CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption275


__ADS_3

Jimmy dan Anita kaget saat pintu kamar mereka digedor dengan keras.Dengan kepala nyut nyutan akhirnya Jimmy membuka pintu.


"Daddy ada apa sih,Jimmy mau tidur seharian ini," gerutu Jimmy.


"Kenapa kalian ini tidur seperti orang mati? Ini sudah jam sepuluh Daddy mau balik ke rumah."


"Balik ya balik aja, kenapa mesti gangguin kita tidur?"


Anita yang mendengar ayah mertuanya masuk langsung menutupi seluruh badan dan kepalanya dengan selimut.


"Anita,apa kamu tidak lapar habis sholat subuh langsung nyungsep sampai sekarang? Ayo bangun,kalau kamu begini Jimmy jadi ikutan molor," kata Julian Anggoro seraya menarik selimut Anita hingga melorot ke lantai.


"Ayah mertua ini kenapa sih suka gangguin huh."


Anita mengucak matanya dan mengikat asal rambutnya.Ia segera bangkit dan mengambil air putih di dispenser.


"Wanita hamil itu bangun pagi,jalan jalan menghirup udara pagi yang masih bersih biar sehat bayinya.Ini malah molor berjamaah,suaminya juga tidak mobilisasi malah ikutan tidur," kata Julian Anggoro seraya menoyor kepala Jimmy yang tidur lagi di sofa.


"Uangku masih banyak Dad,nggak usah kerja dulu.Aku capek Dad,mau tidur seharian," gerutu Jimmy.


"Ayah mertua mau kopi?" tanya Anita.


"Nggak,aku sudah minum tadi. Jim, Daddy mau balik ke rumah,mau sekalian pulang nggak?"


"Nanti saja Jimmy balik pake mobil, Anita biar cukup istirahat.Nanti kalau sudah ketemu keluarga besar pasti nggak bisa istirahat lagi," jawab Jimmy.


"Jangan pake mobil,biar nanti dijemput Jack.Usahakan jangan terlalu lama di perjalanan,kasihan istrimu," Julian Anggoro bangkit dari duduknya.


"Terserah lah.Sayang,Daddy balik duluan. Ntar kita nyusul ya," kata Jimmy.


Anita yang sedang sibuk membuat roti isi segera menoleh dan mendekat.


"Ayah mertua hati hati ya,jangan khawatir saya akan jaga baik baik bayi kecil dan bayi besar itu," kata Anita.


Julian Anggoro tertawa dan menoleh ke arah Jimmy yang masih memejamkan matanya di atas sofa.


Ia melihat ke arah menantunya itu dengan seksama.Rambutnya yang diikat asal dan wajahnya yang belum tersentuh air karena baru bangun tidur, terlihat sangat cantik tidak berubah seperti biasanya.


Ia sedikit merasa bersalah saat melihat ke arah Jimmy.Dulu ia mengira Jimmy hanya terobsesi dan mengejar bayangan seseorang yang sebenarnya tidak ada.


Jimmy menggeliat dan mengeluarkan dompetnya.


"Daddy nunggu uang saku kan,ini," kata Jimmy seraya menyodorkan dua lembar seratus ribuan.


Julian Anggoro mengemplang kepala Jimmy lalu ke luar dari kamar mereka.

__ADS_1


Jimmy tertawa lalu melebarkan kedua lengannya memberi isyarat kepada Anita untuk mendekat.


Jimmy segera memeluk Anita saat istrinya itu ada di dekatnya.Tangannya segera mengelus perut Anita dan menciuminya.


"Morning my Son,I love you," katanya.


Dengan perasaan bahagia Anita mengelus rambut lebat suaminya.


"Jim,aku mau lanjut buat roti isi," kata Anita.


"Udah nggak usah,Mak Ijah pasti masak banyak kalau Daddy pulang ke sini. Masukkan kulkas saja," kata Jimmy.


"Baiklah,aku cuci muka dulu sama ganti baju.Kamu juga Jim,mukamu itu kusut banget."


Anita mencium kedua pipi suaminya lalu pergi ke kamar mandi.


Setelah membersihkan diri,Jimmy dan Anita turun untuk makan.Mak Ijah, pengurus Vila keluarga Anggoro menyambutnya dengan senyuman ramah.


"Masak apa Mak?" tanya Jimmy.


