
Jim bermaksud mengambil ponsel itu tapi Anita segera memeluknya.
"Tidak Jim,jangan.Apa kau ingin memberitahu semua orang kalau kau sudah berhasil mengambil keperawananku?" Anita memegangi tangan Jim kuat kuat.
"Aku takut terjadi sesuatu Anita,"Jim mengusap kepala Anita dan menciumnya.
"Aku cuma butuh analgesic, itu dulu saja. Kalau aku tidak membaik kita pergi ke dokter."Jim menganggukkan kepalanya. Ia segera mengenakan celananya dan memberikan selimut yang tadi dibuangnya kepada Anita.Jim segera mencari kotak P3K di lemari, laci meja,rak,hasilnya nihil.Jim ke luar dari kamarnya sementara Anita mengenakan kembali pakaiannya.Ia menahan rasa nyeri saat dirinya duduk.Jim kembali dengan membawa satu strip obat anti nyeri dan segelas air putih.Anita mengambil dan meminum aebutir obat yang diberikan Jim kepadanya.
"Maafkan aku Sayang,"Jim kembali mencium Anita dan gadis itu cuma diam.
"Jim, di mana kamar mandimu? dari siang aku belum mandi, rasanya lengket sekali." Jim menunjuk dua pintu bercat putih yang sejak dari tadi menjadi pertanyaan di kepala Anita.
__ADS_1
"Ayo," Jim membukakan kedua pintu bercat putih tersebut.
"Ini kamar mandi, dan yang ini ruang ganti. Yang di lemari sana itu pakaianku, yang sebelahnya lagi pakaian pakaianmu dan semua keperluanmu."
"Apa, pakaianku Tuan? Sejak kapan pakaianku pindah ke rumahmu?" tanya Anita.
"Itu pakaian baru, kalau kau kurang suka nanti kita beli lagi yang lain.Kau akan tinggal di sini Anita,jadi aku mempersiapkan semuanya," kata Jim kemudian mengambil handuk dan satu paket peralatan mandi untuk Anita.
"Ini perintah Bossmu Anita, sementara kau tinggal di sini bersamaku, akan ada orang yang mengurus rumahmu.Kau selesaikan pekerjaanmu di ruang kerjaku di sebelah kamar ini.Kalau memang perlu face to face, pakai teleconference.Ada telepon internet kau bisa pakai semuanya.Dan ingat? jangan kau gunakan akun media sosialmu untuk sementara.Aku sudah meminta Jack untuk memblok akunmu sementara ini." Anita bersungut sungut mendengar penjelasan Jim yang sangat panjang.
"Jim.."
__ADS_1
"Panggil aku sayang."
"Aku sudah kehilangan keperawananku, sekarang harus kehilangan kebebasanku," kesal Anita.
"Pleasa Anitaku, jangan mengajak berdebat. Ini adalah cara satu satunya untuk mengikatmu sebelum kita menikah.Aku tidak mau kehilangan dirimu atau ada orang lain yang mengambilmu dariku."
"Kenapa laki laki selalu seperti itu,bicara cinta tapi melakukan juga dengan yang lain," Anita masih belum puas menumpahkan rasa kesalnya.Jim berjalan mendekatinya lalu memojokkan Anita ke tembok ruangan.Anita mulai ketakutan melihat reaksi Jim yang tiba tiba menakutkan.
"Apa kau pikir aku sering melakukannya Anita? Kaulah orang pertama yang dimasuki benda ini.Jangan meragukanku untuk masalah ini,aku tidak suka kau berfikir aku melakukannya dengan wanita lain."
"Buka mulutmu, ini hukuman karena meragukanku,"Jim mendongakkan wajah Anita.
__ADS_1
"Aahh,aku tidak meragukanmu,sungguh. Aku hanya memikirkan kebanyakan pria seperti itu." Jim tidak mau mendengar alasan itu,Ia melumat bibir Anita dengan rakus,seperti seekor elang yang tidak menemukan makanan berhari hari,Anita merintih dan mencengkeram punggung Jim,Pria itu sudah tidak terkendali. Jim membawa Anita ke dalam kamar mandi.Ia menekan tombol air biru dan merah bersamaan.Ia mendudukkan Anita di tepi bathtup dan melanjutkan lumatannya.Akhirnya Anita membalas dan Jim tersenyum senang.