
Yuki mematikan laptopnya saat melihat Jimmy masuk ke ruangan.
“Yuki, kau boleh kembali ke hotel.Besok kau langsung ke pabrik pengolahan susu ya. Kontrak kontrak baru sudah harus mulai dijalankan.Kamu handle dulu di sana sementara Marcel dan Hans di sini membantuku.”
“Ya Tuan, saya akan urus semuanya,” jawab Yuki.
“Aku membeli perusahaan itu untuk Nona, jadi kedepannya kau dan Nona yang akan mengurusnya,” kata Jimmy.
“Saya mengerti Tuan, tapi sepertinya Nona kurang berminat kalau saya lihat,” kata Yuki.
“Biarkan saja, kalau setelah melahirkan dia ingin di rumah ya kita atur ulang.Aku tidak mempertimbangkan ini, hanya saja melihatnya diam di rumah aku khawatir dia bosan. Kalau pun harus aku yang tangani juga tidak masalah,” kata Jimmy.
“Baiklah saya pergi dulu Tuan.” Jimmy mengiyakan.
Yuki mengemasi laptopnya lalu pergi.
Jimmy mendekati Anita yang tertidur sangat pulas.Perlahan ia menyentuh pipi istrinya yang halus, Anita hanya menggeliat sebentar.
Jimmy membaringkan dirinya di samping Anita, ia memeluk istrinya dengan lembut dan memejamkan matanya.
“Hmm Jimmy kau sudah datang?” Suara serak Anita membuat Jimmy membuka matanya.
“Iya, aku kangen sekali memelukmu.Apa kau lelah menungguku?” tanya Jimmy.
“Iya, kau lama sekali.Katanya hanya sebentar,” protes Anita.
“Iya, maaf ya.. Sekarang kita tidur, kau harus banyak istirahat biar cepat pulih. I love you,” Jimmy kembali memeluk Anita.
“Aku haus, bisa ambilkan minum.Kapan selang infusnya boleh dilepas,aku sebal kalau harus bergantung pada orang lain terus.Anita menegakkan punggungnya.
__ADS_1
“Kau bergantung padaku bukan orang lain.Akan kuambilkan.”
Jimmy mengambilkan segelas air hangat dan menggeser dispenser ke dekat Anita.
“Kau tidak perlu mencari siapa siapa kalau haus.Selang infusnya masih diperlukan sampai besok, masih harus dilakukan injeksi kan.Jadi jangan kesal, kalau sampai selangnya copot injeksinya lewat sini.” Anita tersenyum geli saat Jimmy memyentuh bokongnya.
Anita kembali merebahkan dirinya,Jimmy pun melakukan hal yang sama.
“Jim...”
“Hmm?”
“Apa bed ini tidak rubuh kalau kau juga tidur di sini?” tanya Anita.
Tiba tiba Jimmy tertawa dan mencubit hidung Anita.
“Ini bed impor Sayang, sudah diuji.Lagipula yang ada di pavilliun ini kualitasnya paling baik dan lebih besar dari yang ada di ruang rawat yang lain,” jawab Jimmy.
“Aku janji tidur manis,asal memelukmu,” rayu Jimmy.
“Huh, iya deh,” kata Anita akhirnya.
Keduanya tidur saling berhadapan.Anita tampak kesal sekali karena selang infus membuatnya tidak leluasa.
Walau pun merasa tidak nyaman akhirnya tidur juga.♡♡
Jimmy membuka matanya saat mendengar suara Julian yang membangunkannya.
“Mmhh sialan,apaan sih Lu ribut ribut masih malam ini,” marah Jimmy saat Julian mengguncangkan bahunya.
__ADS_1
“Anita hampir jatuh, kau ini. Cepat bangun,” kata Julian.
Anita pun ikut terbangun dan menatap Julian penuh tanya karena ada dua orang lain bersamanya.
Jimmy beranjak ke wastafel dan mencuci mukanya.
“Uncle,Aunty kalian juga ke sini,” kata Jimmy seraya mengelap wajahnya dengan tisyu.
“Son, kau sehat? Lama tidak ketemu, menikah juga aku tidak dibolehkan datang.Apa dia istrimu?” tanya Andy, ayah Julian.
“Iya Uncle.Kenapa jam segini datang berkunjung, ini baru jam tiga pagi.Anita, ini Papi sama Maminya Julian,” kata Jimmy memperkenalkan.
“Saya Anita, Tuan, Nyonya.” Anita mengangguk sopan. Fenny, Mami Julian mendekat dan duduk di kursi di dekat ranjang.
“Jangan panggil begitu, panggil Tante saja boleh.Anita maaf aku dari kemarin sibuk tidak bisa melihatmu kemari,” katanya lembut.
“Tidak apa Nyonya,Tante,” jawab Anita.
“Aunty adalah direktur rumah saķit ini Anita,” kata Jimmy. Anita hanya mengangguk.
“Jim, kenapa dari semalam kau tidak bisa di hubungi.Kami melacak ponselmu tapi tidak terdeteksi,” kata Julian.
“Corvin membawa ponselku, aku pakai telpon satelit, aku pakai nomor belakang 369. Sementara ini kita pakai telpon satelit dulu,” jawab Jimmy.
“Jimmy aku ingin bicara denganmu sekarang, aku tidak bisa tidur dan menunggu besok.Masalah sebesar ini kau tidak mencariku,” kata Januandy Anggoro.
“Baiklah ayo ke ruang tamu. Aunty boleh ngobrol dengan Anita.Kami pergi sebentar, tidak masalah kan Sayang?” Jimmy mencium kepala Anita.
“Pergilah Jimmy, aku juga ingin mengobrol dengan menantu keponakan.Anita, kau ini cantik yang tidak biasa.Aku tidak heran kalau Jimmy jatuh hati padamu,” katanya.
__ADS_1
“Huh, mulai deh.Mam, aku mau yang seperti dia tuh. Jangan ngawur aja tiap gadis cantik dijadohkan sama aku,” kata Julian.Jimmy segera menarik lengan Julian untuk meninggalkan ruangan itu.