"Den Bagus mau makan apa? Ada banyak, ada urap urap,ada ikan gurami bakar,ada dendeng ragi,ada kepiting asam manis," kata wanita tua itu.


"Dimakan semua sama Daddy Mak?"


"Daddy itu ada ada saja sih.Sayang,kamu mau makan apa?" tanya Jimmy.


"Aku mau semua," jawab Anita yang segera mengambil piring.


Mengambil nasi,dan semua lauknya. Jimmy hampir ngiler melihat makanan di piring Anita yang sangat menggoda.


"Suamiku Sayang,kau tidak boleh makan urap urap ya,ini pedes.Dendeng ragi ini boleh,rasanya manis pedesnya nggak kerasa.Sama ikan bakarnya juga tidak apa," Anita menganbilkan untuk Jimmy.


"Iya lah.Mak buatkan kopi dong," kata Jimmy.


"E eh,jangan.Belum boleh minum kopi. Jahe anget saja Mak ljah," kata Anita.


"Baik Den Ayu," kata wanita tua itu.


Anita tertawa karena merasa geli dengan panggilan itu.


"Kenapa tertawa begitu?" tanya Jimmy.


"Geli aja dipanggil begitu," jawab Anita.


"Sekarepe lah (terserah dia aja), dari aku kecil dia manggilnya begitu," kata Jimmy.

__ADS_1


"Den Ayu,ini salad buahnya.Kata Tuan Besar suruh kasih Den Ayu.Ini tadi Tuan besar sendiri yang kupas sama potong buahnya.Ini juga kripik kentangnya,ini tutupnya diisolasi sebab dimakan terus sama Den Jojo," kata Mak Ijah.


Jimmy tertawa ngakak, tadi pasti ada acara rebutan toples antara kakak dan ayahnya.


"Ada ada saja sih,Jim kenapa ayahmu begitu amat?" tanya Anita.


"Ya dia seneng aja sekarang punya mantu jawa banget.Daddy itu dari muda sudah di luar negri,tapi adat jawa masih kental dibawa.Sama istrinya Kak Jo anti pati hehe,gimana bukan orang Jawa disuruh jadi Jawa," jawab Jimmy.


"Kasian juga lah gitu amat,jadi orang tua nggak boleh pilih kasih," kata Anita.


"Iyaa,nanti kita jangan begitu.Siapa pun pasangan mereka,asal tidak melanggar batas ya harus terima.Tapi beneran lho, kalau nanti ketemu istrinya kak Jo,kamu juga pasti gemes banget,gemes kepingin nampol," kata Jimmy.


"Ayo habiskan, habis itu minum obatnya. Nanti saja minum susunya,jahe hangatnya diminum."


Anita mengusap mayonais yang ada di ujung bibir suamihya.


"Anita, terimakasih ya.Semula aku sangat meragukan diriku,terimakasih memberiku kesempatan sekali lagi.Aku tidak tahu akan melakukan apa kalau kau tidak bersedia hidup bersamaku."


"Ngomong apa sih? Bagaimana pun juga, kita ini bukan remaja lagi.Aku masih bisa mengalah demi anak kita,walau pun rasa sakit itu tidak semudah itu hilang."


"Maafkan aku ya, aku tidak bisa mengelak dari hal hal itu."


"Aku hanya manusia biasa Jim, jika suatu saat takdir harus membuatmu meninggalkanku,aku harus..."


"Tidak,Anita.Tolong jangan ..ugh."


Jimmy memegangi perutnya.


"Tidak,Jim.Kalau kau menjauh dariku, akan kutarik dirimu sekuat tenaga OK."


Anita memeluk bahu Jimmy dan meminta Mak Ijah mengambilkan obat Jimmy di laci nakas.


Jimmy meletakkan sendoknya dan menyandarkan kepalanya pada sandaran kursi.


"Jangan dipikirkan yang kukatakan ya, aku hanya kurang kerjaan saja ngomong gitu."


Anita memberikan obat untuk diminum Jimmy.


"Apa pun yang terjadi jangan meninggalkan aku,ya..." kata Jimmy.


"Tidak akan," jawab Anita.


Anita sungguh menyesali sembarangan bicara,Jimmy sungguh belum bisa membicarakan hal hal semacam itu.


Hari itu Anita menghabiskan waktu bersama Jimmy.Ia ingin menebus kesalahannya sebisa mungkin. ***

__ADS_1


__ADS_2