Hans dan Yuki meletakkan seperangkat alat sholat, dua buah Map dan sebuah tas yang lumayan besar.


"Ini mas kawinnya? " tanya petugas KUA.


"Iya Pak, seperangkat alat sholat, Sertifikat rumah di Jogjakarta, Surat kendaraan dan uang sebesar 1M," jawab Jimmy.


"Tu tungu dulu, Jim. Aku hanya minta mahar seperangkat alat sholat dan uang sebesar seratus ribu.Kenapa jadi satu M? Surat suratnya itu tidak usah ditulis Pak," kata Anita.


"Ini yang sudah diajukan dan sudah kami tulis, ini hanya tinggal mencocokkan mbak Nita, sudah tidak bisa dihapus di surat nikah."


"Nita, nurut saja. Nanti jadi tambah lama, kasihan tamunya kelamaan menunggu," kata Ardian.


Akhirnya Anita hanya mengiyakan dan proses akad nikah itu pun dimulai. Jimmy mengucapkan ijab qobul dengan sangat lancar, dan saat penghulu menanyakan "Bagaimana, sah? "


Sontak para hadirin menjawab "Saaahh"


Orang sebanyak itu, membuat suasana menjadi sangat riuh.


"Sayang, ayo tanda tangani dokumennya," kata Jimmy saat Anita diam saja dan memandangi dokumen dokumen itu.


Jimmy menggenggam tangan Anita yang dingin dan gemetar.


"Ayo, jangan membuat semua orang menunggu," tambah Jimmy.


Akhirnya Anita membubuhkan tanda tangannya pada dokumen pernikahan mereka.


Acara pun di lanjutkan, Jimmy dan Anita pindah duduk di pelaminan yang sudah di sediakan. Sementara ayah Anita dan ayah Jimmy bergantian memberikan sambutan, sekaligus menjelaskan bahwa sebelumnya mereka sudah menikah secara agama dan pernikahan saat ini untuk mengesahkan secara hukum. Para tamu undangan hanya kerabat kerabat, teman teman Anita dan Jimmy.Rekan rekan bisnis Anggoro Group dan rekan rekan bisnis Jimmy, juga pegawai kelurahan tempat tinggal Anita.


Tapi ada hal yang membuat Anita terdiam dan menjadi gelisah karena ada tamu undangan yang tidak disangkanya. Alan Danuarta sedang mengobrol akrab dengan orang tua Jimmy. Dan Ryohei juga sedang mengobrol dengan Jonathan, dan sepertinya mereka bukanlah pertama kali bertemu. Mata Anita nanar mencari ke segala arah, apakah Hiroshi juga ada di tempat itu?


Tapi sepertinya tidak ada bayangan Hiroshi sekalipun.

__ADS_1


"Anita, ada apa? Kau menangis?" tanya Jimmy yang tanpa Anita sadari memperhatikan dirinya dari tadi.


"Tidak, sepertinya riasan mataku terlalu tebal, " jawab Anita.


Jimmy meminta tisyu pada ibu mertuanya yang duduk di dekat mereka dan dengan sepenuh hati mengelap mata Anita yang berair.


"Kau sangat cantik, cantik dalam arti yang sebenarnya sebagai seorang wanita. Aku tidak mau lengah sedikit pun karena kalau aku lengah, akan ada pria lain yang membawamu pergi dariku," bisik Jimmy.


Anita hanya menunduk dang mengusap matanya, sepertinya Jimmy menyadari tadi ke mana arah matanya.


"Apa kau ingin menanyakan sesuatu padaku?" tanya Jimmy. Anita hanya menggeleng pelan.


"Pria yang sedang berbicara dengan Daddy adalah Alan Danuarta, dia adalah saudara sepupu ayahku. Dan yang sedang berbicara dengan Jonathan adalah Ryohei putranya. Mereka sangat akrab karena waktu kecil mereka adalah teman main dan pernah satu sekolah SD selama beberapa tahun. Setelah dia pindah ke Jepang dan keluargaku pindah ke Italy kami jadi jarang ketemu dan putus komunikasi dengan keluarga mereka. Beberapa tahun terakhir ini kami bertemu lagi secara tidak sengaja," jelas Jimmy.


"Kenapa kau menjelaskan sesuatu yang tidak ingin kutanyakan?"


"Tidak apa, aku hanya ingin menjelaskan. Tidak usah dipikirkan, mereka adalah kerabat jauh ku yang pasti belum kamu kenal. Sudahlah, aku hanya ingin setelah ini kau hanya melihatku, suamimu."


Beberapa saat kemudian beberapa tamu undangan, memberikan selamat kepada Jimmy dan Anita. Ayah ibunya Julian dan kakak kakak Julian, Ayah ibunya Arron, dan saudara saudara lainya. Teman teman Jimmy, Siska memeluk Anita dan menangis.


"Selamat ya Ta."


"Ihsan, bawa kakakmu pergi. Kalau Anita ikutan nangis bisa luntur makeupnya," kata Julian yang tiba tiba muncul di belakang Ihsan.


"Rapopo Mas, makeupnya waterproof," jawab Ihsan. Yang ada di dekat situ tertawa.


Perhatian Anita tertuju ke arah panggung tempatnya menikah karena dibongkar oleh Lucas, Hans dan Jack.


"Jim, ada apa? Kenapa tamu belum pulang sudah dibongkar? "


Jimmy segera memanggil Lucas.

__ADS_1


"Apaan?" tanya Jimmy.


"Sepi, ngantuk dengar lagu lagu bahasa Jawa.Lihat tuh tamu tamu pada makan sambil menguap,"jawab Lucas.


Marcel, Bayu dan Jack mengeluarkan alat alat musik dari aula. Akhirnya mereka membuat pangung mereka sendiri. Jack, Lucas, Julian, Bayu, Jonathan, Faris, bahkan Daren ayahnya Lucas dan ayah mertuanya Julian Anggoro dan Alan Danuarta juga ikutan nge band bergantian.


" Wah kacau nih, pengantinnya jadi kalah pamor," kata Jimmy.


"Tapi sepertinya tamu undangan terhibur dan duduk lagi setelah makan," kata Ihsan.


"Kamu nggak ikutan San? Kamu kan pentolan grup band kampus, " tanya Anita.


"Nggak Ah, lama gak pegang alat musik, " jawab Ihsan.


Tiba tiba Jimmy melepaskan jas dan dasinya dan memberikannya kepada Anita.


"Lho, lho mau ke mana? " tanya Anita.


"Halah ikutan lah, kapan lagi ketemu sama mereka," jawab Jimmy yang lagsung pergi dan ikutan nimbrung diantara mereka.


Ihsan segera menyusul dan membisikkan sesuatu di telinga Jimmy lalu kembali duduk di dekat Anita.


"Hadeh, kita diabaikan. San, Sis, aku mau ke dalam, capek, panas. Aku mau ngadem dulu ya, " kata Anita.


"Mau aku temenin? " tanya Siska.


"Nggak usah, kau nikmati saja hiburan dari mereka, " kata Anita seraya beranjak dari tempat itu.


Anita tidak naik ke atas, tapi ke kamar lamanya di bawah. Walau pun tidak pernah ditempati, ruangan itu bersih dan rapi. Ia mengambil lilin atomaterapi mawar yang dulu sekali dibelinya. Ia menyalaknnya di atas meja dan menyalakan kipas angin.


Udara yang sejuk dan menenangkan membuatnya mengantuk dan terlelap walau pun tidak melepas dandanannya.

__ADS_1


Siapa saja, tolong biarkan aku berada di duniaku sendiri sebentar, gumam Anita.


__ADS_2