CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption76


__ADS_3

Jim melihat sebentar ke arah Anita,ia tersenyum saat pandangan mereka bertemu. Di sebelah kanan Jim duduk ayah Anita. Sementara Anita yang duduk di sebelah kiri Jim mulai gelisah,disamping pakaiannya yang ribet,ia juga khawatir Jim akan jesulitan melakukan ijab qobulnya.


Penghulu mulai menjabat tangan ayah Anita untuk mewakilkan pernikahan itu kepada penghulu,setelah itu baru menjabat tangan Jim untuk melakukan Ijab qobul,tapi saat penghulu selesai dengan pertanyaannya, Jim masih diam tidak menjawabnya. Jim kalau kamu main main aku tidak akan mengampunimu gumam Anita.


"Mmm maaf,tolong diulang lagi," kata Jim malu.Jack yang duduk agak jauh berhadapan dengannya sudah cengar cengir.


"Tolong fokus ke saya dulu,biar tidak diulang ulang.Setelah itu baru fokus ke sebelah Anda," kata pak penghulu seraya tersenyum simpul.


Jack menoyor kepala Yuki yang ada di sebelahnya dan berbisik kepadanya.


"Kau salah memberinya makan ya?" Yuki menutup mulutnya dan memegangi perutnya menahan tawanya.


"Okey,tolong diulangi Pak," kata Jim. Penghulu kembali menjabat tangannya dan Jim menjawabnya dengan lancar.


"Bagaimana,sah?" tanya penghulu. Semua yang hadir di situ menjawab dengan lantang "Sah." Jim tersenyum senang.Ia mengulurkan tangannya kepada Anita yang segera disambut Anita dengan mencium punggung tangannya.Ayah Anita menjabat tangan Jim dan memeluknya.


"Ayah menitipkan Anita padamu.Jaga dan bimbing istrimu," katanya.

__ADS_1


"Tentu dan terimakasih telah merelakan putrimu menemani hidupku Ayah." Ardian beringsut memeluk Anita.


"Kau sudah menjadi istri, dengarkan kata suamimu.Kau harus mengalah pada saat saat tertentu.Dan sekarang kamu harus meminta izin kalau mau ke luar rumah.Melayani keperluan suamimu wajib hukumnya, baru menuntut hakmu," Ardian tak kuasa menahan air matanya,begitu pun Anita.Ibu Anita memeluk puterinya dengan lembut.Ia menyeka air matanya dan air mata Putrinya. Sementara Jim mengajak para tamu untuk menikmati makanan yang disediakan Arman di sebuah tenda di sebelah masjid.Yuki membantu Anita berdiri dan duduk di kursi di antara para tamu yang tak lain seluruh pegawai Jim di rumah itu,sekitar delapan puluh orang termasuk penjaga yang tidak sedang bertugas.


Jim yang melihat Anita duduk kurang nyaman segera menghampiri dan duduk disebelahnya.


"Kau cantik sekali,Istriku.Maaf tadi konsentrasiku buyar.Aku tidak bisa memalingkan mataku darimu," Jim tersenyum menggoda.


"Kau lama sekali.Kakiku sakit," kata Anita.Jim reflek memegangi dan memijit betis Anita.


"Tuan,dilihatin banyak orang lho," kata Yuki. Jim menghentikan aktifitas memijitnya.


"Yuki aku lapar,tolong ambilkan makanan. Aku belum sarapan," rengek Anita.


"Biar aku yang ambil,aku juga belum makan," kata Jim.Pria itu tampak tersenyum senang mendapat kata selamat dari para pegawainya.Ia segera mengambil makanan kesukaan Anita dan dirinya sendiri.


Jim menghampiri Anita yang masih duduk bersama Yuki dan Jack.

__ADS_1


Jim menyuapi Anita seperti biasa mereka makan,mata Anita menatap Jim yang baru ia sadari sangat berbeda.Rambut coklatnya jauh lebih pendek dari biasanya.Ia juga membersih kan bulu bulu halus di wajahnya.Jim hanya tersenyum melihat Anita bengong menatapnya.


"Jim, mana Julian? Kenapa aku tidak melihatnya dari tadi?" tanya Anita.


"Tuan Julian diminta pulang oleh tuan Januardi Anggoro semalam karena ada urusan mendadak Nona," kata Yuki. Anita cuma menganggukkan kepalanya.


"Nita,Jim.Ayah dan ibu harus pulang," tiba tiba ayah ibu Anita muncul di hadapan mereka.


"Lho, ndak nginep?" tanya Anita.


"Lain kali saja.Ayah juga harus antar pak penghulu pulang. Lagipula kalian kan tidak boleh diganggu," kata ayah Anita.Putrinya itu tersenyum malu.


"Kapan kapan kita saja yang nginep di sana, Sayang," timpal Jim.Anita hanya mengangguk mengiyakan.


"Ayah sudah terima berkasku?" tanya Jim.


"Sudah,hari ini juga ayah akan daftarkan ke KUA.Nita Ayah dan Ibu pulang dulu.Ingat pesan Ayah ya."Ayah Anita segera memeluk putrinya.Begitu pun ibunya. Air mata Anita menetes saat melihat keduanya pergi.

__ADS_1


__ADS_2