CRAZY FIRST LOVE

CRAZY FIRST LOVE
Caption198


__ADS_3

Anita menoleh ke arah pintu saat Lucas datang bersama Marcel.Kedua pria tampan itu tersenyum ramah kepada Anita lalu menghampiri Jimmy yang sedang mengobrol dengan Faris.


“Jim,I need to tell you something (aku ingin memberitahumu sesuatu)” kata Lucas.


“OK,Just tell me(baiklah, katakan),” kata Jimmy.


“But...” Lucas melihat ke arah Faris dan Jimmy bergantian.


“Marcel,bawa Pak Faris ke masjid duluan.Sebentar lagi waktu shalat Jumat aku menyusul kalian segera,” kata Jimmy.


“Baik Tuan,mari Pak,”


Kata Marcel.


“Tuan Jimmy, saya pergi dulu,” kata Faris seraya bangkit dari duduknya.Jimmy ikut berdiri dan mengangguk ramah.


“Ada apa Lucas?” tanya Jimmy.


“Nomor ponsel Anita terlacak oleh mereka.Kemarin beberapa dari mereka mengikuti mobilku dan Corvin. Aku baru sadar kalau Corvin membawa ponselmu.”


Jimmy terdiam beberapa saat.


“Berarti benar yang dikatakan Miko,mereka menargetkan Anita. Baiklah,aku punya rencana lain. Suruh orang antar ponselku ke mari,” kata Jimmy.


Lucas segera menghubungi Corvin untuk meminta anak buahnya mengantar ponsel GSM milik Jimmy.


“Lucas, aku mau ke masjid, kamu bantu aku jaga Anita di sini.Katakan pada Yuki setelah aku kembali kita langsung pergi.” Jimmy bangkit fari duduknya lalu pergi meninggalkan ruangan itu.Beberapa pengawal yang berpakaian biasa mengangguk hormat kepadanya.

__ADS_1


Sampai di masjid ia duduk di dekat Julian dan Hans yang ternyata sudah menunggunya.


“Mobilmu ada di parkiran Mami,” kata Julian.


“Gòod, tempat itu tidak bisa dimasuki mobil lain,” jawab Jimmy.


Setengah jam berlalu, usai shalat Jumat Jimmy dan Hans bergegas masuk ke parkiran khusus direktur.


“Nyalakan sistemnya Hans,”kata Jimmy setelah duduk di belakang kemudi.


Hans yang duduk di samping kanannya segera mengambil notebook yang ada di belakang kursinya.Ia segera menghubungkan kabel USB mobil ke notebook di tangannya.Ia mengutak atik sebentar.


“Ready Sir,” katanya.


“Good,panggil Lucas untuk membawa Anita dan Yuki kemari.”


“Jim,” kata Anita saat dirinya sudah sampai.Jimmy segera turun dari mobil dan memeluknya.


“Kau senang kita pulang?Aku tadi sudah menghubungi ayah kalau kita akan tinggal di sana sementara waktu dan ibu sangat senang,” kata Jimmy seraya membimbingnya turun dari kursi roda.


Lucas membukakan pintu belalang mobil untuk kedua wanita itu.


“Apa ponselku sudah di tanganmu?” tanya Jimmy.


“Yup.Aku akan semobil dengan Marcel. Aku membawa mobil sport hitam yang biasa kau pakai.Aku udah stel semuanya lebih baik,” jawab Lucas.


“Hmm.”

__ADS_1


Jimmy merogoh saku celananya dan mengeluarkan ponsel lain lalu memberikannya kepada Lucas.


“Berikan ini pada Julian, ini ponsel milik Anita.Kalian berdua akan menjadi target.”


“Aku tahu.,” kata Julian seraya meraih ponsel itu.


“Hei kenapa kau kemari?” tanya Jimmy.


“Kalian lama sekali.Aku akan membawa Pak Faris bersamaku.Aku sudah menempakan beberapa sniper di beberapa titik rawan.Doris dan beberapa pengawal akan diam diam mengikuti kita,” jawab Julian.


“Baiklah.Han, kirimkan sinyal kita kepada Om Pras dan Dicky.Kita berangkat sekarang.Lucas kau berangkat dulu, dan kau di belakangku Julian.Ambil jarak sekitar dua ratus meter.Sudah Hans?” tanya Jimmy.


“Sudah Tuan,mereka sudah merespon,” jawab Hans.


Lucas dan Julian segera pergi ke posisi mereka masing masing.Jimmy memasang sabuk pengaman Anita lalu duduk di belakang kemudi.


“Jim, kenapa kau yang menyetir?” tanya Anita.


“Hans lagi tidak enak hati, makanya aku saja yang menyetir,” canda Jimmy.Hans yang mendengar itu hanya nyengir.


“Tapi...”


“Nyonya, jangan ganggu konsentrasi Tuan,” kata Yuki.Anita akhirnya menurut dan tidak bertanya lagi.


Jimmy melajukan mobilnya ke luar dari rumah sakit keluarganya.


“Hans,apa punyaku ada di sini?” tanya Jimmy seraya menunjuk tempat penyimpanan senjata.Hans hanya mengangguk.Jimmy memasang wireless headset di telinganya dan meletakkan ponsel satelitnya di handle telpon di mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2