CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption32


__ADS_3

Sementara itu di meja makan, Jack,Julian, Jim, Arron dan Yuki hanya duduk memandangi meja makan yang sudah penuh dengan hidangan makanan..Mereka hanya duduk diam tanpa menyentuh makanan di depan mereka.


"Makanan ini cuma boleh dilihat ya?" celetuk Julian.


"Tunggu nyonya rumah," jawab Jim. Julian menggerutu, perutnya sudah teriak teriak minta diisi. Auh ngapain saja sih.Julian bangkit dari tempat duduknya dan berjalan cepat menuju ke kamar Jim.Dengan keras ia menggedor pintunya.


"Anita! Cepat ke luar! Gak perlu dandan lama lama, gak ngaruh," teriak Julian. Karena belum ke luar juga Julian menggedor sekali lagi. Pintu pun terbuka.Anita mendorong Julian supaya tidak menghalangi jalannya.


"Tidak usah menungguku," gerutu Anita. Ia segera duduk di kursi kosong di samping Jack.Semua mata memandang ke arahnya. Anita melihat dirinya yang hanya memakai kaos t-shirt lengan pendek dan celana Jeans, apa yang salah pikirnya. Jack mendekatinya.


" Nona salah duduk, Tuan memelototi saya," katanya di dekat telinga Anita dengan logat kagoknya. Anita melihat ke arah Jim yang sedang merajuk. Ia segera pindah duduk di sebelah kekasihnya itu.Anita mengambilkan nasi dan meletakkannya di piring Jim.


" Mau ikan apa Sayang," tanyanya.


" Kakap pedas, rendang,ayam cabe hijau, sama daun pepaya," jawab Jim.


"Daun singkong,sayang," sahut Anita. Julian tertawa cekikikan, yang lain cuma senyum senyum.

__ADS_1


"Jim kau mau makan apa mau buat sesajen, gak muat piringnya." Julian terkekeh lagi.


"Bisa diam nggak?" kata Jim kesal.Anita mengambilkan apa yang diinginkannya.


"Yuki tolong bantu ambilkan yang lain ya,"kata Anita.Yuki segera bangkit mengambilkan makanan untuk yang lain.


"Anita, sebenarnya aku juga ingin makan makanan dari tanganmu," celetuk Julian. Jim langsung melihat ke arahnya.


"Mau ikan kakap di piringku ini pindah ke mukamu ya?" marah Jim seraya menarik Anita supaya lebih dekat kepadanya. Jim menyuapkan makanan ke mulut Anita,gadis itu tampak kaget dan membuka mulutnya.


"Brother I'm sorry, I was really jealous to you." Jim meminta maaf kepada Arron.


"Thank you Brother,I'm lucky have a brother like you."


"You will be a husban, be a father, you have to learn control your mind to manage your emotion."Arron memberikan nasehat.


"Ofcourse I will, I promise you Anita." jawab Jim sambil menyuapkan makanan ke mulut Anita lagi.

__ADS_1


"Jim, kau juga makanlah.Kenapa jadi aku yang makan dari piringmu," Anita mengambil sendok dari tangan Jim dan menyuapi kekasihnya itu.


"Aku ingin kita makan dari piring yang sama Anita."Jim mengambil sendok lagi dan menyingkirkan piring Anita.


"Jim, besok main band yuk.Lama nih kita tidak main musik, mumpung semua kumpul," kata Julian.


" Besok aku tidak bisa, aku mau ke rumah Anita, mau menemui calon mertua. Kalau orang tuanya tidak kasih,akan kuminta paksa anaknya,"jawab Jim.Anita tersenyum malu.


"Aku ikut," kata julian.


"So do I," kata Jack.


"Yaelah, jangan ikut.Aku mau berangkat perang, mengganggu saja. Aku jadi gugup kalau ada kalian. You both stay home, atau pergi saja bersenang senang okey?"tolak Jim.


"Ayolah, tar aku bantu ngomong deh," rajuk Julian.


"Nggak," tolak Jim.

__ADS_1


"Jim, sudahlah. Biarkan mereka ikut," kata Anita.


"I am Sorry Sir, I can't let you go without me. You allow me or not, I will go with you," kata Jack. Jim akhirnya mengalah dan mengiyakan.


__ADS_2