CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption180


__ADS_3

Julian menghampiri Yuki untuk yang masih duduk di ruang tunggu.Gadis itu menyerahkan paperbag kepadanya.


“Gantilah pakaianmu Tuan, aku tadi menelpon supir untuk mengambilkan pakaianmu,ada bercak darah di kemejamu,” kata Yuki.Tanpa menjawab Julian pergi ke toilet untuk mengganti pakaiannya.Julian membuang paperbag baju kotornya di tempat sampah lalu menghampiri Yuki.


“Ayo kembali ke kantor, kamu gantikan Anita handle pemeriksaan.Ajak mereka makan siang di restoran sama Li Zen, aku sedang tidak mood untuk makan dengan tamu.”


Yuki mengikuti langkah panjang Julian ke tempat parkir.Di sana dia bertemu dengan Hans dan bertukar mobil.


Sementara itu di ruangan Nesya, Jimmy hanya diam saat Nesya masih membolak balik rekam medis milik Anita.


“Jimmy,aku butuh tiga kantong O resus negatif untuk tranfusi darah.HB Anita sangat rendah.Apakah kau bisa menghubungi keluarganya?” tanya Nesya.


“Golongan darahku sama dengannya,kau bisa ambil dariku,” jawab Jimmy.


“Akan kuperiksa dulu,tapi aku tidak mungkin mengambil tiga kantong darimu.”


Nesya mengambil sample darah Jimmy.


“Take mine too (ambil juga punyaku),” kata Lucas.


“Apa?” tanya Jimmy.

__ADS_1


“Golongan darahku sama denganmu, O resus negatif. Jack juga sama, keluarga kami sebagian O negatif,” jawab Lucas.


“Oh my God,Anita kau selalu beruntung.Lucas, thank you. Aku akan kasih bonus sepuluh kali gajimu,” kata Jimmy.


“No need (tidak perlu).Aku sering donor darahku waktu masih di USA, karena golongan darahku termasuk langka. Tidak banyak yang butuh juga tapi kalau ada yang butuh pasti susah dicari,” kata Lucas.


Nesya mengambil sample darah Lucas dan meminta asistennya untuk memeriksanya.


“Lucas, I will be a daddy you know(Lucas,aku akan menjadi seorang ayah kau tahu).” Jimmy mengusap matanya yang menjadi basah.


Lucas menepuk bahunya.


“Congratulation Buddy (selamat kawan),” kata Lucas. Jimmy tertawa dan memeluk Lucas.


“Aku bisa mengambil dari Lucas, dua kantung dengan jeda waktu.Tapi aku hanya bisa ambil satu saja darimu Jimmy,Hbmu juga tergolong rendah.Lucas ikutlah dengan asistenku, dia akan mengantarmu ke tempat untuk mengambil darahmu. Jimmy, aku akan memberimu suntikan hormon setelah darahmu diambil,” kata Nesya. Jimmy mengiyakan dengan anggukan.Nesya tersenyum lalu menunjukkan hasil USG Anita kepadanya.


“Ini foto janin kalian,” katanya. Jimmy kembali meneteskan air matanya.


“Lihatlah dengan baik, apa ada yang mencurigakan?” tanya Nesya lagi.


“Nes,aku tidak mengerti membaca hasil USG.Katakan padaku ada apa?”tanya Jimmy cemas.Nesya segera melingkari dua titik hitam sebesar kacang dari gambar itu.Jimmy mengerutkan alisnya lalu tersenyum.

__ADS_1


“Bayiku ada dua, iya kan,” Jimmy tersenyum senang.


“Benar,tapi kau harus benar benar menjaganya.Aku belum memberitahu Anita kalau janinnya ada dua.Dia tadi sudah sadar tapi tidur lagi karena pengaruh obat.Aku hanya memberitahunya kalau dirinya sedang hamil,” kata Nesya.


Terdengar suara pintu diketuk, Nesya menyuruhnya masuk.


“Dokter,pasien sudah sadar dan menanyakan ponselnya. Dia ingin menghubungi orang tuanya,” kata seorang asisten Nesya yang bertugas di ruangan Anita.


“Jimmy, sebaiknya kau temui dia.”


“Ya.Nes, aku gugup sekali seperti baru pertama kali ketemu dia.” Nesya tertawa keras mendengar perkataan Jimmy.Ia segera mendorong Jimmy untuk ke luar dari ruangannya.


Jimmy menarik nafas panjang sebelum membuka pintu ruang rawat Anita.Dua orang pengawalnya yang memang sengaja berjaga di sisi pintu segera menunduk dan tersenyum setelah Bossnya itu menghilang di balik pintu.


Jimmy terduduk lemas di lantai tepat di samping kepala Anita yang masih memejamkan matanya. Ia segera memeluk dan menciumi wajah istrinya.Anita membuka matanya dan saling bersitatap dengan Jimmy. Air matanya meleleh membanjiri pipinya.


“Jimmy aku ...”


“Iya aku sudah tahu,maafkan aku Anita.Lagi lagi aku menyakiti perasaanmu.Tolong bersabarlah sedikit,kumohon percayalah padaku.Aku sangat mencintaimu. Terimakasih, sudah membiarkan anakku ada di rahimmu,” Jimmy mengusap air mata Anita.


“Aku yang bodoh tidak memikirkan siklus menstruasiku.Harusnya telat sehari dua hari langsung dites. Ini sampai hampir dua minggu,” tangisan Anita semakin keras.

__ADS_1


“Sudahlah tidak apa apa, yang penting kau dan bayi kita baik baik saja. Aku sangat bahagia,” Jimmy kembali mencium bibir Anita,mencium hidungnya pipinya.Anita memeluk erat Jimmy dan mengusap pipinya yang juga basah karena air mata.


__ADS_2